Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Hukum suami tidak menafkahi istri

HUKUM SUAMI TIDAK MEMBERI NAFKAH ANAK DAN ISTRI

Assalamualaikum saya ibu rumah tangga umur 24tahun saya mempunyai 1 anak perempuan dan 1 anak laki.

Dulu saya hamil diluar nikah dan lahirlah anak perempuan namun ketika saya sudah menikah ibu dari suami tidak respect kepada anak saya, tapi pihak keluarga saya dengan ikhlas menerima semua nya tanpa ada rasa benci malah timbul rasa yg luar biasa untuk putri saya.

Saya selalu cekcok dengan mertua saya apalagi pada saat saya akad saya di berikan perhiasan palsu saya mengetahui nya pada saat saya ingin menjual mahar tersebut,namun saya sudah memaafkan, saya tidak tinggal bersama suami karena suami saya selalu di tuntut oleh ibu nya mengantar kedua adik nya sekolah bahkan kejadian spele ketika suami saya tinggal drumah orgtua saya suami disuruh kerumah ibunya hanya untuk mengisikan galon.

Saya tidak pernah hidup normal seperti rumah tangga lainnya, ketika itu saya dikuliahkan orangtua sampai saya bergelar S1 namun suami saya merasa kurang senang atas orgtua saya yg menguliahkan saya.

Terkadang suami saya jauh lebih membela ibu nya jika saya meminta perhatian untuk anak saya ataupun saya inginkan suami untuk tinggal bersama saya d rumah orgtua saya.

Orangtua saya selama ini mengasuh membiayai dan mengurus seluruh kebutuhan anak saya, tapi orangtua saya selalu sabar atas tingkah suami saya tanpa bantuan keluarga suami.

Saya juga pernah cekcok dengan ibu mertua karena saya dibilang tidak sabar dan menuntut anaknya Persoalan kerjaan, padahal selama saya menikah saya tidak pernah merepotkan keluarga suami dan bahkan suami saya yg kerjaannya kurang jelas karena keluar masuk pindah pindah.

Ketika saya semester 8 saya hamil anak kedua, ketika itu orgtua saya menginginkan resepsi namun disesuaikan dengan uang yg ada dari pihak laki2, kebetulan pihak keluarga saya siap berapapun, pada saat rencana dan proses resepsi keluarga laki2 hanya berkata iya dan berkata ” coba minta struk2 yg sudah di bayarkan” akhirnya setelah bermusyawarah 90juta acara resepsi, yang saya tau akan di bayar setengah pihak laki2 40jutaan ternyata setelah keluarga saya bayarkan sampai pelunasan oleh keluarga saya seluruh nya,pihak laki hanya memberi 9juta 900ribu.
Kecewa nya keluarga saya , Tapi keluarga saya memaafkan kembali .

Saya hamil anak kedua suami saya kerja sebagai marketing tv dan ketika hanya kerja satu bulan ada kendala ketika pengambilan gaji harus membayarkan terlebih dahulu 800ribu, suami saya meminjam uang namun ibu nya selalu menggampangkan dengan berkata ” pinjam saja ke mamah mertuamu ” dan saya pun meminjam uang pada mamah 800ribu.

Suami saya keluar dari kerjaannya dan ntah kenapa pada saat usia kandungan saya 8 bulan suami saya ga pulang2 2 3 minggu sampe saya mencari memakai motor sendiri untuk mencari suami ternyata dia main mobile legend di warnet yg tidak saya ketahui.

Akhir ketemu … dan ayah dari suami saya bicara untuk tinggal d rumah mertua nya agar tidak tinggal di rumah orangtua saya mungkin malu karena tidak memiliki pekerjaan, saya memberesi rumah mertua saya itu sendiri dalam kedaaan hamil besar sendiri dan mertua saya tidak ada perhatiannya sama sekali.

Saya lakukan saya bereskan rumah itu, hingga akhirnya saya melahirkan anak kedua laki2, suami saya hanya kerja sebagai wartawan freelance ikut ayahnya yg membuka usaha media kecil2an.

Saya hidup sendiri tapi orgtua saya selalu membantu saya setiap hari saya dijenguk dan dibantui mengurus bayi saya setiap pagi.
Tapi mertua saya tidak pernah sama sekali membantu saya dan suami.
Hingga akhirnya suami sayapun di berikan pekerjaan oleh orangtua saya yg amat membanggakan kerja dipemerintah .
Dan baru saja september 21 2018 ayah suami saya meninggal dan meninggalkan hutang dan permasalahan yg banyak, tempat tinggal, mobil diambil. Sampe ibu suami saya tidak punya rumah, Tapi untuk sementara ini ditanggung oleh kaka ibu nya dan kedua suami saya dikuliahkan oleh kaka ibu nya.

Namun yg ingin saya konsultasikan saat ini adalah saya bingung harus bagaimana, ibu nya bahkan ade ade nya tidak memiliki tempat tinggal, suami saya saat ini keadaanya sedang vokasi belum dapat SK, kerja saja di bantuin masuk oleh ayah saya oleh keluarga saya dan anak nya pun 66 di urus dan di biayain selama 6 tahun oleh keluarga saya dan ayah suami saya meninggal meninggalkan berjuta2 hutang bahkan ada yg masih meminta hutang nya tapi kondisi suami saya belum punya apa2 bagaimana ?
Dan saya juga belum memiliki tempat tingggal, namun saya berencana tahun depan untuk menyicil rumah insyaAllah, namun orangtua nya bagaimana ? Ketika suami saya sudah di masukan kerja pada posisi saat ini ibu nya meminta pertanggungjawaban atas keluarga nya dan meminta kepada saya untuk mengerti dan seharus nya saya memberi support untuk suami .

Ya jelas suami saya segala di biayain anak saya dan saya juga di orangtua saya, sekarang ibu nya meminta pertanggungjawaban dan suami saya saat ini ketika mendapati posisi kerjaan sekarang, dia lebih memikirkan ibu nya di banding saya padahal saya juga belum mendapatkan tempat tinggal dan belum mendapatkan hak saya dan seluruh fasilitas yg di dapati suami itu adalah harta dari ayah saya bukan dari nya, dia hanya menjalankan.
Orangtua saya selalu baik pada nya karena berharap kehidupan anak saya ada masa depannya .

saya harus bagaimana bersikap pada suami saya dan ibu mertua saya dan sekira nya hukum nya bagaimana ?

JAWABAN

Pertama, dalam perspektif syariah Islam, suami bertanggung jawab dan berkewajiban untuk menafkahi istrinya dan anaknya.
Baca detail:
Kewajiban Ayah Menafkahi Anak
Suami Wajib Menafkahi Istri Walaupun Kaya

Apabila suami tidak memenuhi kewajiban menafkahi, maka istri diberi dua pilihan: a) memutuskan pernikahan (fasakh); b) mempertahankan perkawinan namun tidak ada kewajiban baginya untuk mentaati suaminya selagi suami tidak menafkahinya. Baca detail: Istri Boleh Tak Taat Suami yg Tak Beri Nafkah

Kedua, terkait ibu mertua, maka secara syariah menjadi kewajiban anaknya untuk membantunya secara finansial apabila dia dalam keadaan miskin. Anda boleh membantu tapi itu tidak wajib.

Ketiga, seperti disebut pada poin pertama, anda dibolehkan untuk mempertahankan pernikahan tapi juga boleh untuk memutuskannya. Pilihan terserah anda. Ambil pilihan yg akan membuat anda dan anak-anak serta keluarga besar anda nyaman dan tentram. Baca detail: Istri Boleh Tak Taat Suami yg Tak Beri Nafkah

Hukum suami tidak menafkahi istri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas