Dokter tolong saya! Apakah termasuk syirik?

6. Apabila saya was-was atau ada masalah lain, saya sering berkata, saya menyebut orang tua saya, misalkan ( bapak saya sudah meninggal) saya bilang bapak apa yang harus saya lakukan untuk menyelesaikan masalahku ini, atau mungkin saya bilang mama bantu saya, kadang muncul di pikiran saya, saya mempertuhankan mereka, yang saya ingat kadang saya berfikir saya mempertuhankan mereka, entah itu dalam hati saya, atau Cuma rasa was-was saya saja, karena selama saya was-was, saya selalu berfikiran sembarangan,

7. Yang saya pernah dengar apabila kita sementara shalat dan tiba-tiba kita mempercayai agama lain karena bisikan setan berarti kita murtad dan tiba-tiba kita sadar apakah kita harus mengulagi shalat kita lagi? Dann apabila kita tidak mengulagi shalat kita apakah kita termasuk orang murtad, karena pada saat shalat, saya sering berfikiran macam-macam.

Seperti mengingat tuhan agama lain. Dan pernah saya merasa saya menggerakkan tangan karena saya mengikuti apa mau syaitan tapi bukan gerakan dalam shalat, Cuma tangan saya bergerak sedikit saja, tapi pada saat itu saya kayak tidak sadar, entah itu sadar atau tidak saya berkata seperti itu atau Cuma was-was saya saja. intinya saya tidak pernah niat untuk musyrik dan murtad mungkin itu fikiran saya saja karena was-was atau bagaimana ustadz? Apa yang harus saya lakukan ustadz?mohon bantuannya.

8. Awal-awal saya merasakan was-was di fikiran saya, ketika saya takbiratul ihram allahu akbar, saya selalu merasa kalau yang saya katakan itu bukan allahu akbar, dan lama kelamaan saya pernah berkata saya musyrik kalau tidak shalat ( entah itu sumpah atau apa saya bilang begitu) entah itu betul saya bilang bgitu atau Cuma was-was saya saja. Dan setelah itu saya rajin shalat. Awal-awalnya shalat saya aman-aman saja, lama-kelamaan shalat saya kayak orang gila. Karna di dalam shalat saya tidak ada bacaan shalat yang saya baca. Karna membaca alfatihan saja sangat susah( saya juga sudah lupa kenapa saya begitu).

mungkin Saking was-wasnya saya jadi begitu. Jadi saya berfikiran saya lakukan saja gerakan shalatnya kalau tidak salah ,kalau tidak salah saya berniat saya belajar shalat. Karena di fikiran saya kalau saya tidak shalat saya musyrik sedangkan kalau saya shalat, shalat saya kayak orang gila karena tidak ada satupun bacaan shalat yang saya baca.

( jadi saya shalat hanya gerakan shalat dan takbir allahu akbar) mungkin saya sudah capek begini terus atau apalh ustadz, akhirnya saya tinggalkan beberapa shalat saya, saya sudah lupa kenapa saya meninggalkan shalat saya dulu, takutnya dulu saya berfikiran saya pasrah saja kalau saya musrik.

Lama-kelamaan saya mulai berfikir lagi kalau tidak salah saya berfikir bahwa saya tidak pernah berkata kalau saya musyrik kalau tidak shalat, alhasil saya meninggalkan shalat saya, dan saya hanya shalat magrib saja, dan kalau tidak salah saya berfikir saya belajar shalat saja sampai shalat saya bagus seperti semula, lama kelamaan saya meninggalkan semua shalat saya.

Saya juga lupa kenapa saya meninggalkan shalat magrib saya dulu, takutnya saya bersumpah lagi kalau saya tidak shalat magrib saya musyrik atau Cuma rasa was-was saya saja. Apa yang harus saya lakukan ustadz? Dengan kejadian di atas apakah saya sudah termasuk orang musyrik?

9. Sekarang ini Saya juga sering mengingat kata-kata saya itu, yaitu kalau saya tidak shalat saya musyrik, kadang saya merasa bahwa saya benar berkata seperti itu kadang saya merasa tidak berkata seperti itu, kalau saya merasa pernah berkata seperti itu kadang hati saya berkata itu sudah lewat,berarti saya sudah musyrik sekarang, karena saya dulu pernah meninggalkan shalat saya, mungkin karena sudah lewat maka saya berfikiran seperti itu, tapi setelah saya fikir baik-baik ternyata saya baru sadar bahwa apa yang saya bilang itu salah besar, tentunya saya was-was lagi, apa yang harus saya lakukan ustadz? Apakah saya musyrik?

10. Selama saya mengalami was-was saya pernah berkata saya bersumpah saya musyrik kalau bersumpah lagi. Dan kalau tidak salah saya punya sumpah 2 lagi yang saya lupa. Mungkin karena saking was-wasnya saya bersumpah seperti itu. Dan kayaknya mungkin adalagi sumpah saya yang lain, contohnya saya musyrik kalau liat foto itu. Entah itu dari dalam hati atau

Cuma kata-kata was-was saya saja, tapi kadang saya melihat foto itu karena mungkin saya fikir saya tidak pernah berkata seperti itu, itu Cuma kata-kata was-was saya saja, tapi kadang saya berkata saya pernah berkata seperti itu jadi saya tidak melihat foto itu lagi, Apakah yang harus saya lakukan ustadz? Saya menyesal bilang begitu.

JAWABAN

Tawasul itu syirik atau tidak?

6. Ucapan kepada bapak yang sudah wafat “Tolong saya” tidak berarti menuhankan orang tersebut selagi anda masih meyakini bahwa sumber penolong yang hakiki adalah Allah. Itu sama dengan ucapan pasien pada dokter: “Dokter, tolong saya!” Ucapan ini tidak berarti menuhankan dokter tapi hanya menganggap dokter sebagai perantara kesembuhan. Baca detail: Tawasul, apakah penyebab syirik?

7. Kalau pikiran atau gerakan itu timbul di luar kesadaran kita atau di luar kontrol kita, maka itu tidak apa-apa. Alias dimaafkan. Baca detail: Dosa karena OCD

8. Masalah anda murni masalah psikologis. Ada penyakit mental yang sedang anda derita. Masalah anda sebenarnya sederhana: a) shalat harus disertai dengan bacaan Al-Fatihah. Kalau lupa, maka bisa diganti dengan ayat Quran lain yang jumlahnya sama; b) kalau tidak bisa juga, bisa berdiri saja selama bacaan Al Fatihah.

Shalat lima waktu hukumnya wajib. Anda wajib melaksanakannya. Apabila tidak melaksanakan tapi masih menganggap wajib, maka anda tidak murtad tapi tetap berdosa besar dan wajib diqadha (diganti) sesuai dengan jumlah shalat yang ditinggalkan. Baca detail: Cara shalat orang yang tidak hafal al fatihah

Ucapan Saya syirik tidak otomatis berakibat musyrik

9. Ucapan “saya musyrik” tidak otomatis membuat anda musyrik. Orang baru dianggap musyrik apabila a) dia menyembah berhala dengan alasan apapun seperti yang dilakukan kaum kafir Quraisy; b) atau menyembah Allah tapi juga menyembah selain Allah seperti yang dilakukan kaum Nasrani. Di luar itu, tidak musyrik. Baca detail: Syirik menurut Aswaja dan Wahabi

10. Yang harus anda lakukan adalah belajar ilmu agama ke guru yang benar. Anda tampaknya telah membaca artikel agama yang ditulis kalangan ustadz Wahabi Salafi yang radikal dan ekstrim. Cobalah cari guru atau ulama yang berlatarbelakang pendidikan pesantren NU. Atau anda bisa juga belajar agama di pesantren NU yang mengajarkan Islam yang moderat (wasatiyah) sehingga ajaran Islam akan membuat anda menjadi tenang dan nyaman. Bukan seperti sekarang ini seakan anda tersiksa dengan keislaman anda. Baca detail: Beda pondok modern dan salaf

Tanya Islam pada ahlinya, klik di sini!

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *