Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Suami minder bawa istri

Suami minder bawa istri

Assalamualaikum

Saya seorang istri berusia 35 tahun, suami lebih tua hanya 5 bulan dari saya, usia pernikahan kami 13 tahun. Sampai saat ini kami sudah dikaruniai 4 orang anak. Usia anak kami terkecil masih 1,5 bulan.

Yang ingin saya tanyakan adalah apa yang seharusnya saya lakukan terhadap sikap suami yang perfeksionis terutama dalam hal penampilan. Dan bagaimana hukumnya suami yg seperti itu. Sebenarnya masalah ini sudah sering kali terjadi di awal-awal pernikahan. Suami kerap tidak percaya diri ketika bersama saya. Hal itu saya ketahui dari pernyataan suami yang pernah menanyakan baju apa yang akan saya kenakan ketika diajak ke walimahan. Ketika saya menunjuk baju (menurut saya itu adalah baju terbaru) suami mengatakan bahwa tidak usah hadir saja karena tidak ada baju yang menurutnya bagus.

Pada waktu itu posisi saya masih belum bekerja sedangkan gaji suami pas pasan. Beberapa kali Ketika kami bertemu teman suami di pusat perbelanjaan suami sering mengajak saya menghindar dengan alasan sungkan. Terus terang pada waktu itu saya terpukul. Saya sebagai istri sangat menerima kondisi suami terutama secara keuangan. Saya juga tidak pernah menuntut apa-apa baik itu baju, perhiasan, biaya perawatan kulit, tapi malah suami yang tidak memahami kondisi tersebut.

Dalam hati, saya berjanji berusaha mencari uang sendiri untuk mempercantik diri saya guna menyenangkan hati suami agar tidak minder. Seiring berjalannya waktu sekarang alhamdulillah saya sudah bekerja dan pendapatan saya hampir 2.5 kali lipat dari pendapatan suami. Otomatis saya lah yang banyak menopang kehidupan rumah tangga kami dengan 4 orang anak. Karena kondisi yang berubah ( tambah anak) dan kebutuhan semakin banyak saya tidak sampai hati untuk mewujudkan niat saya pada awal saya bekerja yaitu menggunakan uang gaji saya untuk mempercantik diri.

Saya lebih mementingkan kebutuhan anak – anak seperti susu, sekolah dan lain – lain. Karena memang gaji suami hanya cukup dipakai membayar rekening listrik rumah dan gaji 1 orang pembantu. Sehingga saya memenuhi kebutuhan saya (beli pakaian, kosmetik) dengan sewajarnya saja.

Alhasil saya hampir tidak pernah diajak kegiatan kantor suami yang mengharuskan istri hadir. Ada aja alasan suami terhadap teman atau atasan. Kegiatan silaturahmi bersama teman-teman seangkatan suami juga tidak pernah diikutkan, padahal beberapa orang ada yang mengajak serta istri. Hadir di walimahan juga suami sangat sering sendiri, dengan alasan bareng-bareng teman sesama laki-laki.

Saya bingung sekali dengan sikap suami yang seperti ini. Sebenarnya suami juga bukan type orang pelit. Ketika ada rejeki berlebih juga senang membelikan pakaian untuk saya. Tapi karena memang rejeki suami terbatas jadi hal itu jarang dilakukan. Suami juga tidak pernah melarang saya untuk membelanjakan uang saya untuk keperluan saya pribadi, justru saya yg sering membatasi diri karena masih banyak keperluan yang lebih penting yang tidak bisa dicukupi oleh suami.

Saya terkadang sudah menyampaikan secara tidak langsung kalo untuk berpenampilan seperti yang suami harapkan membutuhkan uang yang tidak sedikit dan sebenarnya saya mampu memenuhi jika gaji saya pakai sendiri. Tapi suami tetap tidak berubah. Sekedar info berat badan saya terakhir setelah melahirkan anak ke 4 yaitu 67 kilogram dan tinggi badan 158 sentimeter, warna kulit sawo matang dan tidak memiliki cacat tubuh, memang beberapa kali suami pernah menyuruh saya menurunkan berat badan tapi saya tidak bisa memenuhinya karena sedang menyusui dan sudah saya sampaikan alasan tersebut . Saya sangat sedih tidak bisa menjadi kebanggaan suami. Mohon sarannya

Wassalamualaikum

JAWABAN

Tidak ada kehidupan rumah tangga yang sempurna 100%. Selalu ada kekurangannya. Dalam menyikapi kondisi anda saat ini, maka hal yang terpenting adalah: a) syukuri kehidupan rumah tangga anda yang berjalan hampir sempurna dalam arti memiliki suami setia dan ada anak-anak sebagai penyempurna kehidupan keluarga; b) terkait sikap suami yang tidak mau mengajak anda keluar dalam kegiatan sosial, maka itu termasuk kekurangsempurnaan yang tidak perlu dijadikan masalah yang terlalu serius. Walaupun perlu juga bagi anda untuk berusaha memenuhi harapan suami (dalam segi tampilan), namun tidak perlu menjadi prioritas utama. Yang harus jadi prioritas utama tetaplah sikap mensyukuri atas segala anugerah yang sudah ada. Dan itu akan membuat anda bahagia. Di samping itu, sering berkomunikasi dengan suami dalam suasana yang menyenangkan dan menghindari membahas hal yang kurang berkenan pada salah satu pihak. Itu yang disebut waktu berkualitas. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

RUMAH TANGGA: ISTRI SAKIT HATI DAN MEMINTA PISAH

Assalamualaikum pak ustad,

sya PRIA pak saya mau bertanya apa hukumnya istri yg marah,meminta pisah dan pergi dari rumah?

kronologinya awalnya saya yang salah karena berbicara yg membuat istri sakit hati sehingga dia marah,saya berbicara “dr pagi main hp dan medsos trz makanya jd gk inget waktu”

setelah itu dia mulai marah2 dan saya pun prgy dengan membanting pintu lemari dan jok motor saya shabis it saya menyalahkan dia krn dia yg tidak mau mengerti,awalnya niat saya mengucapkan itu agar dia melayani dlm urusan ranjang yang stiap x kl diajak tdr atau yg lain dia sll blng sbntar smbil main hp tp dia malah menjadi salah paham dengan maksud omongan saya itu adalah semua pekerjaan rumah tangga,saya memang kurang dalam hal komunikasi terhadap siapapun setiap yang saya omongin selalu tidak terarah.mohon untuk pencerahan dan nasihatnya karena sekarang dia memblokir kontak saya

JAWABAN

Kalau dia sakit hati dengan ucapan anda, maka sebaiknya anda datangi dia dan meminta maaf. Datangi rumahnya dan ajak dia kembali bersama anda. Kalau anda merasa kesulitan dalam komunikasi, meminta kerabat lain untuk membantu seperti orang tuanya atau orang tua anda atau saudara dia, dll. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

HUKUM HIPNOTERAPI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat siang pengasuh rubrik konsultasi syariah Al khoirot
Saya ingin bertanya mengenai bagaimana hukum dan pandangan islam mengenai mengikuti terapi transfer energi dan hipnotherapy

Berawal dari hari selasa tanggal 26 juni 2018 kemaren saya mengikuti proses transfer energi dari seorang ahli hipnotherapy di Indonesia melalui media whatsup dengan transfer energi jarak jauh..

Saya meyakinkan diri untuk mengikuti terapi tersebut karena yakin bahwa yang melakukan adalah seorang profesional hypnotherapy yang telah banyak melakukan seminar seminar,yang katanya telah berbagi pengalamannya dengan banyak profesi seperti dokter, ulama, dll. yang mana beliau menekankan dan meyakinkan saya bahwa tidak ada unsur unsur campur tangan jin dalam pelaksanaan therapynya..dan karena banyak juga video video yang telah teruploud di youtube ttg transfer energy dan hipnotherapy yang beliau ampu.. Terapi ini bertujuan membersihkan sampah sampah yang ada dalam tubuh orang yang ditransfer energi tersebut.

Beliau menekankan bahwa semua itu dari Allah dan beliau hanya sebagai perantara saja.. Sebelum dimulai saya diminta untuk membaca syahadat, surat Al Fatihah, al ikhlas, al falaq, an nass.
Sambil memejamkan mata, saya merasakan tangan saya bergetar bergerak dan mulia mencari titik titik yang perlu dibersihkan dari sampah seperti di kepala, di tangan, di kaki dengan cara memijat mijat sendiri atau memukul mukul supaya sampahnya keluar dengan minta Ridho Allah..

Proses transfer energi selesai..
Penterapis bilang bahwa saya bisa menggunakan proses tersebut diatas jika ada rasa sakit di tubuh saya dikemudian hari karena energi ini sudah berada di tubuh saya dan dengan proses seperti tadi, pasrah ikhlas syukur dan senyum kepada Allah maka saya bisa menerapi diri sendiri ..

Pertanyaan timbul di hari berikutnya adalah apakah
Transfer energy seperti tersebut untuk membantu proses penyembuhan dari berbagai problem fisik dan pshikis diperbolehkan dalam islam

Hati dan pikiran saya sempat cemas karena apakah saya telah melakukan perbuatan syirik dengan mengikuti metode transfer energi tersebut.. Kemudian saya mencari cari sumber tentang transfer energi ini di internet internet..
Saya sempat sholat taubat dan bertaubat.. Dan saya sholat istikharah minta petunjuk dari Allah..

Bagaimana menurut Pak kyai.. Apa yang harus saya lakukan.. Karena saya sudah terlanjur ikut transfer energi tersebut ..

Mohon dengan sangat jawaban dan pencerahan dari pengasuh ponpes Al khoirot
Jazakumullah khairan katsiran

JAWABAN

Tidak ada masalah dengan pengobatan hipnoterapi selagi dalam proses terapi tersebut tidak ada perkara yang melanggar agama. Baca detail: Hukum Hipnoterapi

Dari penuturan anda, prosedur yang dilakukan tampaknya tidak ada aturan syariah yang dilanggar. Sehingga ia termasuk pada hukum pengobatan biasa yang lain yang hukumnya boleh. Baca detail: Hukum Dokter Mengobati Pasien Lawan Jenis

Tanya Islam pada ahlinya

Suami minder bawa istri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas