Kirim pertanyaan via email ke: alkhoirot@gmail.com

Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Terjerat Riba Suami

TERJERAT RIBA SUAMI

Assalamualaikum wr wb
saya mau menceritakan tentang yg saya alami & saya minta saran apa yg harus lakukan.
saya tinggal terpisah dgn suami karena saya kerja di kota yg berbeda tp masih bisa d jangkau 3-4 jam perjalanan.
waktu saya hamil, suami saya tidak pernah datang k saya, slalu saya yg k rumahnya (sebetulnya jg ga mau karna ribet bawa badan, tp ga enak sm tetangga2 yg suka ngomong, suaminya ga pernah keliatan)
selama 9 bln hamil, ga ada 1x pun dia menemani priksa kandungan (padahal kalo emang dia mau & peduli sm anaknya, kan bisa ngajak cek dekat rumahnya, tapi ya sudah, lewat)

kemudian pabrik pindah k lain kota (ini dekat dgn rumah orang tua saya), sebelumnya kami sudah sepakat untuk saya ikut pindah & tinggal dulu sambil menunggu lahiran dan lain2, sambil bayar angsuran (wktu itu cm 700 klo ga salah) sambil cicil hutang saya sndiri itu 1 taun bisa lunas, asal suami transfernya benar & sesuai untuk kebutuhan anaknya aja.
saya jg bilang kalo nanti pas cuti 3 bln itu ga digaji (jd saya mnta tolong suami untuk bayar2in dulu, cm 3 bln aja)
tapi
sampe pada saat pindah dan berbulan2 itu uang untuk dokter, bidan, lahiran, beli perlengkapan bayi, ga ada yg d transfer sama sekali
saya juga harus bayar cicilan dan macam2 itu kan ga cukup dgn hanya gaji saya.
di gadai laah bpkb motor, pakai kartu kredit (saya tidak pakai selama ini), pinjam k bank jg. saya tidak ingin terjerat riba, tapi tidak ada cara lain.

dan pas anak lahir jg ga langsung datang kan suami saya, setelah anak usia 3 bln baru datang (menurut orang jawa pakaian kotor yg dipakai waktu bersalin yg cuci itu suami, kalo bukam suami, harus “membayar” orang untuk mencucikannya) dan dia tidak bilang maaf atau pun terima kasih sama orang tua saya. dia juga tidak membawa uang untuk ‘merapel’ kebutuhan2 anak & selama saya cuti.

selama tahun setelah itu jg transfer paling 450, 600, 850 itu cuma bayar cicilan, untuk nafkah saya tidak pernah dikasih
padahal yg harus dibayar banyak
yg cicilan2 waktu cuti itu gimana saya mau bayar
simulasinya gini, total cicilan saja 1800, dia kasih uang (tdk tiap bulan, kadang 2 bln sekali) cuma 800, sisa nya gimana?
gaji saya sudah untuk saya makan, ada cicilan yg sudah saya bayar, untuk keperluan saya & anak saya.
tabungan saya, emas saya sudah habis.
kalo seperti ini punya suami & tidak, jadi sama saja.
dia tidak pernah peduli dengan keperluan anak & saya, apalagi cicilan
yg seharusnya sekarang ini saya sudah tidak punya hutang & cicilan.

saat saya ikut suami di rumah mertua, yg kasih makan juga bukan suami melainkan mertua.
itu begitu terus sampai sekarang, dan malah jadi makin tambah hutang2.
ini sampai saya tulis, sudah 2 bulan belum ada uang yg sampai ke saya

kemudian saya harus bagaimana,
saya ingin bercerai karna ada atau tidaknya suami saya untuk saat ini tidak ada pengaruhnya & malah membuat saya terjerat riba.

Demikian, terima kasih.
Wasalamualaikum wr wb.

JAWABAN

Kalau anda ingin cerai, maka itu bisa dilakukan dengan salah satu dari dua cara: a) minta suami menceraikan anda secara lisan atau tulisan; atau b) melakukan gugat cerai ke pengadilan agama.
Baca detail:
Cerai dalam Islam
Istri Minta Cerai karena Tak Cinta

CERAI NIKAH SIRI SAAT NIFAS

Assalamualaikum wr wb

Saya mau bertanya dan bercerita sedikit ttg masalah saya saat ini untuk menemukan solusi yg terbaik..
Saya adalah istri kedua dari suami saya kami menikah siri tanpa istri pertama mengetahuinya, seiring berjalannya waktu pada saya hamil dan dgn pada saat tragedi saya mengalami keguguran pada saat itu juga istri pertama menghetahui pernikahan kami..

awalnya istrinya tidak terima dan meminta suami untuk menceraikan saya kalau tidak dia yg akan mengajukan perceraian dan memisakan suami dgn anak” dari hasil pernikahan istri pertama.. suami saya bingung dan kami dalam keadaam dilema dgn kondisi saya dirumah sakit sendiri krna harus menjalani kuretase dan tanpa ada suami yg mendampingi saya.. entah ada keajaiban apa kpda istrinya stlah saya siuman sehabis kuretase kami berdua berbicara di chatting setelah saya minta maaf atas kesalahan saya akhirnya istrinya menerima saya..

tapi semua itu tidak berjalan lama stlah beberapa hari sang istri pertama berubah drastis katanya mau mengajukan cerai yg membuat saya dan suami kebingungan.. sang istri pertama bilang kalau suaminya tidak bersikap adil krna sikap suami saya yg menceritakan saya kepadanya..

Dan esokan paginya suami saya memilih untuk menalak saya dgn alasan ini keputusan untuk anak”nya.. beliau melanak saya disaat keadaan saya sedang nifas dan bersikap seolah tak perduli lagi setelah berbicara akan niat menceraikan saya. Dan saya sangat tidak mau kalau suami jauh dari anak”nya.

Pertanyaan saya :
1. Apakah yg harus saya lakukan? Pasrah menerima perceraian ini atau tidak?
2. Apa talak itu tetap berlaku disaat keadaan saya nifas?
3. Bagaimana hukum suami yg bersikap seperti itu trhdp saya?

JAWABAN

1. Dalam syariah Islam, Istri tidak bisa menolak ucapan talak dari suami. Ketika suami menyatakan talak, maka hukum talaknya sah. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Ya. Talak berlaku walaupun saat nifas, atau hamil atau haid. Baca detail: Cerai Hamil atau Haid

3. Secara sosial itu kurang baik. Namun status talak tetap jatuh secara agama.

 

Kembali ke Atas