Cara Sukses Ceramah Agama di depan Anak-anak ABG
Oleh: DR KH Rijal Mumazziq Z
Yang paling menantang adalah ceramah di depan para bocils π
Jika konsentrasi anak-anak terpecah, mulai gaduh, dan tidak fokus, satukan kembali dengan yel-yel. Juga bisa diajak shalawatan bersama.
Apabila satu-dua siswa ramai melulu, terapkan taktik pecah kongsi. Caranya, satu anak diminta pindah duduk. Dijejer dengan siswa lain yang bukan karibnya. Biasanya diam dengan sendirinya.
Berdiri tegak. Jangan duduk. Ini menjadikan narasumber sebagai titik fokus perhatian.
Awali dengan cerita. Anekdotis. Minimalisir dalil, kecuali ayat atau hadits yang pendek yang mudah/telah dihafal mereka. Kalau sedang bercerita upayakan suara lantang disertai dengan ekspresi dan intonasi yang tepat. Juga alih suara dengan cepat jika mempraktekkan dialog dua orang. Sebagaimana layaknya dalang.
Terapkan Law of Three ala Steve Job. Apa itu? Pilih 3 poin yang mudah dihafal sebagai sebuah kesimpulan pidato. Satu doa poin terlalu sedikit, lebih dari tiga poin bahasan terlalu banyak dan sulit diingat.
Teknik pengulangan. Ini cara Rasulullah mengokohkan pemahaman sahabat beliau. Satu poin, dijelaskan, dan ketika sudah selesai, minta peserta mengulangi kata kunci yang telah disampaikan. Dua-tiga kali pengulangan akan menjadikan mereka lebih mudah memahami apa yang kita jelaskan.
Bikin kuis. Untuk menguji pemahaman siswa, bikin satu-tiga pertanyaan. Yang bisa menjawab dapat hadiah. Siapkan uang atau hadiah, semisal buku dll, bagi peserta yang bisa menyimpulkan bahasan yang disampaikan narasumber.
Agar materi lebih bisa dipahami, panggil siswa yang berbuat ulah–rame melulu, misalnya– lalu suruh berdiri di samping pemateri, dan diminta mengulang apa yang telah disampaikan. Jika tidak paham, karena ketidakfokusannya, maka dia jangan dibully, apalagi dipermalukan Pemateri mengulangi lagi apa yang telah disampaikan sekilas, siswa yang berdiri tadi diminta mengulangi, selesai. Minta siswa lain untuk bertepuk tangan untuk dirinya, lantas didoakan. Agar dia jadi siswa yang pintar, soleh, dan doa kebaikan lain.
****
Ngisi Pengajian Isra’ Mi’raj atau Maulid atau acara lain di depan ratusan bocils memang kudu sabar dan tegas.
Butuh intonasi yang pas, diksi yang tepat, suara lantang, ekspresi menarik, dan tentu saja mikropon yang tidak mbenging dan kemresekπ
Tak ada siswa goblok, yang ada guru yang belum ahli menjelaskan materi. Ini introspeksi saja.
***
Pagi ini, di depan ratusan siswa-siswi MI al-Ma’arif II PP. Mabdaul Ma’arif Jombang-Jember. Almamaterku. Sekolah yang selalu kucintai. Dan, aku bangga sebagai alumni Mimadua Jombang