Istri Suka Mengatur Keras Kepala Dan Banyak Hutang

Istri Suka Mengatur Keras Kepala Dan Banyak Hutang

Assalamualaikum Pak Ustadz

Suami harus berhenti kerja sebagai syarat pernikahan

saya mau cerita sekaligus mau tanya, Saya dan Isteri baru saja menikah 2 Bulan yang Lalu, Sebelum menikah saya bekerja di salah satu perusahaan ternama di Jakarta.

dulu sebelum saya dan istri melanjutkan ke jenjang pernikahan istri saya pernah bicara kalau nanti nikah sama saya kamu harus berhenti bekerja, dan pada akhirnya 1 bulan sebelum pernikahaan saya, saya putuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjaan saya.

Istri saya ini mempunyai usaha dibidang Fashion Muslimah di Jakarta, dan usahanya sudah berjalan sekitar 2 tahun, Sistem usaha yang istri saya jalankan yaitu Sistem PO atau Jika ada orderan atau pesanan masuk si pembeli harus bayar Full di awal dan harus menunggu sekitar 2-6 minggu baru bisa di ambil ataupun dikirim.

Membantu mengelola bisnis istri

Setelah Menikah seiring berjalannya waktu saya pun ikut ambil bagian di usaha yang istri saya jalankan, saya membantu istri saya di Toko butiknya.

pesanan masuk pun banyak akan tetapi uang yang pesanan yang di putarkan dengan isteri saya ini terkadang untuk bayar Hutang di salah satu Bank Syariah dan salah satu Leasing. saya tidak tahu dulu istri saya pinjam uang dari bank dan leasing untuk apa, karena sewaktu minjam itu sebelum menikah sama saya.

istri saya juga sering Hutang bahan ke suplier Bahan agar produksi orderan yang telah masuk tetap berjalan. Terkadang saya pusing juga kalau harus berhutang terus seperti ini. Saya pun pernah bilang dengan istri saya apakah lebih baiknya saya kerja lagi di perusahaan lain, tapi istri saya tetap menolak agar saya membantu dia di toko.

Istri banyak hutang di bank syarat dan konvensional

pada sewaktu ketika saya dan istri saya tidak mempunyai tabungan yang cukup, dan orderan pemasukan juga minim ada orang Bank yang menagih meminta uang angsuran kepada isrti saya,

dan saya pun bingung uang dari mana untuk membayarnya, karena saya sendiri pun tidak tahu uang yang masuk kerekening istri saya berapa dari hasil bejualan Fashion Muslimah itu sendiri,

akhirnya istri saya menyuruh saya pinjam di Bank menggunakan nama saya dengan jaminan BPKB motor saya, saya sudah coba bilang Ya Allah Umi masa harus hutang ke Bank lagi, hutang yang kemarin saja belum selesai. Saya dan istri sempat becekcok dan bertengkar,

bilangnya saya tidak mau menolong istri saya lah. sampai dia bilang ya sudah kalau tidak mau nolongin aku ceraikan saja aku kita pisah dan dia malah nantangin saya ayo TALAK aku di depan mamah dan kakak aku aja sekalian biar ada saksi nya. saya langsung beristighfar sebanyak banyaknya.

Istri keras dan sok pintar

istri saya ini bisa dibilang keras orangnya. seolah olah dia lah yang paling pintar dan paling tau. terkadang jika saya memberi masukan selalu salah di mata dia. maka dari itu saya terkadang malas jika di toko mengomentari pekerjaan dia atau sikap dia.

ada sifat yang saya juga tidak suka dari istri saya, dia bicara kepada karyawan saya kalau kerja di sini wajib Shalat 5 waktu dan Wajib Shalat Duha waktu pagi hari. akan tetapi dia sendiri terkadang tidak menjalani apa yang dia sampaikan ke karyawan di toko.

Istri jarang shalat dengan alasan junub

Jika saya mengingatkan shalat ada saja pasti alasannya, iya nanti dulu lah atau capek lah dan sebagainya. terkadang shalat 5 waktu pun tidak pernah dikerjakan dengan alasan belum mandi Wajib sehabis berhubungan sama saya,

Padahal di pagi hari saya sudah ingatkan saat dia mau mandi, jangan lupa mandi wajib biar bisa Shalat akan tetapi dia beralasan Mandinya nanti sore aja kalau aku basahin kepala aku dingin yang ada aku malah sakit nanti, dan pada sore harinya pun dia Lupa untuk mandi begitu seterusnya.

Terkadang saya sudah capai juga dan pusing juga dengan hutang hutang dia yang ada sebelum saya menikah. sempat saya berfikiran Ya Allah saya tidak sanggup kalau seperti ini terus, sempat berfikiran dosakah saya jika saya talak dia ya Allah.

terkadang bisikan Setan sering banget menggoda udah lah tinggalin dia , dan saya langsung beristighfar akan tetapi saya juga tidak kuat kalau harus seperti ini terus.

Pertanyaannya :

1. Apa yang Harus saya lakukan Pak Ustadz karena saya tinggal dirumah mertua dan keuangan saya juga benar benar dari usaha itu. sedangkan jika saya bekerja di luar tidak diberi izin sama istri saya.

2. Dosakah saya jika batas kesabaran saya sudah habis dan menalak istri saya.

JAWABAN

1. Suami adalah penyangga keluarga. Dalam Islam suami wajib memberi nafkah istri dan anak. Baca detail: Suami Wajib Menafkahi Istri

Oleh karena itu, suami wajib bekerja untuk memenuhi kewajibannya. Baca detail: Istri Boleh Tak Taat Suami yg Tak Beri Nafkah

Yang tak kalah pentingnya adalah bahwa suami adalah imam keluarga. Yang mengatur ritme kehidupan dan dinamika rumah tangga sesuai dengan pesan tegas Al-Quran Surah An-Nisa 4:34

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Oleh karena itu, adalah aneh ketika suami justru mengikuti ‘perintah’ istrinya untuk tidak bekerja. Saran kami: sebaiknya anda bekerja. Dan waktunya suami mengambil alih tongkat komando. Itupun kalau anda masih ingin melanjutkan rumah tangga dengannya.

2. Tidak berdosa. Islam membolehkan suami menceraikan istrinya. Apalagi dengan sebab-sebab seperti yang disebutkan di atas. Baca detail: Cerai dalam Islam

Cara bertanya ke KSIA

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *