MANUSKRIP TH 1500-an MASEHI. WALISONGO BUKAN BAALAWI.
Masih banyak manuskrip peninggalan dzurriyah asli Rasulullah ﷺ yang disimpan oleh para Kyai Nusantara, diantaranya manuskrip yang kami bagikan kepada para pembaca semua. Manuskrip tersebut ditulis pada tahun 1500 an Masehi dimana saat itu bangsa Nusantara tidak pernah mengenal siapa habib Baalawi itu. Para Habib justru dengan lancang mengatakan bahwa keturunan Walisongo sudah habis tak tersisa sehingga secara sengaja mereka telah merendahkan Kyai yang sudah tidak lagi hidup mengandalkan keturunan tapi perlombaan dalam kebaikan dan ketakwaan.
Berikut ini kami alih aksarakan manuskrip tersebut agar lebih mudah dibaca oleh semua orang:
”Puniko ingkang sejarah Susuhunan Ratu Giri tedak saking Rasul Iyo iku aputero Fatimah Iyo iku aputero Husein Iyo iku aputero Zainal Abidin Iyo iku aputero Zainal Alim Iyo iku aputero Zainul Kubro Iyo iku aputero Zainul Husain Iyo iku aputero Syekh Jumadil Kubro Iyo iku aputero Maulana Ishaq lan Maulana Ibrahim Asmoro. Moko Maulana Ishaq Iku aputero Susuhunan Ratu Giri iyo iku aputero Susuhunan Dalem Iyo iku aputero Panembahan Prapen Iyo iku aputero Panembahan Kawis Guwo Iyo iku aputero Panembahan Agung Iyo iku aputero Pangeran Mas Meduro dst “.
Tidak ada satupun nama dari klan Baalawi, baru mulai tahun 1933 M dicatat bahwa Walisongo itu bermarga Adzmatkhan dari jalur Abdul Malik keatas sampai Alawi bin Ubaidillah.
Sejarah Nusantara sengaja dikaburkan dan dikuburkan lalu dikabarkan dengan berita sejarah palsu versi mereka.
Waspadalah!!!
━KRT Nur Ikhyak Hadinegoro.