Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Hijrah Ikut Aliran Wahabi Salafi Hidup Tambah Sial

Hijrah Ikut Aliran Wahabi Salafi Makin Suka Marah dan MAKIN SUKA MARAH

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh,

Saya lahir di kota banjarmasin, kalimantan selatan.

Dimulai dengan Awal syarat diperbolehkan menikah oleh ibu asalkan tidak berhenti bekerja,

seiring 1 tahun pernikahan .. suami mendapat musibah Dan mendapat penipuan bisnis miliaran rupiah… Kami bangkrut bahkan harus menutup hutang yang sangat banyak yang belom bisa ditutupi sampai sekarang.

Suami pun sibuk mencari kerja untuk menutupi hutang yang masih sangat banyak. Sayangnya hanya 1 perusahaan di luar dearah (hutan terpencil) yang mau menerima suami di Saat itu karena suami sudah tergolong berumur 30an sebelumnya tanpa pengalaman kerja di perusahaan karena biasanya berwiraswasta/usaha sendiri.

Saya pun memutuskan harus mengikuti nya bekerja karena suami tidak mau bekerja di tempat yg jauh dari Kota dan tidak bersama istri. Untuk persyaratan Dari ibu saya sebelum nikah tadi akhirnya harus dilanggar karena suami yang membutuhkan Saya.

Pernikahan Kami di ujung tanduk.

Saya harus memilih suami ataukah Tetap bekerja di kota sendirian tanpa Ridha suami (melanggar janji sebelum nikah kepada orangtua dengan tidak boleh berhenti bekerja saat menikah)…

pilihan berat ini bahkan membuat saya mengatakan ke seluruh keluarga bahwa saya ingin Bunuh Diri… karena semua masalah yang begitu berat yang sedang saya hadapi. Saya terjepit diantara takut durhaka pada orangtua Dan takut durhaka pada suami. Dan saya mengakui itu adalah dosa besar. Saya terus bertaubat jika mengingatnya.

Dahulu saya benar benar jauh Dari belajar islam atau percaya Allah…meskipun dari lahir saya beragama Dan ber-KTP islam… begitu banyak dosa sebelum Dan sesudah menikah..

tidak menutup aurat,zina,foya2,tidak sholat, Kadang tidak puasa, ditambah Durhaka kepada orangtua …

Entah bagaimana hidayah datang saat saya tidak percaya lagi pada manusia karena semua permasalahan ini . Suatu hari saya hamparkan sajadah Dan berdoa sungguh sungguh meminta petunjuk kepada Tuhan Yang Menciptakan saya.

Karena Sudah tidak ada yg mau menolong bahkan dari keluarga, tetangga, Teman … semua yang dahulu Memuja memuji kami berbalik menghina,memicingkan mata,tidak mau menolong , Dan tidak dianggap keluarga lagi bahkan oleh orangtua saya sendiri.

Di hamparan sajadah itu saya menangis sejadi jadinya Dan keesokan hari Kami mulai hijrah suami istri… perlahan .. dengan kadang juga masih sering futur dengan keimanan yang Turun naik.

Meskipun begitu Kami menerima informasi Islam Dari segala manhaj Dan dari semua ustadz.. sehingga kami perbandingkan terus menerus…

sampai lah Sekitar 5tahunan baru lah Kami mengenal dakwahsunnah /shalafus shalih/ manhaj salaf…

Dan Kami masih dalam kemiskinan yang sama serta hutang yang masih sangat banyak sampai sekarang.

ke Dua orangtua saya menentang habis habisan dengan dakwah salaf saat Kami mulai membawanya Dan sedikit sedikit menunjukan Ibadah Kami Yang sesuai tuntunan shalafus shalih diantara keluarga Kami yang mayoritas Besar pelaku riba,syirik,bid’ah,tawassul,khurafat,tasawuf,syubhat … dll yang bertentangan dengan manhaj salaf.

Akhirnya saya yang beberapa tahun terakhir numpang tinggal di rumah orangtua saya pun, saya diusir dengan segala macam fitnah serta tipudaya oleh kakak kakak saya Dan ibu saya. Tetapi tidak dengan ayah saya , beliau notabene Yang berorganisasi lama di muhammadiyah pun mulai mencari ,mengenali Dan ikut perlahan belajar meyakini manhaj salaf padahal dulunya juga menentang saya… ,beliau mulai memahami menghormati mempelajari mengaplikasikan islam seperti kepercayaan Kami berdasarkan alquran sunnah di atas manhaj salaf.

Bahkan, sebelum Kami keluar dari rumah mereka , abah berpesan… “ada tidak adanya Kami di rumah itu, sungguh tidak ada pengaruhnya untuk mama”,

Sambil dicerna … mungkin maksud abah ialah karena Kami tidak sepemahaman dengan mama Jadi Kami tidak bermanfaat Dan tidak Akan dibutuhkan mama.

Sungguh Kami hanya benar benar mau bertaubat meskipun hijrah pelan pelan dengan sering juga futur namun tetap bertahan di atas manhaj salaf.

Saya adalah Seorang anak yang dibesarkan Dari orok dengan Harta riba bercampur sedikit penghasilan halal ayah yang hanya montir alat elektronik, sungguh sampai Umur sekarang hampir 30th saya tidak bisa menghilangkan watak saya yang gampang emosi, teriak, Marah, saat menjelaskan/meluruskan fitnah , hinaan , maupun ke bohongan.

Yang mungkin menurut saya Dan suami watak saya ini karena terpengaruh kerasnya hati Yang berasal dari makanan haram, mendarah daging dari hasil harta haramnya riba yg diberi orangtua saya dari kecil.

Sama Hal nya seperti saya tidak bisa mengatur emosi yang sedang Dan telah menghadapi apa yang dilakukan ibu Dan kakak kaKa saya ke kami Bertiga (saya,suami,anak) saat ini.

Entah kenapa justru mereka sering sengaja memancing saya untuk melawan mereka dengan temperamen saya Yang sulit dikontrol (saya bersuara nyaring,berteriak,histeris namun tidak menyumpahi/tidak berkata kotor/kasar)

karena sungguh fitnah mereka tidak pernah berhenti hingga hari ini. Saya hanya ingin bertaubat,

Dan sayangnya taubat itu serta kemiskinan dengan hutang menumpuk adalah merupakan kesalahan terbesar kami di mata keluarga saya Dan ibu saya.

Kami pun keluar karena diusir Dan menetap di rumah Ipar saya (kakak Dari suami) , disanapun (Lokasinya 2 rumah Dari di depan rumah orangtua) Kami tetap dengan penuh kekurangan bahkan bayar air dan listrik dibantu oleh ipar saya, serta hutang yang masih banyak harus ditutup… Kami kadang hanya makan 2x sehari.. sedangkan beli baju untuk diri sendiri/anak/suami kecuali ada rejeki bonus Dari Allah SubhanahuWaTaala jika ada kerjaan lepasan suami sebagai mandor /Pemborong bangunan.

Setiap hari saya menangis Dan berdoa kepada Allah SubhanahuWaTaala bahkan sempat meminta doa , “apabila saya tidak bisa menghasilkan/tidak punya rejeki harta Melimpah untuk berbakti sesuai keinginan ibu saya maka matikanlah mereka, jika hanya membuat saya berdosa karena melawan mereka(ibu&kaka2) yang masih melakukan tidak sholat,riba,syirik,bid’ah, dll yang setiap saat sampai sekarang masih dilakukan.”

Saya masih takut meminta doa kematian untuk diri sendiri seperti hadist rasullullah saat tidak bisa lagi menghadapi kepahitan dunia, maka mintalah kematian jika lebih baik dari pada kehidupan.

Seperti doa ini.

“Ya Allah hidupkanlah aku jika kehidupan baik untuk ku, Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.”(hr.bukhari no.6351, 5671 Dan Muslim no.2680)

Karena Saya sangat takut jika di akhirat masih banyak dosa. Saya takut tidak sanggup menghadapinya bila saya Yang minta kematian untuk saya. Sedangkan hutang saya masih banyak… meskipun terus dibayar sesuai kemampuan Kami.

Ternyata Allah SubhanahuWaTaala berkehendak lain,,, qadarallahu wa masya’a fa ala…justru abah(ayah) yang satu satunya dari keluarga saya yang menghormati/mulai ikut memahami serta mempelajari mengaplikasikan sedikit manhaj salaf seperti Kami dipanggil Allah SubhanahuWaTaala lebih dahulu.

Karena hanya Kami (abah dan saya) saat abah masih hidup mulai menentang,menjelaskan,menasehati perbuatan tidak sholat,bid’ah,riba,syirik yang dilakukan ibu Dan kaka2 saya.

Saya mencoba ikhlas Mungkin Allah SubhanahuWaTaala lebih sayang kepada Abah rahimahullah agar beliau tidak semakin banyak berbuat dosa apabila masih hidup. Wallahu a’lam bisshawab.

Saya begitu terpukul atas kematian Salah satu orangtua saya yang hanya beliau (abah) yang saat ini percaya pada Kami.

Sayangnya, di hari pertama abah saya meninggal setelah masuk di liang kubur, ibu Dan kakak kakak saya mulai memfitnah serta mengusir saya kembali dikarenakan saya yang mengingatkan untuk tidak boleh menangisi abah Yang meninggal/Dan tidak boleh menanami secara sengaja tanaman di atas kubur/serta semua kebid’ahan lain Yang berhubungan dengan kematian.

Bahkan saat hari kematian abah saya itu juga saya dicoret Dari hak waris/tidak dianggap anak maupun saudara lagi oleh ibu Dan kaka kakak saya.

Keluarga besar pun yang notabene sama seperti mereka yg masih mayoritas melakukan bid’ah , syirik, haram… dll, menelan bulat bulat semua fitnah yang ibu Dan kakak kakak saya sebarkan-gencarkan ke semua orang.

Saya hanya menangis sejadi jadinya di hari pertama abah saya meninggal , saya Sudah merasa kehilangan seluruh keluarga saya bersamaan dengan dikuburnya ayah saya. Hanya karena saya mengatakan yang mana yang haq Dan Yang bathil.

Bahkan untuk berbakti kepada ibu dengan ingin bermalam di rumahnya menjaganya saja tidak bisa karena beliau tidak mau Melihat muka Kami (suami,saya,anak) .

Meskipun begitu tidak dianggap lagi oleh orangtua/keluarga besar saya. Saya tetap memberanikan diri menasehati/memberi saran untuk menjual rumah beliau yang cukup berharga miliaran rupiah untuk hidup beliau sendiri serta harta Emas Dan tanah yang masih jumlahnya puluhan miliar Dan meminta ibu saya untuk bertaubat Dari riba serta jual beli arisan yang hukumnya haram. Kami(suami,saya,anak) pun mulai tidak mau makan makanan pemberian beliau… Dan menolak pinjaman sepeda motor yang beliau pinjamkan karena harta beliau sudah 100% Dari riba.

Kami minta beliau bertaubat karena umur tidak ada yg tau. Bahkan kami pun tidak tau bisa bisa Kami yang mati lebih dahulu. Wallahu a’lam bisshawab.

Karena rasa sayang Kami kepada beliau beliau, Kami hanya ingin keselamatan dunia akhirat untuk beliau beliau Dan mengharapkan beliau diharamkan dari api Neraka. Sayangnya beliau bilang, surga neraka ialah urusannya dengan Tuhan. Beliau bahkan bilang bahwa Kami bukan Tuhan yang menentukan beliau masuk neraka/tidak . Justru beliau lagi lagi menyumpahi Kami agar hidup Kami sengsara Dan tidak enak di dunia akhirat serta agar Kami mati dalam keadaan kafir karena tidak “berbakti sesuai kehendak beliau”.

Beliau bahkan bilang tidak bisa hidup miskin seperti Kami. Padahal bisa dikatakan beliau tidak Akan miskin/terbilang cukup dengan harta Yang beliau punya jika beliau bertaubat, karena status hartanya Akan Jadi halal asalkan Sudah bertaubat.

Mulai lah Kami difitnah lagi dengan kejinya… oleh ibu saya sendiri Dan kakak2 saya.

Kami dikatakan menghina mereka karena Kami sering memposting tentang agama di sosial media Kami yang salahsatunya bertema riba,bid’ah,segala Hal haram/halal, hadist, kutipan alquran yang memang ajaran Allah SubhanahuWaTaala Dan Rasullullah ShallalahuAlaihi Wassalam berdasarkan pemahaman shalafus shalih.

Dan padahal fakta semua postingan Kami tidak menulis Nama siapapun dari keluarga besar Kami.

Tetap Kami dikatakan sengaja Mehina mereka.

serta karena Kami tidak mau makan dan menerima pinjaman dari harta riba mereka. Mereka Anggap Kami begitu ialah menghina mereka juga.

Saya yang diusir pun ,Dan tidak bisa berbakti dengan perbuatan pun ….

(karena beliau/ibu tidak mau menerima bakti Kami jika cuman perbuatan, Yang beliau mau ialah uang bulanan/ gaji dari hasil kerja saya, … sedangkan saya tidak bekerja Yang juga sampai saat ini Kami masih tidak punya uang lebih untuk dibagikan karena Kami sendiri masih banyak hutang Dan kadang makan hanya 2x sehari kadang harus puasa).

Akhirnya pun hanyalah bisa berbakti dengan doa Dan istigfar untuk Kedua orangtua saya.

3 bulan berlalu,… setelah meninggalnya abah, saya begitu merindukan ibu yang “padahal” Meusir Kami lagi lagi, meneriaki Dan menyumpahi Kami di hadapan orang banyak serta keluarga besar yang kumpul di tempat di acara berkabung di saat hari kematian nya abah saya, Yang di hari itu juga beliau(ibu) mencoret saya dari hak waris Dan Nama keluarga….

Meski begitu, Kerinduan Saya pun sebagai anak kepada orangtua tetap membuat saya ingin sekali ke rumah orangtua saya.

Sore menjelang magrib (saya,anak,suami)… pergi ke rumah ibu saya, kemudian suami pergi ke masjid. Tinggallah saya,anak saya Dan ibu saya.

Demi Allah SubhanuhuWaTaala saya tidak bisa mengatur emosi saya, saya benar benar bukan orang yang Pandai mengatur emosi, mungkin karena harta haram yang melekat mendarah daging di tubuh saya sedikit banyak mengeraskan hati saya.

Namun, saya benar2 orang yang dari dahulu paling tidak Tahan/tidak terima dengan yang namanya fitnah,kebohongan,pemutar balik Fakta,muka dua, adu domba dll sejenisnya. Apalagi Dari ibu saya sendiri. Beliau mulai dengan membuka pembicaraan Dan fitnah fitnah serta kebohongan yg berujung sangat Memojokkan. Yang saya Sudah tidak bisa menahannya.

Saya berteriak sejadi jadinya, saya buka pintu depan rumah orangtua saya, karena saya sangat Lelah difitnah Dan dipaksa… yang sebelumnya niat dari rumah padahal saya benar benar hanya ingin melepas rindu Yang Ternyata berujung petaka. Beliau tidak meninginkan Kami.

Gara-Garanya…

Beliau (ibu) meminta saya memilih…

pilihan ke-1 ,terima makanan Dan harta pemberian beliau yang sudah 100% dari riba. (Menghutangkan uang dengan kelipatan serta jual beli arisan yang hukumnya jelas haram)

Pilihan ke-2 , jangan terima harta maupun makanan nya Dan dari hari itu jangan pernah meanggap beliau orangtua/ibu lagi, beliau tidak mau meanggap saya anak lagi, Dan Kami (saya,suami,anak) tidak boleh menampakkan diri di hadapan beliau lagi.

Demi Allah SubhanahuWaTaala saya tidak pernah mau memutus hubungan keluarga /silaturrahmi tapi saya Dan anak dan suami lah yg telah dibuang, namun Kami difitnah oleh ibu Dan kakak kaKak saya sendiri. Mereka fitnah Dan Sebarkan bahwa kamilah Yang durhaka tidak mau berbakti Dan berani menentang keputusan mereka melakukan semua riba,bid’ah,syubhat,syirik dll yang belom mau mereka lepaskan.

Ibu saya benar benar memaksa,”menyiksa”Dan menekan saya dengan pilihan (yang bukan pilihan menurut saya justru hanya paksaan). Saya Dari Bicara pelan beliau tetap tidak terima pilihan saya sampai saya terbawa emosi karena terus dipancing oleh ibu saya dengan semua fitnah , hinaan, Dan Sumpah serapah beliau …

saya pun berteriak teriak bertanya ke beliau. Kalau beliau Malu dengan adanya saya di dunia ini ,. Dan beliau ingin saya mati,,, haruskah saya bunuh diri sekarang supaya beliau puas. Atau haruskah saya Bercerai dengan suami saya? Karena beliau malu (saya,suami,anak) tidak punya rumah/harta/pekerjaan tetap/sepeda motor Dan masih banyak hutang yang harus ditutupi akibat bangkrutnya suami mengalami penipuan di 6tahun yang lalu dari awal pernikahan Kami.

Saya benar benar putus asa dengan keluarga besar saya sendiri Dan utamanya ibu saya. Sampai saya dikatakan beliau bikin Malu beliau karena teriak teriak menentang kemauan beliau yang memaksa saya sedemikian rupa untuk mengikuti beliau melakukan riba,syubhat,bid’ah,syirik dll…

bahkan anak saya umur 5th diangkat oleh ibu saya Dan didorong keluar dari pintu rumah beliau serta disuruh ,diperintahkann,diteriaki beliau untuk keluar Dan diusir. Anak saya menangis kesakitan.

Saya tambah emosi karena anak saya juga diperlakukan yang sama seperti saya padahal anak saya masih kecil Dan tidak Pantas mendapat perlakuan Kasar seperti itu apalagi dari nenek kandungnya sendiri.

Saya semakin emosi marah dan berteriak melihat anak saya diperlakukan seperti itu. Sudah cukup segala fitnah yang saya diamkan Dan saya pendam. Tapi, tidak,… anak saya tidak boleh disakiti. Naluri sebagai seorang ibu untuk melindungi anak yang dikasari oleh orang (padahal neneknya sendiri) pun keluar dari diri saya.

Saya berteriak teriak sejadi jadinya … padahal Azan magrib sedang berkumandang, Dan suami saya sedang ke masjid. Saya pun mejawab dengan suara sangat nyaring agar semua tetangga tau Dan tidak ada yg ditutupi, agar jelas dan tidak ada fitnah dari keluarga besar Dan orangtua saya lagi. Agar tetangga mendengar apa yg sebenarnya terjadi.

Saya pilih lah pilihan no.2 saya,suami,anak memang tidak mau menerima harta riba beliau Dan ingin beliau bertaubat meskipun beliau tidak mau meanggap kami keluarga lagi Dan Yang mengatakan saya anak durhaka Yang karena tidak mengikuti kemauan beliau Dan kakak kakak saya.

Beliau pun tiba tiba minta kembalikan semua harta yg pernah beliau BERI saat saya masih lajang/belom menikah(bagaimana kami mengembalikan sedangkan Kami tidak punya harta Dan masih banyak harus membayar hutang akibat kebangkrutan suami saya 6th yang lalu, Kami masih belum bisa mengembalikan meski tetap Sangat Berniat bila ada harta rejeki dari Allah SubhanahuWaTaala ingin sekali mengembalikan) …, Dan beliau(ibu) pun mengusir saya serta anak saya kembali…

dengan air mata Dan tangisan yang begitu nyaring serta pandangan sinis semua tetangga ke saya , yang mereka kebanyakan termakan fitnah Dan hasutan ibu serta kaka2 saya sendiri… Saya Dan anak saya pun keluar Dari rumah ibu saya… tanpa sepatah kata lagi.. karena tidak Akan ada Yang mendengarkan saya…

sungguh saya begitu Malu Dan sakit hati, terpukul, sedih Dan hina sekali diusir berkali kali oleh ibu saya sendiri serta disumpahi mati kafir oleh ibu saya sendiri. ….

hati ini Amat rapuh,hancur,pecah,retak berkeping keping untuk yang ke Sekian kalinya. Tidak ada yang memihak Kami.

saya pulang ke rumah dengan tangisan, sholat magrib , bertaubat serta menangis sejadi jadinya bahkan memukul badan saya sendiri seolah tidak berharga, seolah aib untuk keluarga saya, seolah tidak bermanfaat untuk keluarga Dan tidak bisa berbakti kepada orangtua saya sendiri karena semua keadaan yang tidak memungkinkan. Saya tau ini takdir saya . Tapi saat ini sungguh saya tidak tahan/sanggup.

Saya sungguh berteriak,berderai air mata, dengan hati yang begitu sakit meminta ampunan sebesar besarnya atas dosa dosa yg dahulu Dan yang baru saya lakukan barusan … menghadap Allah SubhanahuWaTaala di atas hamparan sajadah.

Pertanyaan nya:

1. Maka apakah yang harus saya lakukan lagi? Saat saya punya tempramen Yang tidak tahan menghadapi kebohongan,kepalsuan, dusta, Tipuan,fitnah dll?

2. Bagaimana saya harus menyikapi harta riba yang mau orangtua paksakan BERI ke Kami?

3. Durhaka kah saya karena tidak bisa berbakti secara perbuatan seperti menemaninya, tidur dengannya, mengurusnya sakit , Dan perbuatan bakti lainnya ke orangtua ? (karena beliau sendiri yang tidak menginginkan kehadiran saya,anak,suami Yang … bukannya karena Kami yang tidak mau berbakti,tetapi beliau yang menolak kehadiran Kami,dengan Alasan Karena Kami tidak sepaham dengan beliau beliau yang menjalankan segala riba,bid’ah,syirik,dll … serta beliau/ibu tidak mau dari Kami yang hanya bisa Bakti hanya dengan perbuatan beliau tidak mau itu, Yang beliau mau hanya kecuali dengan uang bulanan dari hasil saya yang harus kerja kata beliau Dan saya harus kaya Raya baru dianggap beliau bakti. Sedangkan saya tidak bekerja Dan juga…. saya,suami,anak masih kekurangan Dan masih banyak hutang … masih belum tau Kapan kaya rayanya.)

4. Apa hukumnya saya yang sungguh masih belum bisa mengembalikan harta yang beliau BERI saat saya masih lajang/belum menikah(karena Kami sekarangpun masih banyak kekurangan Dan menutupi banyak hutang) ?

5. Dosakah saya yang tidak bekerja (melanggar syarat nikah dari orangtua yang minta nafkah dari hasil kerja saya sendiri bukan kerja suami yaitu separonya dengan Batasan beliau mau 3jt/bulan) karena saya mengikuti suami untuk tidak bekerja Juga untuk menghindari fitnah di tempat kerja Yang juga dikarenakan saya tergolong perempuan yang MasyaaAllah tabarakallah la hawla wala Quwwata illabillah sangat cantik Dan pengalaman saya banyak laki laki serta teman kerja nafsu/ Kecentilan gangguin Kalau saya kerja?

6. Dosakah saya meminta kematian untuk ibu saya agar beliau tidak semakin banyak berkubang dalam dosa serta membuat saya menjadi berdosa karena melawan Dan menentang beliau Dan kaka kakak jika beliau beliau memang tidak mau bertaubat?

7. Diterimakah taubat saya?

8. Salah kah Kami meskipun saya Dan suami dulu Bergelimang dosa Dan sampai sekarang masih banyak hutang memilih untuk bertaubat serta berusaha bertahan di atas manhaj salaf?

9. Bagaimanakah sebenarnya hukum harta orangtua saya untuk saya Yang sekitar 80% dari riba Dan sekitar 20% dari penghasilan halal ?

Allahul Musta’an…

Jazakumullahu Khairan…

Barakallahu fiikum…

Semoga Allah SubhanahuWaTaala menguatkan keimanan kita semua menuju jalanNya yang lurus berdasarkan Alquran Sunnah dengan pemahaman shalafus shalih…

Karena sekarang benar benar zaman fitnah,… seperti mengenggam Bara api… mohon doakan saya…

Subhanallah…,Saya yang berhijab hampir menutup mata kaki dan kadang bercadar serta suami yang bercelana cingkrang dan mulai menumbuhkan serta merawat janggut pun,

masih … terus… sering… difitnah oleh keluarga besar Kami sendiri Bahwa kami hanya cashing…padahal penuh aib, bahwa kami isis, bahwa saya dibilang Bawa Bom karena Jillbab yg terjulur panjang hingga lantai, bahwa Kami Gila ketinggian ilmu, bahwa Kami aliran sesat…

Padahal Kami hanya Berhijrah, Dan hanya berusaha bertahan di atas manhaj salaf yaitu alquran sunnah dengan pemahaman shalafus shalih.

JAWABAN

1. Yang pertama perlu anda lakukan adalah melakukan mawas diri atau introspeksi diri (muhasabah) dan tidak selalu menyalahkan orang atau hal lain di luar diri atas kesalahan yang terjadi. Karena, tanpa mawas diri, maka seseorang tidak akan pernah bisa memperbaiki dirinya sendiri. Yang ada dia akan selalu menyalahkan orang lain atas segala penderitaan dan kesialan yang menimpa dirinya. Dan itulah yang terjadi pada anda.

Padahal kunci dari solusi itu adalah memahami kelemahan dirinya dan berusaha memperbaikinya sesegera mungkin. Masalah yang anda hadapi adalah sikap pemarah, temperamental dan menyalahkan orang lain. Bahkan termasuk menyalahkan kedua orang tua yang telah membesarkan anda dan mendidik anda sejak kecil. Ingat, berbakti pada orang tua dan tidak menyakitinya adalah wajib. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Bahkan kepada orang tua kafir sekalipun wajib kita berbakti pada mereka. Baca detail: Menyikapi Orang Tua Non Muslim

Dan durhaka serta menyakiti pada orang tua dapat berdampak jatuhnya hukuman Allah langsung di dunia selain di akhirat. Baca detail: Anak Durhaka dapat Azab Dunia

Kami sarankan, bahwa untuk memperbaiki diri anda, maka mulailah dengan memohon maaf pada orang tua, meminta ridhonya dan berjanji sepenuh hati tidak akan mengulangi perbuatan yang sama pada mereka.

2. Diterima saja. Kalau anda tidak suka, berikan pada fakir miskin. Namun perlu diketahui, bahwa apabila anda sangat membutuhkan uang tersebut baik untuk dimakan atau bayar hutang, anda bisa memakainya karena dalam keadaan darurat. Dalam syariah Islam, keadaan darurat membolehkan barang yang diharamkan berdasarkan QS Al-Baqarah 2:173.

3. Kalau ibu anda menginginkan agar anda tidak ikut aliran Salafi (Wahabi), maka sebaiknya anda ikuti nasihatnya. Itu salah satu hal yang diinginkan beliau kalau anda ingin menyenangkannya. Perlu diketahui, bahwa aliran yang anda ikuti itu oleh Muktamar Ahlussunnah tahun 2016 telah dikeluarkan dari kelompok Ahlussunnah karena terlalu radikal dan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang diikuti mayoritas ulama. Sikap anda yg kaku pada orang tua itu salahsatunya akibat aliran manhaj salaf tersebut. Baca detail: Kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah

4. Kalau tidak mampu ya tidak apa-apa. Baca detail: Hutang dalam Islam

Namun perlu anda sadari, sikap ibu anda yg meminta anda mengembalikan seluruh biaya masa lalu itu sebenarnya disebabkan karena kekecewaan beliau yang luar biasa pada anda karena sikap anda yang keras dan ekstrim. Dan itu disebabkan dan dipengaruhi oleh keikutsertaan anda pada ajaran Wahabi / Salafi yg memang suka menyalahkan dan membid’ahkan serta menyesatkan kelompok Islam yg lain. Kalau seandainya anda mau kembali mengikuti Islam ahlussunnah yg damai dan toleran, pastinya ibu anda akan merangkul dan menyambut kembali anda dengan senang hati.

Mungkin anda belum menyadari, bahwa ahli bid’ah terbesar itu justru kelompok Wahabi/Salafi yg sedang anda ikuti ini. Karena mereka melakukan bid’ah pada masalah yg paling mendasar dalam Islam yaitu bidang akidah atau tauhid. Silahkan anda baca soal ini di empat artikel berikut:
Kesalahan konsep tauhid Wahabi Salafi
Tauhid Rububiyah menurut Salafi dan Aswaja
Tauhid uluhiyah dan auto syirik
Beda tauhid Aswaja dan Salafi Wahabi

Ketiga bid’ah dan kesalahan fatal kaum SAlafi dilakukan di masalah akidah, maka itu berdampak pada kesalahan2 di masalah yg lain di bawahnya seperti dalam masalah syariah dan fikih.

Tidak berlebihan kalau kami simpulkan, bahwa kesialan anda dalam hidup saat ini sedikit banyak dipengaruhi oleh hal ini.

5. Kalau anda berjanji pada ibu dan itu tidak ditepati, maka itu bohong dan dosa. Baca detail: Bohong dalam Islam

6. Semua taubat nasuha akan diterima. Kecuali taubat pada sesama manusia, maka harus menunggu maaf dari manusia yg disakiti. Dalam hal ini adalah ibu anda. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

7. Harta yang bercampur antara halal dan haram disebut harta syubhat. Hukumnya boleh digunakan menurut sebagian pendapat ulama seperti Al Ghazali. Namun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa apabila haramnya lebih besar porsinya maka haram digunakan. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

namun hal itu apabila tidak dalam keadaan darurat, apabila darurat maka boleh digunakan secara mutlak sebagaimana disebut dalam jawaban poin 2.

Hijrah Ikut Aliran Wahabi Salafi Hidup Tambah Sial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas