Syarat pernikahan yang tidak terpenuhi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu..

Saya ingin bertanya ustadz..
Masih sah kah pernikahan saya, yang mana orang tua saya memberikan syarat kepada suami saya sebelum menikah untuk berhenti merokok. Dan dijawab oleh suami saya waktu itu, akan diusahakan.
Namun sampai 5 tahun pernikahan, suami saya belum juga berhenti merokok. Bahkan tidak ada yang berubah takaran merokoknya dari awal kita menikah sampai sekarang (tidak benar-benar mengusahakan berhenti).
Syukron ustadz..
Mohon jawabannya..

JAWABAN

Nikah sah. Janji yang diingkari tidak membatalkan nikah. Lagi pula janjinya kan “akan diusahakan”. jadi, janjinya tidak 100%. Walaupun demikian ingkar janji adalah dosa. Baca detail: Hukum Janji

Tapi dosa ingkar janji itu tidak membatalkan nikah. Nikah hanya bisa batal karena (a) suami mengucapkan kata cerai secara lisan atau tulisan; atau (b) hakim menceraikan karena gugat istri. Baca detail: Cerai dalam Islam

RUMAH TANGGA: TALAK TIGA TANPA MERASA

assalamualaikum p ustad…
sy berpisah dg suami sy karena sy tidak berdaya sudah berbagai cara sy tempuh dr mencoba konsul mediasi ke kua dan kyai yg berbeda dg pendapat kyai suami sy menjelaskan bhwa kami belum ada talak karena suami tidak pernah mengucapkan talak seblumnya tp tetap tidak bs merubah pendirian suami sy

suami,ibu mertua dan bpk kyai yg sudah dikonsultasi oleh suami saya mengatakan bahwa sy sudah ditalak tiga oleh suami sy dan kami sudah bukan mahram lagi sehingga harus berpisah..sy sangat syokk terlebih lagi kami baru saja dikaruniai seorang anak..kami berpisah smp skr sudah sudah lama seumur anak sy 3 tahun…

pendirian suami sy tetap bepegang teguh pada kt pak kyai yg dikonsultasinya itu yg kebetulan kyai di desa kami asal masalah dlm rt kami memang berawal dr sy…

setiap kami bertengkar sy sering mengucapkan kalimat minta pisah/cerai tp itupun sy memang blm bs mengontrol emosi masalah sepele hanya ingin diperhatikan lebih diperhatikan ketika sy hamil dan suami sy bilang setiap sy mengatakan itu suami sy membatin/berkata dlm hatinya mengiyakan tp tidak pernah diucapkan pernah 1 x hanya menjawab iya itupun pd saat sy hamil sy lupa brp bulannya tp setelah itu suami mengumpuli sy lagi…

setelah sy melahirkan sikap suami sy berubah seperti mendiamkan sy cenderung membiarkan sy…padahal sy selama menjadi istrinya selalu bekerja u memenuhi keb saya anak saya suami sy & rt sy…

sy tidak keberatan tidak diberi uang belanja krn suami sy sedang mencari jalan rejeki sy ikhlas tp balasannya ketika ada masalah dg sy malah suami tidak pernah ada itikad baik u menyelesaikan dg sy secara baik2 malah mencari jalan keluar sendiri dg kelurganya tanpa pertimbangan dr pihak sy…

sy divonis sudah talak tiga….

tp sampai 2 tahun lamanya suami sy tidak mengurus perceraian tp juga tidak menafkahi sy hanya memberi uang u anak sy yg sangat jauh dr cukup sehingga sy pun masih harus bekerja untuk menutupinya…

pernah sekali sy minta ditambah kr anak sudah semakin besar alhamdulillah sy bs menyusui dn membesarkan anak sy meakipun tanpa kasih sayang ayahnya cenderung sering dibuat stress kr sy tidak ingin bercerai tp suami sy kekeh kr sudah talak 3…

saking geramnya keluarga sy minta penjelasan mau dibawa kemana rt mu…sampai kpn dibiarkan menggantung tanpa kejelasan…pas sudah 2,5 tahun…lalu suami sy mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama….krn sy tidak ingin bercerai sy menggunakan pengacara yg sy kuasai bahwa sy tidak ingin bercerai sy pun memberi syarat sy mau bercerai kl sy diberikan hak2 sy yg sudah terabaikan dan pembagian harta gono gini yg memang km dapat setelah kami menikah…

ternyata benar filing sy suami sy mundur dan mencabut gugatan cerainya dan dikabulkan….dan ketika itu sy mencoba membujuk suami sy dengan menjelaskan talak 3 itu tidak benar tp malah dg entengnya suami sy bilang walaupun tidak talak 3 sy tetap tidak bisa sy lebih syokk lago mendengar dr sekian alasan penolakan suami sy

padahal sy sudah berusaha mengikuti keinginannya tapi suami sy tetap tidak mau melihat memperdulikan itu bahkan untuk anak kami yg masih sangat kecil
yg sy ingin tanyakan :

1.suami sy mengiyakan dlm hati tanpa sy tahu dan kembali melakukan hub suami istri lg, mengiyakan hanya menjawab iya tidak jelas maksudnya iya untuk apa (dlm keadaan sy mengandung), mengajukan gugatan cerai tanpa mengucapkan ikrar talak krn dicabut kembali gugatan tsb apakah sudah jatuh talak , kl iya talak yg keberapakah itu?
2.apakah sy bisa rujuk kembali ataukah status kami masih suami istri
3.bagaimana caranya sy bs rujuk kembali dg suami sy
4.bagaiman pendapat p ustad dg permasalahn sy tsb

terima kasih

JAWABAN

1. Ucapan talak atau mengiyakan permintaan talak istri harus diucapkan secara lisan. Dan mengiyakan permintaan talak istri itu hukumnya talak kinayah yang baru jatuh talak apabila disertai niat. Baca detail: Mengiyakan Permintaan Cerai Istri

Kalau disertai niat, maka jatuh talak satu. Baca detail: Cerai dalam Islam

Talak saat hamil atau haid tetap terjadi talak. Baca detail: Talak saat Haid dan Hamil

2. Bisa. Karena baru jatuh talak satu. Tapi kalau terjadi talak, dan masa iddah sudah habis, maka untuk rujuk harus dilakukan akad nikah baru.

Tapi bisa tidaknya itu tergantung suami. Kalau suami menolak rujuk, maka tidak bisa rujuk.

3. Ajak suami anda untuk rujuk. Kalau dia tidak mau, maka anda tidak bisa memaksa.

4. Kalau suami sudah tidak lagi mencintai anda, maka tidak ada alasan bagi anda untuk memaksa rujuk. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

SUAMI TIDAK SIAP PUNYA ANAK DAN MENGINGINKAN ABORSI

Dear Konsultasi Syariah,

Perkenalkan saya wanita, sudah menikah 1,5 tahun. Saya sedang mengalami hal yang sangat pelik di kehidupan saya.

Saat saya menulis email saya sedang mengandung 10 minggu, ini kehamilan pertama bagi saya dan suami.

Permasalahannya adalah kehamilan ini adalah kehamilan tidak terencana, kami merencanakan kehamilan disaat umur kami menginjak 30 tahun, dikarenakan dari segi mental serta financial kami mengusahakan sudah siap untuk punya anak.

Namun, nasi sudah menjadi bubur, saya hamil, suami saya saat pertama kali tahu sangat marah dan tidak terima hingga sekarang. Terkadang dia bilang dia ingin mempertahankan bayi ini namun bisa jadi semenit kemudian dia minta untuk aborsi.

Suami saya seperti ini dikarenakan faktor keluarga dari pihak suami saya. Orangtuanya sangat muda saat memiliki suami saya (21 dan 22 tahun) dan orangtuanya sangat mendikte dan selalu menyakiti suami saya (secara verbal mau fisik), maka dari itu suami saya sangat trauma apabila punya anak di umur yg sangat muda.

Saya sangat sedih melihat suami saya depresi, namun disisi lain saya juga butuh perhatian dikarenakan saya sedang hamil.

Apa yang harus saya lakukan ?

Mohon jawabannya

Terima kasih

JAWABAN

Baca detail: Hukum aborsi

Mau tanya soal Islam pada ahlinya? Tanya di sini.

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *