Sebuah peringatan keras tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan upaya sistematis dalam “menguasai” sejarah Nusantara. KRT Nur Ikhyak H. mengungkapkan adanya kekhawatiran besar mengenai rencana penyusunan kitab sejarah dalam bahasa Arab yang akan mengklaim keberadaan makam-makam leluhur Ba’alawi di seluruh penjuru Indonesia. Kitab ini diprediksi bukan sekadar karya tulis, melainkan instrumen untuk melegitimasi klaim garis keturunan yang akan disebarluaskan hingga ke wilayah Timur Tengah, seperti Hadramaut dan Tarim.
Menurut Nur Ikhyak, jika pergerakan ini tidak dihentikan sekarang, Indonesia akan menghadapi ancaman serius dalam 50 tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa narasi sejarah yang dibangun melalui bukti makam—yang ia sebut sebagai “makam palsu”—akan menjadi beban berat bagi generasi masa depan yang sulit untuk dibantah jika sudah terlanjur diakui secara internasional. Klaim-klaim seperti “Ini leluhur saya, ini buktinya” akan menjadi senjata untuk menguasai narasi sejarah di berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan dan Sulawesi.
Nur Ikhyak menyebut fenomena ini sebagai bentuk penjajahan yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar urusan finansial. Ini adalah penjajahan spiritual, keagamaan, dan intelektual. Ia menyoroti bagaimana dogma i’tiqodiyah digunakan untuk menonaktifkan akal sehat manusia, membuat masyarakat menjadi “bodoh” karena tidak lagi bersandar pada pembuktian ilmiah. Sebagai solusi radikal untuk memutus rantai klaim sepihak ini, ia menyerukan agar makam-makam yang dianggap palsu tersebut segera dirobohkan demi menyelamatkan martabat sejarah bangsa.
Sumber: KRT Nur Ikhyak Hadinegoro