Kirim pertanyaan via email ke: alkhoirot@gmail.com

Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Bersalaman Dengan Orang Kafir Haruskah Cuci Tangan 7 Kali?

BERSALAMAN DG ORANG KAFIR HARUSKAH CUCI TANGAN 7 KALI?

anggap saja oramg kafir pernah memegang babi atau anjing,dan oramg kafir tidak tahu bahwa najis anjing dan babi harus disucikan dengan cara 7 kali siraman air (dengan salah satunya memakai air dicampur tanah),najis akan berpindah jika basah,lalu jika tangan saya yang basah atau tangan orang kafir yang basah saling bersalaman,apakah saya terkena najis babi atau anjing??

JAWABAN

Tidak perlu dicuci 7 kali kecuali jelas di tangan orang kafir itu tampak ada tanda najisnya seperti bulu anjing, dll. Baca detail: Menyentuh Non-Muslim Ragu Najis Anjing

Perlu juga diketahui, bahwa menurut madzhab Maliki, anjing yg masih hidup itu suci. Tidak najis. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab
NAJIS ANJING

Assalamualaikum

Pak ustadz sy tinggal dgn ibu sy (kristen). Smnjk Ayah sy meninggal ibu sy murtad.

Beberapa tahun kemudian ibu sy pelihara anjing dirumah. Awalnya hanya diikat diteras rumah tp lama-kelamaan anjingnya dimasukkan kedalam rumah. Tidur dikamar bersama ibu sy, nongkrong ditempat nonton tv, dimandikan didalam kamar mandi, kencing, buang kotoran sembarangan didalam rumah. Anjing bebas berkeliaran didalam rumah kecuali kamar sy.

Ibu sy membersihkan kotoran anjing (kencing/berak) didalam rumah pake kain pel dan kain pel yg sama itu dipake juga untuk nge pel lantai bagian yg lain didalam rumah. Setahu saya setelah dipake bersihkan kotoran anjing kain pel nya dicuci dahulu sebelum dipake untuk nge pel bagian yang lain. Sering juga abis pegang/peluk/bermain anjing langsung cuci piring, masak nasi, nyuci baju pake mesin cuci yg juga mesin cuci itu dipake oleh saya.

Karena tinggal serumah Saya merasa yakin seluruh bagian rumah sampe isi-isinya seperti perabot rumah tangga , kursi, kamar mandi, lantai, dapur sdh terkontaminasi najis anjing lewat ibu sy. Karena kan ibu sy ga pernah nyuci atau membasuh bagian tubuhnya yg dijilat anjing 7x yg salah satunya bercampur tanah seperti yg diajar kan nabi Muhammad Saw kepada kita.

Sy sudah peringatkan agar anjingnya jangan dimasukkan dlm rumah krna sy muslim tidak boleh ada anjing dlm rumah krna najis. Tp ibu sy tdk mentolerir akan hal itu. Hal ini berlangsung lama mulai dari thn 2016. Lama kelamaan ibu sy capek pelihara itu anjing lalu dijual akhir bulan april 2018.

Sekarang anjing nya sdh tdk ada tapi sy merasa berat untuk membersihkan/mensucikan sendiri rumah yg saya tinggali ini beserta isinya. Saya punya niat untuk membersihkan nya tapi ga mungkin bisa selesai dalam sehari harus bertahap mungkin 3hr. Kalo bertahap pastinya kan belum semua bagian yg suci contoh : lantai & kamar mandi sudah sementara perabot yg lain blm dan perabot yg blm disucikan tersebut harus saya gunakan sehari-hari. Saya berpikir tetap akan terkontaminasi kembali karena ga sekaligus di suci kan.
Mau ajak orang untuk bantu saya mungkin ga ada yg mau walaupun dibayar.

Pak ustadz
▪️ Apakah shalat sy tidak sah, tidak diterima, karena sy bernajis? Kalo memang ga sah shalat saya haruskah saya tinggalkan shalat sampai saya selesai mensucikan najis nya?
▪️Ataukah sy harus tinggalkan ibu sy dan sy cari rumah yg lain?
Tp sy tidak tega krna ibu sy sdh janda tdk ada siapa2 lagi, keluarga pun jauh.

Hidup saya tidak tenang, stress dan juga kadang tidak shalat karena sering kepikiran masalah ini. Mohon jawabannya

JAWABAN

1. Shalat anda sah. Karena, masalah status anjing ini ulama madzhab empat berbeda pendapat. Tiga madzhab fikih yaitu Syafi’i, Hanafi dan Hambali menyatakan najis. Sedangkan madzhab Maliki menyatakan bahwa anjing yg masih hidup itu suci. Tentu saja kotorannya najis tapi dianggap najis biasa. Anda bisa mengikuti pandangan madzhab Maliki ini untuk bisa memberi solusi pada kondisi anda. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab

2. Tidak perlu meninggalkan orang tua. Dalam keadaan beliau seperti sekarang wajib bagi anda untuk berbakti dan taat padanya kecuali kalau disuruh berbuat dosa.
Baca detail:
Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua
Menyikapi Orang Tua Non Muslim
AIR BEKAS MENYUCIKAN NAJIS HUKMIYAH

Pak Ustadz saya ada pertanyaan lagi, begini.. Saya kan baca tata cara menghilangkan najis hukmiyah di website alkhoirot. Dikatakan bahwa ketika menghilangkannya cukup dengan menyiramkan air ke tempat najis tersebut, dan walaupun airnya mengalir ke tempat lain itu tidak menularkan najis baru. Jadi meskipun air bekas menghilangkan najis hukmiyahnya menggenang di lantai itu tidak apa-apa ?
Jadi boleh dibiarkan menggenang dan boleh dilap juga ?

Terima kasih

JAWABAN

Ya benar. Air bekas menyucikan najis hukmiyah itu suci tapi tidak bisa dibuat untuk menyucikan najis baru. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan
NAJIS KENCING

Assalaamu’laikum pak ustadz.

Saya mau konsultasi, mengenai masalah najis. Jika saat saya mandi kemudian saya kencing, apakah najisnya jadi berpindah ke seluruh tubuh yang kena air dan saya harus menyiram ulang seluruh badan ataukah saya hanya perlu menyiram bagian yang kena najis yaitu perut ke bawah saja?

Terima kasih pak ustadz

JAWABAN

Kalau anda kencing, maka yang perlu dibasuh adalah bagian kemaluan tempat keluarnya kencing tersebut. Bagian lain dari tubuh anda tidak perlu dibasuh kecuali kalau kencing anda mengena ke bagian tubuh tsb. Sama kasusnya dengan buang air besar (BAB), di mana yang perlu dibasuh adalah hanya di bagian dubur saja. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas