Hukum ikut mazhab Maliki supaya tidak was-was anjing

Hukum ikut mazhab Maliki supaya tidak was-was anjing

Assalamualaikum ustadz .ustadz

boleh tanya saya sekitar mau 2 mingguan ini pulang dri pekerjaan saya di malasya saya bekerja di kapal ustad kebetulan setiap di tempat bongkar atau pun muat banyak disitu anjing anjing penjaga ustad baik ada yg liar maupun yg menjaga di gudang gudang dan ada juga di tempat dock kapal.

sewaktu dulu saya merasa tidak was was ustad karena setau saya dulu anjing itu yg najis air liur bulu asal sma sama kering tdak ap ap tetapi sekrng saya merasa sedikit was was ustad setelah saya dengar cermah di youtube yg najis itu kotoranya juga dan di haruskan membasuh 7 kali salah satunya dengan tanah krena bnyak ustad kotoran yg bercecran di tanah sedangkan kita klo jalan lewat situ kadang ada kubangan air yg sedkit kadang kita jadi was was kalau sepatu kita kotor atau terkena air

kdang klau saya mau melepas septu kadang tali sepatu itu basah kadang saya was was apakah di tali septu itu terkena kotoran anjing krena say lihat ad memang sewaktu saya jalan ad kotoran anjing di malsya tempat saya bekrja sana seprti biasa ustad melihat anjing di jlan jalan biasa anjing penjaga gudang ataupun kilang pabrik .pertanyaan saya ustad

1. Sekarng saya sudah di rumah ustad dan saya was was sewaktu pulang membawa najis saat bekerja di sana ustad krena terakhir saya memakai sepatu dan sepatu saya menginjak tempat tempat situ kebetulan saya waktu pulang habis hujan dan berlumpur ustad sepatu saya terkena tempat situ dan ada lagi sepatu saya yg satunya sudah saya basuh 7 kali salah satu dengan tanah cmpur air krena memang pernah ustad menginjak kotoran tetapi saya tidak tau pastinya itu kotoran apa anjing atau kucing setelah saya sertu lalu saya jemur tau tau di pindah sama orang sewaktu masih basah saya tidak tau ustad yg memindah siapa tpi orang2 yg bekerja disana tempat kerjanya banyak anjingnya ustad di tempat dok kapal saya mengira di pindah orang orang itu.pertanyaanya ustad apakah bisa ustad kira menyangkah kalau najis itu berpindah ke sepatu saya ustad krena sepatu saya tdi di pindah saat basah dan sepatu satunya yg saya pakai berlumpur terkena tanah yg basah yg disitu ada anjing anjing berkeliaran

2 .dan ustad sebagian baju saya saya sertu ustad saya basuh 7 kali pakai air tanah 1 kali dan sewaktu saya sertu air air terpercik ustad saat kuatir akan najis hukmiyah akibat percikan itu saya hampir setiap hari was was akan najis hukmiyah bisa hmpir setiap hari saya sertu kadang tangan dan kaki saya ustad kdang dulu di tempat kerja saya mandi air tanah ustad dan di rumah kadang juga mandi air tanah ustad krena was was yg berlebihan menurut saya .psalnya saya was was meninggalkan najis di rumah ustad krena saya baca baca klo najis hukmiyah itu menular y ustad walaupun najis itu tidak nampak itu membuat saya tambah was was ustad klo kena air basah di lantai kadang timbul rasa was was itu ustad kdang saya sertu juga smpai rumah saya bnyak tanah ustad klo mau saya pel kdang bingung juga takutnya kena najis lagi dulu saya tidak begitu kuatir ustad sering saya pel rumah sekrng saya jdi was was setelah tau kotoran anjing dan najis hukmyah mohon pencerahannya ustad

3. Ustad sekrang saya sedang me nyertu atau membasuh 7 kali salah satu air tanah sebagian baju saya dan ini sudah mungkin ad separuhnya ustad dan masih bnyak baju baju sebelumnya ustad yg dulunya juga saya bekerja di malsya yg tempat bongkar muatnya ad anjing biasanya ustad .pertanyaanya ustad apa benar ustad klo air campur tanah itu boleh airnya satu bak dan cukup kasih tanah 1 sendok makan cukup apakah benar begitu ustad krena sya baca hrus nampak keruh sya bingung ustad krena saya lihat di youtube ustad yg cukup ternama tapi saya baca kenapa lain lalu bolehkan ustad kita menyertu maksudnya ustad 7 kali bilas salah satu dengan air tanah di mesin cuci ustad di bilasan pertama kita kasih air tanah ustad lalu selanjutnya di bilas 7 kali dengan air di mesin cuci ustad

4.ustad saya dengar ceramah di youtube kadang ad perbedaan pendapat ustad tiap mahzab apakah saya boleh ustad dalam kasus ini lebih condong ke mahzab abu hanifah yg sedikit lebih ringan dri pada mahzab mayoritas dsini mahzab syafii ustad krena kdang was was saya ini berlebih ustad smpai kadang sempat meninggalkan ibadah lain karena takut menularkan najis dan kadang saya sampai boros air bukan 7 kali kdang saya lebihkan apalgi kalau kecipratan kaki satunya saya bilas lagi ulang kaki satunya .

5. Ustad apakah benar saya melihat ad orang yg sampai menyertu bangunan karena bagunan itu bekas pelihara anjing klo tidak salah dan sampai mengeruk tanah menggunakan eskafator lalu di sertu itu bagunan ustad. lalu bagaimna ustad dengan orang yg muallaf apakah harus menyertu karena pernah memelihara anjing dan makan babi ustad .kata salah stu ustad yg saya dengar ceramahnya di youtube beliau tidak setuju ustad karena memberatkan .dan apakah bnar ustad ad riwayatnya untuk menyertu bangunan seprti itu ustad kn dulu bnyak orang non muslim masuk islam .terimakasih ustad maaf ustad kalau ada kata kata saya yg salah

JAWABAN

1. Kalau sepatu yang terkena kotoran itu sudah dibasuh dengan air, maka status sepatu tersebut menjadi suci. Adapun dugaan anda bahwa orang yang memindah sepatu itu dipindah orang yang tempat kerjanya banyak anjingnya, maka dugaan anda itu tidak dianggap. Intinya, sepatu anda suci. Tidak perlu was-was. Itu sama kasusnya dengan bersalaman atau bersentuhan dengan pemilik anjing. Baca detail: Menyentuh Non Muslim Ragu Najis Anjing

Anjing dan babi tidak najis menurut mazhab Maliki

2. Pertama, perlu diketahui bahwa anjing dan babi yang masih hidup itu hukumnya tidak najis menurut madzhab Maliki. Yang najis itu menurut madzhab Syafi’i, Hambali dan Hanafi. Kalau anda sering was-was soal ini, maka sebaiknya anda ikut pendapat madzhab Maliki saja dalam soal najis anjing ini. Dengan demikian, maka anda tak perlu sibuk membasuh 7x terus-terusan tiap hari. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

Juga, terkait najis hukmiyah, statusnya tidak menular menurut madzhab Maliki. Anda bisa mengikuti pandangan ini agar sembuh was-wasnya. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki

Perlu diketahui, bahwa Imam Maliki sebagai pendiri madzhab Maliki adalah guru dari Imam Syafi’i, pendiri madzhab Syafi’i. Artinya, Imam Maliki adalah ulama yang sangat kredibel di bidang fikih dan merupakan seorang mujtahid mutlak.

Oleh karena itu, kami sarangkan anda ikut pendapat mazhab Maliki dalam soal anjing ini agar supaya tidak was-was. Dan ikut pendapat mazhab lain seperti itu dibolehkan apabila diperlukan dan menghindari was-was. Baca detail: Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab

3. Dalam kasus anda tidak perlu anda membasuh terus-menerus seperti itu. Seluruh baju anda suci. Apalagi kalau mengikuti pandangan madzhab Maliki. Yakinkan diri anda untuk ikut madzhab Maliki dalam soal ini dan seluruh baju-baju dan badan anda suci 100%. Tidak perlu was-was lagi.

Seandainya pun anda bersikeras tetap ikut madzhab Syafi’i, najisnya baju anda itu hanya berdasar praduga saja. Dan praduga itu tidak dianggap sebagaimana disebut dalam kaidah fikih. Baca detail: Kaidah: Suci tidak hilang karena Asumsi Najis

4. Boleh ikut madzhab lain dari madzhab yang empat tersebut.
Baca detail:
Orang Awam Tidak Wajib Ikut Satu Madzhab
Hukum Ganti Madzhab
Hukum Ganti Madzhab

Dan kami anjurkan anda ikut madzhab Maliki dalam soal anjing ini. Lihat kembali jawaban poin 2.

5. Tidak benar. Tidak perlu menyertu bangunan untuk menyucikan. Intinya, bagi muslim yang hidup berdampingan dengan babi dan anjing, maka disarankan agar dia memakai madzhab Maliki agar terhindari dari penyakit was-was. Madzhab Maliki adalah madzhab fikih yang tertua dan pertama di samping madzhab Hanafi. Sehingga pendapat madzhab Maliki bukan pendapat sembarangan. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

Tinggalkan Balasan