Cara sembuh dari takut mati

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf jika menganggu. Saya mungkin tidak hanya akan mengajukan pertanyaan tetapi sekaligus curhat. Saya seorang pelajar yang berusaha sebesar mungkin untuk berpikir terbuka salah satunya dengan menghargai banyaknya perbedaan antara manusia. Tetapi mungkin langkah yang saya ambil memang salah. Saya menganggap bahwa adalah suatu hal yang benar jika siapapun menjadi bagian dari LGBT, jikapun dosa biarkan saja itu hanya urusan Allah dengannya.

Saya mengabaikan dan tidak suka dengan seseorang yang melarang dan menjelek-jelekan LGBT dengan membawa-bawa aturan yang terdapat pada Al-quran. Begitupun dengan beberapa kasus lainnya yang jika ada seorang muslim mengingatkan, saya tidak suka dan menggunakan ‘open minded’ sebagai alasan mengapa saya memiliki perasaan demikian.

Sehingga saya mulai menyadari bahwa hal tersebut hanya karena saya menjauh dari Allah dan Agama Islam. Masih banyak hal yang serupa. Bukannya saya tidak pernah diajarkan mengenai Agama Islam, Ibu dan Kakak perempuan saya sudah berusaha mengajarkan saya banyak hal dan sedikit demi sedikit hal tersebut benar-benar mempengaruhi saya untuk lebih mengenal islam. Saya memang orang yang sangat penakut. Apa yang saya jabarkan mengenai sikap saya memang buruk. Sebagai manusia juga saya berusaha untuk melakukan hal-hal baik yang saya tahu bahwa hal tersebut bukan apa-apa karena pemikiran dan tingkah laku saya yang salah juga lebih banyak. Saya meminta maaf pada Allah dan melakukan hal tersebut lagi.

Ibu atau Bapak yang sedang membaca pesan ini, maka dari itu saya berusaha mungkin untuk tidak berjanji untuk benar-benar menjauhi larangannya. Saya menghindari sebuah Janji yang berasal dari mulut saya. Saya akan menerapkannya langsung melalui perilaku saya. Saya berusaha untuk belajar menjauhi larangan-Nya. Dan saya berusaha untuk mendekat kepada Agama Islam yang sudah lama saya jauhi. Meskipun belum sempurna, masih sangat belum sempurna, ketakutan tersebut seolah makin bertambah. Dari kecil saya memang takut jika mendengar hal yang berhubungan dengan kematian.

Rasanya seperti mimpi buruk. Hal yang bisa membuat saya lupa dengan kematian adalah bersenang-senang. Mendengarkan music, membaca, makan, atau pergi bersama teman dan segala hal lainnya. Kemudian saya membaca suatu buku yang benar-benar mengingatkan saya akan kehidupan akhirat. Tentang kematian yang akan terjadi pada saya dan semua manusia. Saya sangat takut. Maka dari itu, saya berusaha untuk sedikit demi sedikit mengubah perilaku saya yang sudah membuat saya menjauhi Allah. Tapi, malam ini kecemasan itu kembali datang. Saya resah dan sulit untuk menutup mata. Saya akan berusaha mendekat, tetapi saya takut Allah tidak memberi waktu kepada saya. Saya takut dengan kematian.

Saya seorang Wanita yang masih belum menutup aurat saya. Saya ingin, tapi saya memang belum mau untuk berhijab meskipun sudah ada perintah dari Ibu dan Kakak saya. Saya merasa belum waktunya. Meskipun saya tahu bahwa jika hanya menunggu waktu, saya benar-benar menyia-nyiakannya. Saya takut dengan kematian sementara sudah banyak kesalahan dan dosa yang sudah saya perbuat dan hal tersebut membuat saya cemas hingga saya tidak bisa tidur. Sangat menganggu. Saya merasa dekat dengan Allah tetapi ketika mengingat betapa selama ini saya sudah menjauhi Allah dan Agama saya, saya benar-benar merasa jauh.

Ibu atau Bapak, saya ingin meminta nasihat kepada Ibu atau Bapak mengenai ketakutan saya terhadap kematian. Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana caranya agar kecemasan dan ketakutan tersebut bisa hilang? Langkah apa yang paling tepat untuk saya mendekat kembali pada Agama Islam?

Sebenarnya, masih banyak sekali yang saya ingin tanyakan. Saya tidak bisa memungkiri bahwa damai rasanya jika saya berusaha mendekatkan diri pada Allah. Terima kasih untuk Bapak atau Ibu yang telah menyempatkan untuk membaca pesan saya yang panjang. Terima kasih. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

Baca dua artikel berikut:
Cara mengatasi takut mati
Tanda kematian dalam Islam

CERITA AIB PADA IBU

Assalamu’alaikum.. begini saya mau bertanya apakah saya boleh menceritakan kepada ibu kandung saya sendiri bahwa saya pernah melakukan zina dengan pacar saya, saya pernah membaca bahwa kita tidak perlu menceritakan kepada calon suami karena Allah akan menutupi aib hambanya jika hambanya tersebut benar benar bertaubat, apakah itu berlaku sama kepada orang tua, terimakasihh mohon balasannya

JAWABAN

Aturan umum dari Nabi adalah hendaknya tidak bercerita kepada siapapun soal aib. Karena, menutup aib termasuk bagian dari taubat di samping tidak mengulangi lagi. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملا، ثم يصبح وقد ستره الله، فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه

Artinya: Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan berbuat dosa), dan termasuk bentuk Mujaharoh (terang-terangan dalam berbuat dosa) adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi hari dosanya telah ditutup oleh Allah, dia berkata: “Wahai fulan semalam aku telah melakukan seperti ini dan ini (menceritakan dosanya).” Allah telah menutupi dosanya di malam hari, tetapi dia membuka kembali dosa yang telah ditutup oleh Allah tersebut.

PENDOSA ZINA APAKAH DOANYA TERKABUL

Assalmualaikum
Saya mau bertanya..apakah seorang yang sering melakukan dosa besar zina misalnya dan dia mendoakan orang tuanya yg sudah meninggal apakah doa tersebut akan di terima Allah?..terima kasih atas jawabannya

JAWABAN

Kalau dia belum bertaubat dengan taubat nasuha, maka doanya kemungkinan besar tidak akan diterima. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Si anak hendaknya melakukan taubat nasuha untuk kebaikan dirinya sendiri dan agar doanya diterima sebagai bentuk berbakti pada orang tua. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

MENGULANG BACAAN AL-FATIHAH SAAT SHALAT

1. Ustadz apakah boleh mengulang bacaan ayat surat al fatihah dalam sholat yang lafaznya kurang jelas atau kurang panjang, dikarenakan saat membaca nafas tidak sampai, tenggorokan sakit?

2. Bagaimana konsep menghitung angsuran hutang menurut islam? kalo disalahsatu bank syariah, angsuran tetap misal 900 ribu per bulan dengan rincian untuk angsuran ke-1 angsuran pokok hutang 100 ribu, angsuran margin 800 ribu. angsuran ke-2 angsuran pokok 105 ribu, angsuran margin 795 ribu.

JAWABAN

1. Boleh. Tidak ada larangan. Baca detail: Shalat 5 Waktu

2. Hutang harus dibayar sesuai dengan nilai hutang. Baca detail: Hutang dalam Islam

Tanya Islam pada ahlinya, klik di sini!

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *