Apa Saja Penyebab Murtad?

Apa Saja Penyebab Murtad?

Assalamualaikum pak ustadz saya ada pertanyaan pak
Begini pak saya masih bingung soal penyebab seseorang murtad pak.

Bingung banyak artikel penyebab murtad di internet

Saya sudah mencari di internet tapi ada beberapa hal yang malah membuat saya bingung pak seperti :

1. mengucapkan sab (makian – red). saya pernah baca di salah satu website katanya mengucapkan sab bisa menyebabkan seseorang murtad mohon dijelaskan pak

2. Meninggalkan sholat fardu.
Mengenai hal ini saya ingin bertanya pak misalkan seseorang yang kadang sholat dan kadang tidak.jadi masih bolong bolong gitu pak sholatnya apakah dia termasuk murtad.
Soalnya saya pernah baca di internet salah satu penyebab murtad adalah meninggalkan sholat fardu .saya tahu sholat fardu itu wajib tapi apakah orang yg masih kadang sholat kadang tidak itu dihukumi murtad.

Lintasan pikiran apa menyebabkan murtad?

3.apakah lintasan pikiran di pikiran kita bisa menyebabkan murtad pak.
Soalnya saya ini kadang kadang ada hal yg terlintas dibenak saya .
Apakah lintasan pikiran itu bisa menyebabkan murtad kan kalo pikiran itu sulit dikendalikan pak
Pikiran itu bisa muncul tiba tiba .

Terima kasih pak

JAWABAN

Penyebab murtad ada yang disepakati ulama ada juga yang masih diperselisihkan ulama (ikhtilaf). Yang disepakati ulama adalah

(a) seorang muslim yang menyatakan dirinya keluar dari Islam baik masuk agama lain atau menjadi atheist;

(b) seorang muslim kemudian dia menyembah berhala atau menyembah apapun selain Allah sebagaimana dilakukan umat Nasrani, Hindu, Budha, Zoroaster, Shinto, dll;

(c) seorang muslim yang menghalalkan perkara yang ulama sepakat atas keharamannya (seperti zina), atau mengharamkan perkara yang disepakati atas kehalalannya; atau menganggap tidak wajib perkara yang disepakati atas wajibnya (seperti shalat fardhu)

Di luar hal di atas, maka perbuatan yang menyebabkan murtad menjadi perbedaan ulama.

Beberapa poin di antaranya dapat dibaca di link berikut:

Kalangan radikal seperti Wahabi Salafi malah menganggap murtad dan musyrik pada banyak hal yang oleh banyak ulama tidak dianggap murtad atau musyrik. Lihat artikel berikut:

Jawaban atas pertanyaan anda sbb:
1. Sab atau makian tidak menyebabkan murtad kecuali kalau yang dimaki itu syariah Islam atau Allah, atau Rasulullah. Jadi, tidak sembarang makian menyebabkan kafir/murtad.

2. Dalam madzhab Syafi’i, orang yang tidak shalat tapi masih mengakui kalau shalat itu wajib, maka dia berdosa besar tapi tidak murtad. Sedangkan menurut madzhab Hanbali, madzhab kalangan radikal Wahabi Salafi, meninggalkan shalat dianggap murtad walaupun menganggap wajib. Baca detail: Hukum Tidak Shalat

3. Lintasan pikiran yang di luar kontrol kita tidak menyebabkan murtad. Walaupun pikiran yang timbul itu kalau diucapkan dalam keadaan normal bisa menyebabkan murtad. Baca detail: Penyakit OCD

TAMBAHAN

Bagi anda yang menderita was-was murtad, maka hindarilah membaca artikel tulisan yang ditulis kalangan radikal Wahabi Salafi. Karena, banyak dari artikel yang mereka tulis berdasarkan pandangan ulama-ulama mereka yang sangat sempit dan tidak diakui sebagai bagian ahlussunnah wal jamaah. Baca detail: Kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah

Bacalah artikel Islam yang ditulis oleh ulama Aswaja yang landasaran rujukannya pada kalangan ulama klasik Ahlussunnah Wal Jamaah.
Baca daftar situs Ahlussunnah: Daftar situs Aswaja (NU)
Ketahui daftar situs Wahabi: Daftar situs Wahabi Salafi (Islam aradikal)

CARA MENGHADAPI UJIAN ALLAH

assalamualaikum wr wb…
tadz ..saya mau tanya. perihal sikap menghadapi ujian Allah.
dan cara bertahan dan menghindari bisikan setan yg benar dan taubat nasuha yg benar.
flash back sedikit mengenai perjalan hidup keimanan saya yg naik turun .

dulu d waktu muda sy bekerja d tempat hiburan dan karaoke. secara materi sudah mencukupi buat nafkah keluarga. tp efeknya sy terlibat dosa dan maksiat di dalamnya. Minum khamer , berjudi dan berzinah pernah sy lakukan. akhirnya saya berniat kluar buat menghindar dan menjauhi dunia tsb. smpe akbirnya sy kluar dan bekerja di sbuah restaurant. wlaupun gajinya sedikit tapi sy merasa nyaman.

sayangnya wktu itu istri sy kurang bersyukur dan selalu marah” melihat kebidupan kita kurang mencukupi spt dl. Smpe dulu dia menyuruh sy buat mencari uang dengan cara pesugihan. tapi sy tolak dan terjadilah pertengkaran demi pertengkaran yg akhirnya dia terpengaruh oleh kluarganya buat minta cerai.

Skarang sudah lewat 3 taun sy bercerai. tp sejak perceraian itulah hidup sy seakan tak bertujuan dan slalu mengalami kegagalan dlm ikhtiar. semua harta habis akibat perceraian tsb yg tersisa hanyalah nikmat allah yg beri sy pekerjaan halal. tapi d saat saya pengen memulai membangun kluarga baru lagi kenapa langkah terasa berat dan rizkipun terasa serat tadz.

sy pengen bertaubat dan pngen banyakin kebaikan di dunia sebelum sy di panggil allah. tapi stiap pekerjaan yg saya rintis slalu gagal d tengah jalan.
yg ada hanyalah rasa tawakal dan me jalani dengan ikhlas. mungkin inilah ujian allah buat menebus dosa” sy d masa lalu.

tadz…sy hanyalah manusia biasa yg punya keinginan memperbaiki hidup yg lbh baik dr masa lalu.

pertanyaanya

1. knapa setiap langkah perbaikan ini selalu mengalami kegagalan ? dan apakah benar ada efek negatif spt guna” dr seseorang yg tidak ingin melihat langkah sy sukses ?

mohon bimbingan dan masukanya tadz… ane sudah lelah dan hampir putus asa.
kesabaran tidaklah cukup buat bertahan menghadapi ujian demi ujian hidup ini.
saya cuman pngen mencoba menjadi muslim yg baik.

JAWABAN

Rezeki halal akan diberikan kepada siapa saja yang mencarinya. Baik dia muslim atau bukan. Umumnya, banyak sedikitnya rejeki ditentukan oleh beberapa faktor antara lain (a) Keturunan. Keturunan orang kaya atau tokoh populer/pejabat akan mudah membuka usaha atau mencari kerja; (b) Level pendidikan (c) keterampilan dasar yang dimiliki; (d) jaringan (network).

Dalam pandangan kami, tampaknya kekurangan mendasar dari anda yang paling utama adalah keterampilan. Oleh karena itu, selalu berusaha untuk mengikuti pelatihan keterampilan baru itu sangat penting. Karena, semakin banyak keterampilan yang dimiliki, semakin besar peluang dan semakin banyak pilihan pekerjaan. Dengan demikian semakin terbuka pintu rejeki.

Tentu saja di samping faktor di atas, doa juga tak kalah penting sebagai pengikat kita dengan Allah.

Baca detail:
Mengapa kafir kaya, sedangkan muslim miskin
Islam tidak membuat orang kaya atau miskin

Untuk menjadi muslim yang baik, belajar ilmu dasar Islam versi terjemah:
Kitab matan mtaqrib
Fathul Qorib
Sullamut taufiq
Aqidatul awam

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *