Talak melalui chat wa (whatsapp)

Assalamualakum Wr Wb

Saya mau bertanya ustadz,
Seminggu yang lalu saya ada konflik dengan suami saya. Karna terlalu seringnya saya dibohongi. Pada saat itu saya hanya minta agar dia tidak terus2an membohongi saya. Tapi papa saat itu juga saya hnya berbicara lewat chat WA ustadz. Dan bukannya mngakui keslahannya, dia malah mengulang2 kalimat cerai.

Yang ingin saya tanyakan:

1. Apakah sudah jatuh talak 3 terhadap saya walaupun hanya dengan tulisan melalui chat WA Dengan mngulang2 seperti berikut ini ustadz:
“Ya sudah akhiri saja” selang 2 menit “kita pisah saja” selang 2 menit lagi “kita cerai” selang 3 menit “iya aku mau cerai” selang 6 menit “kita pisah”

2. Dan apakah telah jatuh talak meskipun pada saat itu saya sedang haid?

3. Apakah saya berdosa jika masih ada dalam satu rumah tapi tidak saling tegur sapa?

4. Jika ada kemungkinan untuk rujuk, apakah masih bisa?

Itu saja prtanyaan dari saya ustadz.. mohon jawaban secepatnya.. terimakasih

Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

1. Pertama, ucapan cerai via chat masuk dalam kategori talak secara tertulis. Hukumnya sama dengan talak kinayah yang baru jatuh talak apabila disertai niat dari suami. apabila disertai niat, maka talak terjadi. Baca detail: Cerai secara Tertulis

Kedua, apabila diucapkan berkali-kali dalam masa yang sama, maka itu hukumnya dihitung satu. Baca detail: Talak Tiga dalam Satu Majelis

2. Ya. Talak tetap jatuh walaupun diucapkan saat istri sedang haid. Baca detail: Talak Sedang Haid

3. Apabila telah jatuh talak satu, maka statusnya adalah talak raj’i (talak yang bisa rujuk). Dalam hal ini, maka suami istri masih boleh tinggal serumah sampai masa iddah habis. Iddahnya adalah tiga kali masa suci. Baca detail: Cerai dalam Islam

Soal tidak saling bertegur sapa, maka kedua pihak sama-sama berdosa apabila tidak saling tegur sapa lebih dari 3 hari. Rasulullah bersabda,

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ

Artinya: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari.” (HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560).

4. Ya, bisa. Anda masih talak satu. Oleh karena itu, anda berdua masih bisa rujuk. Cara rujuknya apabila masih dalam masa iddah adalah suami cukup menyatakan: “Aku rujuk”. Sedangkan apabila rujuknya itu ketika masa iddah sudah habis, maka harus dilakukan akad nikah baru. Baca detail: Cerai dalam Islam

Mungkin sebaiknya kita pisahh saja, apa jatuh talak?

Assalamu’alaykum smoga ustadz senantiasa di jaga oleh Allah ..ustadz ana ingin bertnya ttg pernikahan aku..apkh masih sah.?
Pertnyaan;

1). Pernh terucap kata” Mungkn sebaiknya kita pisah saja” , “Silahkan Nikah lw mau”,.dan ak pernh bertnya sm ustadz dan katanya perkataan semcam itu termsuk lafadz kinayah dan aku bru tahu itu yg nmanya lafadz kinayah..yg katnya statusnya tergntung niyat.. yg jdi masalh aku lupa apkh berniyat atau tdk.?

2). Sudah beberpa bulan berlalu ana selalu kepikiran trus..dan dilanda was was keragu raguan..sampai sampai hati aku kadang berkata kata sndiri yg sebnrnya tdk aku ingnkan..kadang di jalan aku teringat dgn perkataan ak yg dulu itu..kdang hatiku sendiri bertnya “apakah dlu aku niyatkan.?dan seketika itu ak bantah lgi dlm hati tidak tidak..dan krn kepikiran trus kadang dlm hatiku berkata kata lgi “Apkh aku niyat kan itu dlu atau tdk.? Kok tiba tiba terbesit di hati ku “iya aku inginkan”..malah aku jdi bingun knpa hatiku berkta begitu…smntra ak tdk inginkan seperti itu..bingung jdinya ..hati n pikiran aku tdk tenang..bgaimn ini ustadz..?

3). Karena kuatnya was was yg aku alami..jdinya sering melamung,kerjaan jd berantakan..krn aku khawatir ttg status pernikahan aku..aku takut ustadz..krn ragu ragu aku rujuk aja..apkh rujuk aku berakibat jatuhnya talaq..ak rujuk krn was was.?

4). Bgaimna hukum mengucapkn lafadz talaq kinayah/sindiran tpi tdk di niyatkan waktu di ucapkan..paling tdk ragu ragu apkh berniyat waktu itu atau tdk.. namun berselang beberpa bulan krn kuatnya was was tiba tiba terbesit dihati dan meniyatkn perkataan itu dlm hati ..ak jg bingun knpa ak berniyat bgitu..pdahal aku tdk inginkan. ..artinya niyatnya belakangan.. Apkh niyat yang belakangan itu sah..? Apkh berakibat talaq.?

5). Istri aku pernh minta cerai..aku bilang jgn selalu bilang bgitu…bahaya nanti aku salah ucap..tpi dia ngotot ttp mau bilang sm orang tuanya..jdi ak bilang jgn selalu bilang cerai..ak ngga suka..kalau mau bahas itu ayo kita ke bpk(mertuaku) aku tdk mau bahas maslah bgini.. ak berkt begitu krn aku takut nnti ad yg salah ucap..aplagi aku dilanda was was yg sangat kuat..
Apakah perkataan diatas ad unsur lafadz kinayah.? Tpi yg jelas ak tdk ingin cerai makanya aku marah lw istriku bilang bgitu..krn aku masih mau mempertahankn rumah tanggaku ustadz.?

6).Bagaimn hukumnya bercerita/menulis kata kata talaq krn ingin bertanya sm ustadz.?

7).Mohon kesimpulan ustadz dri pertanyaan aku diatas..bgaimn status pernikahan saya..?

8. Mungkin ak yg salah dlm menulis jd ustadz tdk paham ;
Misalnya bgini ustadz; ada org berkata lafadz kinayah pd istrinya pd bulan januari..tpi tdk ada niyat berarti ngga jatuh talaq.. nmun pda bln mei misalnya…krn kuatnya was was mengingat perkataannya yg dibuln januari tdk sengaja tiba2 terbesit dihati berniat talaq untk perkataannya yg dulu it dibulan januari..tpi tdk diucapkan hnya dlm hati dn gerakan lidah nya.. jdi perkataannya yg dibulan januari baru dia niatkan pd bln mei..itupn sebenrnya tdk diinginkan entah krn kepikiran trus jdi tiba tiba terbesit kata seperti itu.. apkh dibenarkn niyat seperti itu…niyat yg tdk berbarengan..tolong di jawab ustadz..

Sekian pertanyaan aku ustadz…mohon kiranya ustadz menjawab satu persatu dgn jelas agar aku tdk was was lagi ustadz..
Wassalamu’alaykum

JAWABAN

1. Kalau lupa apakah niat atau tidak, maka dianggap tidak ada niat. Dan tidak terjadi talak. Ini berdasarkan pada kaidah fikih: Keyakinan tidak hilang karena keraguan.Baca detail: Kaidah Fikih

2. Ikuti kaidah fikih seperti yang dijelaskan pada poin 1: bahwa ketika dalam keraguan, maka status hukum dikembalikan pada status asal yaitu adanya pernikahan dan tidak adanya talak.

3. Was-was itu tidak dianggap. Jadi, kalau rujuk karena was-was, maka tidak ada implikasi hukumnya. Sama dengan orang yang sudah sah nikahnya, lalu nikah lagi. Maka nikah yang kedua itu tidak dianggap alias tidak berpengaruh pada sah atau batalnya. Baca detail: Akad Nikah Dua Kali

4. Talak kinayah tanpa niat itu tidak dianggap seperti dijelaskan di atas. Alias tidak terjadi talak.

5. Tidak ada unsur kinayah. Ucapan ‘cerai’ yang anda ucapkan saat itu termasuk kategori bercerita dan tidak jatuh talak. Baca detail: Cerita Talak

6. Tidak jatuh talak. Itu sama dengan bercerita pada teman dengan memakai kata ‘talak’ atau ‘cerai’. Baca detail: Cerita Talak

7. Status pernikahan anda tidak ada masalah dari segi hukum agama. Tetap sah. Namun perlu juga anda berdua meningkatkan kualitas hubungan sehingga bisa sakinah mawadah wa rahmah. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

8. Niat seperti itu tidak sah. Niat harus bersamaan dg perbuatan atau sebelum perbuatan.Sebagaimana hal ini berlaku juga dalam ibadah seperti shalat. Baca detail: Cara niat bersamaan dengan niat

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *