Calon mertua perempuan tidak setuju

Assalamualaikum, Wr, Wb

Sebelumnya nama saya E saya dari 2 bersaudara. adik saya laki-laki. Mungkin email saya ini agak panjang. tapi mohon sekiranya agar dibaca dan apa yang sebaiknya saya lakukan.

dalam waktu tahun ini saya akan melangsungkan pernikahan. akan tetapi ibu dari calon suami saya tidak ingin menemui saya. masalahnya waktu itu tanggal 10 Januari 2017 ibu dari calon suami saya silaturahmi ke rumah saya dengan tujuan ingn mengetahui rumah saya dan sekaligus meminta ijin kepada orang tua saya sebagai tanda anaknya akan dibawa ke jenjang serius.

disitu ayah saya bercerita tentang banyaknya permasalahan yang ada di keluarga saya. apalagi setelah menyekolahkan saya yang butuh begitu banyak dana dan ibu saya belum memiliki dana lagi untuk menikahkan saya dalam waktu dekat.

jadi maksud orang tua saya belum siap menikahkan saya karna belum ada uang waktu dekat ini. akan tetapi pihak dari ibu calon suami saya menafsirkan bahwa perkataan orangtua saya adalan menolak anaknya menikah dengan saya.

setelah kejadian tersebut saya menjelaskan maksud dari orang tua saya kepada ibu calon suami saya. akan tetapi jangka waktu 1 bulan setelah kejadian tersebut ibu calon suami saya memaki-maki saya dan mengatakan saya dengan suara lantang perkataan binatang yang nggak sepantasnya dikatakan kepada seseorang (wanita) dengan membawa bahwa orang tua saya adalah keluarga dari salah satu hewan (yang nggak bisa saya sebutkan). sungguh sakit saya dimaki seperti itu.

setelah kejadian tersebut calon suami saya marah kepada ibunya karna sudah memaki saya dengan cara yang tidak pantas seperti itu. dari situ saya sampai sekarangpun tidak pernah diijinkan berkunjung kesana. Calon suami saya adalah anak yang termasuk diandalkan dalam segala kebutuhan keluarganya.

calon suami saya dari 5 bersaudara dan dia adalah anak terakhir. kakak pertamanya bekerja di satpol PP, kedua tidak bekerja, ketiga mengikuti suami di kupang, keempat tidak bekerja dan terakhir adalan calon suami saya. 2 saudaranya menjadi janda dengan memiliki anak 3.

biaya pembayaran rumah listrik air atau kebutuhan lain calon suami saya belum sanggup mencukupi semuanya. gaji calon suami say mampu mencukupi tidak lebih dan kurang utk kebutuhan lainnya. saya sering kali membantu calon suami saya dengan memberikan gaji saya ke keluarganya utk kebutuhan keluarganya tanpa sepengetahuan ibunya.

tetapi dibalik itu ibunya selalu mengatakan kepada semua orang bahwa saya adalah wanita yang telah menghabiskan gaji anaknya (calon suami saya). padahal tidak sedikitpun saya mau merepotkan calon suami saya. karna saya juga kerja. selagi saya bisa memenuhi kebutuhan saya sendiri saya tidak akan minta kepada orang lain.

sampai suatu saat suami saya mengalami kecelakaan. saya disitu nangis melihat kondisinya. tangan nadi putus akibat memukul kaca karena marah dengan ibunya yg telah mencoret coret sepeda saya. disitu saya bertemu ibunya dan meminta salam tetapi ibunya malah meninggalkan saya. dan setiap harinya yang menjaga calon suami saya adalah saya. ibunya tidak sama sekali datang menjenguk atau apapun, biaya sayapun juga tanggung. tapi saya nggak mau mengungkit masalah uang. lillahita’ala saya ikhlas demi calon suami saya.

sampai sekarangpun saya tidak baikan dengan ibunya. padahal pertengahan tahun saya akan menikah.

orang tua saya sudah merestui hubungan saya dan akan menikahkan saya. karna mereka tau bahwa itu adalah kewajiban dari orang tua saya.

dalam kondisi ini ibunya selalu membuat hubungan saya hampir putus dengan mendukunkan saya dan calon suami saya dari jauh. saya sangat takut dengan hal itu.

sering calon suami saya terlihat linglung dan diajak bicarapun terkadang nggak nyambung. tapi saya sangat menyayangi dia begitupun dia sebaliknya dengan saya.

disini saya ingin bertanya apa yang seharusnya saya lakukan dengan ibu calon suami saya. apa saya harus diam seperti ini atau bagaimana ?
mohon bantuannya sekiranya saya diberikan solusi. Trimakasih

Wassalamualaikum, Wr, Wb

JAWABAN

Kalau orang tua anda sudah setuju rencana pernikahan, maka sebenarnya secara agama tidak ada masalah. Yang masalah hanya masalah sosial apabila calon mertua perempuan anda tidak setuju. Namun untuk urusan itu, serahkan ke suami dan orang tua anda.

Yang perlu anda lakukan adalah tetap konsisten beribadah shalat yang wajib dan yang sunnah dan jangan lupa berdoa mohon petunjuk Allah agar hati ibu calon anda dibuka. Baca detail: Doa Agar Direstui Orang Tua

SUAMI PERNAH SELINGKUHd

Kami menikah Juli 2012 dan sudah dikaruniai anak sepasang. Sulit sebenarnya bagi saya utk mulai dari mna pak/bu. Suami saya memiliki sifat tempramental, keras kepala dan trkadang bila sudah emosi beliau tdk segan utk memukul. Yg menjadi pelampiasanny anak kami. Smntara dgn saya masih sebatas melemparkan barang dan belum ke kontak fisik.

Sejak awal pacaran saya tau dia orangnya suka selingkuh.singkatnya, jika dgn prmpuan lain dia gak bisa menahan pndangannya. awalnya saya fikir mungkin dgn menikah dia akan berubah. Tapi awal prnikahan saja kmi sudah bertengkar gara” teman perempuannya. Dia bilang saya trlalu pncemburu.

Puncaknya mei 2015, suami saya dihajar hingga babak belur oleh suami selingkuhannya krn ketahuan tidur dengan istrinya 3x. Sebenarnya saya sudah mencium gelagat aneh suamu saya pada saat itu tapi lagi2 saya fikir,jgn sampai berprasangka buruk. Masya Allah, gak kuat saya rasanya kalau ingat saat2 itu pak/bu.

Singkat cerita, pada saat itu hanya ibu mertua yg saya beritahu.orang tua saya tidak..krn saya fikir itu aib. Tpi apa kata ibunya, kan tidak ada materi yg dirugikan jdi lanjutkan prnikahan klian demi anak. Astagfirullah..

Saya berhenti dari pekerjaan saya sebagai karyawan dmi rumah tangga ini dan dia janji akan berubah, lagi2 saya percaya.krn bagaimanapun saya Jg manusia tak luput dr salah.
Setahun stelah itu anak kedua kami lahir.

Skrg kmi berdua memutuskan utk memulai usaha namun usha tidak berjalan lancar. Entah mungkin krn faktor stress atau apa,akhir2 ini sering skali kata” sumpah serapah yg ia lontarkan. Rasanya saya koq tidak ada harganya dimatanya pak/bu
Padahal usaha ini juga saya jg yg mengerjakan,kami membuka usaha makanan,saya yg memasak,dia yg menjualkan.

Saya fikir dan fikir lg secara mendalam,apa dari awal pernikahan ini seharusnya tdk trjadi ya supaya tdk ada yg disakiti.

Ya Allah,,ampuni saya krn sudah membuka aib rumah tangga kami. Saya benar2 butuh konseling pak/ bu. Sempat trfikir oleh saya utk akhiri hidup tapi skali lg,anak” masih butuh saya. Saya harus bagaimana pak/bu.apakah kami seharusnya bercerai saja. Lantas apa yg hrus saya lakukan?ke syapa saya harus cerita lagi?ke mertua percuma saja, tetap anaknya tidak prnah salah dimatanya. Perempuanlah yg salah. Ya Allah… saya harus bagaimana?

Mohon knomor syapa saya bisa telfon utk cerita? Jika bisa ke ukhti/prempuan saja supaya tidak ada fitnah.trimakasih.

Wassalamualaikum,

JAWABAN

Kalau memang anda tidak lagi merasa cocok bersamanya sampai ingin bunuh diri, maka Islam memberi jalan keluar yaitu bercerai. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

Bercerai bisa dilakukan dengan meminta cerai langsung pada suami atau melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Baca detail: Cerai dalam Islam

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *