Istri menampar suami apa jatuh talak?

Istri menampar suami apa jatuh talak?

Assalamualaikum wr. Wb
Saya memiliki suami

Pernikahan kami baru 7 bulan di awal pernikah yang baru menginjak 2 bulan hubungan kami baik baik sajah saya bahagia dan suami saya juga bahagia kami tinghal di rumah ibu saya karena saya tidak bisa jauh dari ibu saya dan suami sayapun belum memiliki tempat tinggal tapi kami belum berpikiran untuk meninggalkan rumah ibu saya karena merasa nyaman 5 bulan terkahir kami di hadapkan dengan himpitan ekonomi saya keluar dari tempat saya bekerja dan hanya suami saya yang bekerja mencari nafka untuk saya,

kami memiliki banyak hutang entah itu hutamg suami sebelum menikah atau hutang kami berdua setelah menikah setiap hari kami di hadapkan dengan persoalan kecil, dan saya selalu membesarkan masalah itu karena erasa suami saya tidak pernah menanggapi omongan saya belum selsai msalah hutang muncul masalah keluarga dari suami saya

sejak kami pacaran saya memang selalu melakukan kesalahan terhadap anggota keluarga suami saya entah itu sepupunya, adiknya bahkan orang tuanya, saya memang orang yang egois,keras kepala, saya overprotektif terhadap suami saya setiap kali suami saya pergi entah bermain dengan hobby nya atau mungkin bertemu kerabatnya saya selalu merasa gelisah, suami saya sangat menyangi orang tuanya dia bisa melakukan apapun hanya demi orang tuanya,

saya bingung dengan keadaan saya sendiri saya tidak bisa dekat dengan keluarga suami saya sendiri meskipun kami sudah pacarn 3 tahun dan menikah 6 bln saya merasa keluarga nya memberi jarak hingga jarak itu tidak bisa saya lewati, suatu hari saat suami saya meminta izin 1 hari untuk bersilaturahmi dengan kerabatnya di luar kota kebetulan saya memang tidak ikut karena kecelakan saya tahu seharusnya ini tidak boleh terjadi

seharusnya saya menemani suami saya dari sanah mungkin muncul banyak pertanyaan dan ke soudzonan satu hari beralalu suami saya tak kunjung pulang,suami saya memang selalu melanggar janjinya saat itu saya marah besar dan mencoba menghubungi saudar perempuannya (adikny) saya menanyakan suami saya dengan nada yang tinggi dan emosi yang berlebihan semua terjadi di luar keadaan saya hingga saya mengatakan minta di talak karena suami saya tidak pulang pulang 3 haripun beralalu suami saya pulang dan saya sangat senang kemarahan saya hilang
seketika baru beberapa hari dari masalah itu saya melakukan kesalahan yang sangat fatal saat ada penagih hutang saya berbicara bahwa saya dan suami sudah berpisah dan sayah memberi tahukan alamata mertua saya entah apa yanh saya lakukan saat itu saya pikir dengan berbohong meraka tidak akan mendatangi rumah mertua saya mereka menceritakan segalanya terhadap mertua saya,

di rumah ibu saya saya dan suami sedng bersiap siap untuk pergi mengantar saya karena ada panghilan kerja tapi sebelum kami pergi saudar lakilaki suami saya datang dan meminta suami saya untuk ke rumah beserta saya, saya fikir dengan saya tidak ikut suami saya bisa menjelaskan duduk maslahnya seperti apa tapi ternyata tidak suami saya kalah demgan ibunya dan mungkin suami saya juga sudh jerah dengan tingkah sayah yang berlebih

suami saya memilih pergi meninggalkan rumah tanpa memberi tahu saya dan dia meminta izin kepada ibu saya dengan dalih mau menjemput saya karena khawatir, sesampai saya pulang saya pikir suami saya belum pulang dan saya ingin memberi tahu kabar bahagia karena saya mendapat pekerjaan dan bisa membantu suami saya dalam membayar hutang nya tapi naas bagai di sambar petir di siang hari hati saya hancur lamgkah saya lemah tubuh sayah tiba tiba tidak dapat saya gerakan dan air mata jatuh seketika saat saya melihat pakaian suami saya sudah tidak ada di dalam lemarinya lagi saya tidk bisa berkata apa aa lagi saat itu hingga keesokan hari nya saya memaksa kan diri untuk datang dan menemui suami saya di tempt kerjanya suami

Baca juga: Konflik suami dan istri

saya datang saya melihat matanya saya merasakan segalnya hingga akhir kami pulang tapi kami mengendarai kendaraan masing masing saya pikir suami saya akan menjelaskan segalanya di rumah tapi ternyata tidak suami saya tidak datang dia mengecohkan saya dan kembali kerumah ibunya tanpa sebab, sayapun memutuskan ke rumah ibunya dengan hati yang hancur dan emosi yang tak terhindarkan lagi saya mengetuk pintu rumah ibunya dan di sanah terlihat mereka sedang berkumpul dan suami saya pun ada

dia mendekati saya sangat marah saya menamparnya di depan ibunya, belum sempat saya bicara panjang lebar ibunya bilang bukan kah kamu minta talak dan suami saya pun sama tapi disinih saya bingung suami saya mengetahui segalanya tapi dia tetepa diam dia tidak mengatakan hal apapun yang ia ketahui dia hanya mengatakan soal permaslah talak dan ibunya Berkata sengaja anak saya saya suruh meninggalkan rumah karena dia sudah di anggap sampah, belum sempat saya menjelaskan ibunya terus sajah menyudutkan saya dengan masalalu saya tanpa dia mau mendengarkan saya.

Yang jadi pertanyaan saya di sinih adalah bisakah terjadi percerain padahal suami tidak meng iyakan? Dan bisakah bercerai dalam keadaan emosi sedangkan sng suami sudh tahu segalnya dan memafkan istri?

Dan berhakkah seorang ibu berkata biarkan dia tinggal di sinih sedangkan suami memiliki tanggung jawab?
Bukan kah seorang ibu harusnya menengahi bukan menghakimi?
Pa ustadz tolong saya saya tidak ingin masalah ini membesar dan saya tidak ingin berjauhan dari suami saya karena bagaimanapun suami saya adalah rumah sayah mohon bantuanya

Wassalamu’alaikum wr. Wb

JAWABAN

Apabila suami tidak menyatakan “Aku cerai kamu” secara lisan atau tulisan, maka perceraian belum terjadi. Baca detail: Cerai dalam Islam

Baca juga: Tidak semua talak sharih berakibat cerai

Tinggalkan Balasan