Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Cara sembuh dari OCD Talak Cerai

WAS-WAS KATA CERAI

Assalamualaikum
Karena kebodohan saya.saya menderita was2 ustadz,kalo saya mendengar kata cerai di tv atau baca di internet pasti jantung saya berdebar dan dada saya terasa sakit,dan karena was2 justru menambah banyak masalah

1.waktu istri saya kerja di luar kota saya pernah sms atau telpon saya lupa ,tapi saya lebih yakin sms begini ustadz : demi allah jika kamu selingkuh kamu akan aku aku cerai maksud saya sampai berhubungan badan sama orang. Dan kejadian ini sebenarnya sudah lama,dan saya belum menderita was2 , dan niat saya waktu itu agar dia nggk selingkuh.

Tapi setelah saya menderita was2 saya jadi takut kalo2 istri saya pernah selingkuh dan sudah jatuh talak karena sms saya di atas, saya jadi ketakutan akhirnya saya telpon dan mengingatkan sms saya diatas lewat telepon saya ngomong begini :buk dulu saya pernah ngomong sumpah demi allah jika kamu selingkuh kamu akan aku cerai ,apa kamu pernah selingkuh? saya jadi takut kamu pernah selingkuh dan hubungan kita jadi nggak halal, tapi di jawab istri saya ,tidak. dan saya bilang berani sumpah di jawab istri saya berani dan akhirnya saya tenang lagi

2.karena saya sering krja di luar kota , saat pulang saya dulu sering menanyakan ke istri apa pernah selingkuh apa nggk dan selalu mengajak istri untuk mengucapkan sumpah kalo nggk pernah selingkuh .dan istri bilang sumpah demi allah aku nggk pernah selingkuh. lalu saya juga langsung percaya, apakah menuduh istri selingkuh seperti ini bisa jatuh talak ustad?

3. Saya pernah baca di tanya jawab,yg membahas jika seorang ngomong talak sendiri walau tidak ada istri dan orang lain mendengar, menurut mayoritas ulama bisa jatuh talak,tapi ada juga pendapat terjadinya jika ada niat. Karena saya baru tau waktu itu saya kaget dan pikiran saya jadi kacau dada ini terasa sakit sekali ustadz,dalam hati, saya kok saya masih nggk percaya. saat saya bengong dan meng angan2 yg saya baca tadi, tiba2 tidak saya sadari antara sadar dan tidak ustadz, saya mengucap, “tak cerai kamu” walau pelan,dan waktu mau mengucap lagi baru sampai” aku cer” saya ter sadar pak ustadz, langsung aku tutup mulutku pakai tanganku sendiri, dan waktu itu saya juga tidak ada niat cerai ustad Habis itu saya menangis sendiri kenapa kok tadi bisa terucap demikian,dan pikiran saya waktu itu tambah kacau ustadz

4.masih di hari yg sama ,saat pikiran saya kacau, saya teringat pernah baca di internet yg membahas kalo takut atau phobia kata2 ter tentu, justru disuruh mengucap kan terus menerus kata tersebut,agar menjadi tidak takut, dan saya juga pernah baca di internet apa yang di ucapkan hati dan pikiran walau di ulang2 seribu kali tidak ada dampak hukumnya. Mungkin karena teringat itu dan pikiran saya kacau, waktu itu saya mengucap dalam hati dan pikiran,dan mulut saya, saya tutup rapat, saya mengucap” aku cerai kamu “kadang (kamu) saya ganti dngan menyebut nama istriku. Dan waktu itu saya mengucapkannya ber ulang2 tapi mulut saya, saya tutup rapat ustadz, Tapi sekarang saya malah jadi takut kalo ini bisa jatuh talak, dan juga saya takut kalo saya termasuk orang yg mempermainkan hukum ustadz.

5.saat was2 memuncak biar hati tenang saya pernah mengucap begini ustadz,waktu itu saya lagi di luar kota, kalo sampai pulang was2 saya nggk sembuh mungkin allah sudah nggk ridho sama pernikahan saya kalo sampai pulang nggk sembuh saya nggk akan berhubungan intim sama istri saya selamanya, dan waktu itu saya mengucapkan demikian berulang2 agar hati saya tenang karena waktu itu saya takut kalo saya pernah mejatuhkan talak ke istri , dan takut kalo terhitung zina,tapi saya tidak ingat ini terucap dengan lisan apa dalam hati karena saat was2 saya kambuh dan parah saya suka bicara dalam hati sendiri tapi juga tanpa aku sadari kadang terucap dengan lisan walau sangat pelan dan waktu itu sampai pulang nggk sembuh ustadz

6.saat saya nulis seperti ini , yg tujuan nya saya tujukan untuk bertanya ke ustadz kalo saya nulis kata2 yg ada kata cerainya seperti di atas, saya juga takut pak ustadz kalo jatuh cerai, karena waktu nulis seperti itu hati saya kayak ada yg berbisik kalo bisa jatuh talak
Maaf pak ustadz untuk kasus nomer 6 saya mau nambahi, setiap saya nulis kata yg ada kata cerainya niat saya selalu di ganggu kayak di perlihatkan istri gitu ,dan apa istri saya boleh baca tulisan ini pak ustadz biar dia ngerti keadaanku

Pertanyaan
1,(a)Apakah kasus nomer 1 berarti sudah termasuk kategori mengucapkan talak lewat telpon ustad karena telah mengingatkan dan mengucapkan lagi lewat telepon
1.(b) dan bagaimana jika istri selingkuh tapi saya tidak tahu
1(c) maksud saya selingkuh adalah sampai berhubungan badan apa jatuh talak kalo istri cuma jalan bareng.
2.Apakah dari kasus 2sampai 6 ada yg menjadikan jatuh talak pak ustadz ?dan tolong di jelaskan satu persatu,
3.Untuk kasus nomer 4 apa saya termasuk orang yg mempermainkan hukum pak ustadz, apa saya perlu bertobat

Pak ustadz saya pekerja proyek sudah lama saya menderita was2 masalah talak, jika kambuh dan sangat parah pekerjaan saya juga kacau ustadz ,jika boleh saya ingin mendapat bimbingan ustadz secara langsung untuk beberapa hari ustadz ,tapi nggk bisa lama karena saya kuli proyek yg harus menafkai keluarga bisa kah saya datang kesana ustadz?untuk kesembuhan saya

Di kasih dalil argumentnya ya pak ustadz

JAWABAN

1a. Tidak termasuk talak. Pertanyaan anda via telpon itu masuk kategori cerita talak yang hukumnya tidak jatuh cerai. Zakariya Al-Anshari dalam kitab Al-Ghurar Al-Bahiyyah fi Al-Bahjah Al-Wardiyyah 4/246 menyatakan:

قوله: وقصد. أي قصد لفظه لمعناه أي قصد لفظه ومعناه؛ إذ المعتبر قصدهما ليخرج حكاية طلاق الغير، وتصوير الفقيه، والنداء بطالق لمن اسمها طالق

Artinya: “… yang dianggap (dalam talak) adalah kesengajaan dalam kata dan makna. Tidak termasuk dari talak adalah bercerita tentang talak orang lain, dan penjelasan talak seorang ahli fiqih, dan panggilan dengan kata “Taliq” (orang yang dicerai) bagi wanita yang kebetulan bernama Taliq.”

Jadi, kata ‘talak’ atau ‘cerai’ baru berdampak cerai apabila disengaja dalam kata dan maknanya. Sedangkan dalam konteks bercerita tidak termasuk menyengaja untuk menceraikan.

Baca detail: Cerita Talak

1b. Dalam hukum syariah Islam, asumsi itu tidak dianggap. Yang dianggap adalah fakta. Dan faktanya, istri telah bersumpah tidak melakukan perselingkuhan. Maka, dianggap tidak terjadi selingkuh. Kecuali ada bukti sebaliknya. Sumpah seseorang itu dianggap bukti dan fakta.

Nabi bersabda:

لو يعطى الناسُ بدعواهم، لادَّعَى رجال أموالَ قومٍ ودماءَهم، ولكن البينة على المدعِي، واليمين على مَن أنكر

Artinya: Apabila ada A menuduh B, maka A harus membuktikan tuduhannya (dengan bukti). Dan yang dituduh bisa menolak tuduhan itu dengan sumpah (HR Baihaqi, #20976, dalam kitab As-Sunan Al-Baihaqi, hlm. 10/252)

Dari hadis ini kemudian ulama membuat kaidah fikih sbb:

اليمين تشرع في حق المدعى عليه عند عجز المدعي عن إقامة البينة

Artinya: Sumpah disyariatkan menjadi hak yang dituduh apabila penuduh tidak dapat mendatangkan bukti.

Dengan kata lain, sumpah yang dari istri anda itu statusnya sama dengan bukti dalam segi kekuatannya. Dan dengan demikian, maka dalam kasus anda, berarti tidak jatuh talak karena istri tidak berzina dengan siapapun.

1c. Tidak jatuh kalau cuma jalan bareng karena tidak relevan dengan talak taklik anda.
Baca detail:
Taklik Talak dan Cara Rujuk
Mencabut Talak Muallaq (Taklik)
Hukum Membatalkan Talak Muallaq

2. Kasus no. 2, menuduh istri tidak berakibat talak. Namun suami berdosa besar telah melakukan itu. Sehingga sepantasnya tuduhan seperti itu tidak dilakukan kecuali ada bukti.
Baca detail:
Qadzaf dan Li’an
Qadzaf atau Menuduh Zina

Dan hendaknya suami melakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Kasus no. 3, tidak jatuh cerai karena kata yang terucap dari mulut anda itu timbul dari perasaan was-was tanpa ada kesengajaan lafadz dan maknanya. Baca detail: Was-was karena OCD

Kasus no. 4, tidak jatuh cerai karena ucapan itu sama dengan bercerita talak tanpa ada kesengajaan pada kata dan makna menceraikan. Lihat jawaban poin 1a.

Kasus no. 5, dianggap ucapan dalam hati karena umumnya seperti itu seperti pengakuan anda. Ucapan dalam hati itu tidak diangga dan tidak berdampak hukum apapun. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

Kasus no. 6. bertanya soal cerai sama dg bercerita cerai hukumnya tidak jatuh talak. Istri anda juga boleh membaca jawaban dan pertanyaan ini tanpa ada dampak hukum apapun. Baca detail: Cerita Talak

3. Tidak termasuk mempermainkan hukum. Selagi tidak terucap maka tidak jatuh talak. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

Begitu juga, mengucapkan kata ‘talak’ dan ‘cerai’ atau ‘pisah’ tidak jatuh talak kecuali memang disengaja untuk menceraikan istri. Baca detail: Cerai dalam Islam

Kembali ke Atas