Bagian Waris Anak Laki-Laki (Ibnu) yang merupakan salah satu ahli waris utama yang pasti dapat harta peninggalan ayahnya.

Bagian Waris Anak Laki-Laki (Ibnu)
1. Bagian Waris Anak Laki-Laki (Ibnu)

Anak laki-laki selalu mendapat asobah atau sisa harta setelah dibagikan pada ahli waris yang lain. Walaupun demikian, anak laki-laki selalu mendapat bagian terbanyak karena keberadaannya dapat mengurangi bagian atau menghilangkan sama sekali (mahjub/hirman) hak dari ahli waris yang lain.

Dalam ilmu faraidh, anak laki-laki disebut ahli waris asobah binafsih (asabah dengan diri sendiri).

1. Dalam kasus di mana anak laki-laki berkumpul dengan anak perempuan, maka keduanya sama-sama mendapat asobah namun anak laki-laki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Sebagaimana disebut dalam QS An-Nisa’ 4:11


يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ

Artinya: “Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan”

2. Dalam keadaan di mana anak laki-laki berkumpul bersama ayahnya pewaris dan ibunya pewaris atau salahsatunya, maka dirinci sbb:

a) Apabila pewaris mempunyai ayah dan ibu yang masih hidup – yang berarti kakek dan neneknya anak pewaris – maka masing-masing mendapat 1/6, sedangkan sisanya yang 2/3 menjadi hak dari anak laki-laki.

b) Apabila pewaris memiliki bapak atau ibu saja, maka salah satu dari keduanya itu mendapat 1/6 sedangkan sisanya yang 5/6 untuk laki-laki.

3. Dalam keadaan anak laki-laki bersama suami atau istri pewaris, maka dirinci sbb:

d) Apabila anak laki-laki bersama dengan istri pewaris, maka istri mendapat 1/8 sedangkan sisanya yang 7/8 untuk anak laki-laki.

e) Apabila anak laki-laki bersama dengan suami pewaris, maka suami mendapat 1/4, sedangkan sisanya yang 3/4 untuk anak laki-laki.

4. Apabila anak lelaki menjadi ahli waris satu-satunya, maka dalam hal ini ia menguasai seluruh harta warisan ayahnya.

MAHJUB (TERHALANG / GUGUR)

– Anak laki-laki kandung adalah ahli waris utama, sehingga ia akan selalu mendapat warisan dalam kondisi apapun dan tidak bisa digugurkan oleh ahli waris lain.

– Adanya anak laki-laki dapat menggugurkan (mahjub) ahli waris lain berikut ini:

a) Cucu laki-laki dari anak laki-laki (ibnul ibni).
b) Cucu perempuan dari anak laki-laki (bintul ibni), dan ke bawah.
c) saudara laki-laki kandung (akhi syaqiq)
d) saudara laki-laki se-ayah (akhi li abi)
e) keponakan laki-laki dari saudara kandung (ibnu akhi syaqiq)
f) keponakan laki-laki dari saudara se-ayah (ibnu akhi li abi)
g) saudara perempuan kandung (ukhti syaqiqah)
h) saudara perempuan se-ayah (ukhti li abi)
i) saudara laki-laki se-ibu (akhi li ummi)
j) saudara perempuan se-ibu (ukhti li ummi)
k) paman kandung dari pihak ayah atau saudara kandungnya ayah (ammu syaqiq)
l) paman se-bapak dari pihak ayah atau saudara sebapaknya ayah (ammu li abi)
m) sepupu laki-laki kandung atau anak paman dari sisi ayah (ibnu ammi)
n) sepupu laki-laki anaknya paman yang merupakan saudara sebapak dengan ayah (ibnu ammi li abi)

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *