Hukum Tidak Menikah

Hukum Tidak Menikah seumur hidup apakah boleh secara syariah Islam?

Assallamualaikum wr.wb

Saya ingin bertanya tentang pernikahan, walaupun itu masih jauh di depan tapi saya mau tau hukumnya tidak menikah karena suatu alasan. Jadi gini saat ini saya memiliki hobi memelihara reptil nah kecintaan saya pada reptil itu sudah sangat kuat lalu saya memiliki sebuah pikiran atau pertanyaan yg terngiang di kepala…

Andai saya menikah, pasti banyak kebutuhan rumah tangga yg harus dipenuhi dan menghadapi berbagai cobaan di lingkungan rumah tangga nantinya, tetapi apabila saya tidak menikah saya akan memiliki waktu yg bebas untuk hobi saya ini dan tentunya memelihara reptil tidak terlalu membutuhkan dana yg banyak sehingga saya bisa menabung untuk kesenangan saya sendiri.

Apakah saya berdosa tidak menikah dikarenakan saya lebih mementingkan hobi saya ini?

Sekian, kiranya terdapat salah kata mohon dimaafkan.

Wassallamualaikum wr. wb

JAWABAN

Hukum tidak menikah itu boleh asalkan membujangnya anda tidak menyebabkan anda berbuat dosa dalam segi penyaluran hasrat seksual.

Sebab pernikahan adalah satu-satunya cara bagi seorang lelaki untuk menyalurkan hasrat seksualnya secara halal. Tidak ada cara lain. Kalau anda memang tipe pria yang tidak membutuhkan pemenuhan hasrat seksual atau dapat menahannya, maka tidak masalah. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun kalau tanpa menikah membuat anda melakukan penyimpangan atau melakukan penyaluran hasrat biologis secara haram (seperti zina atau onani) maka tidak menikah itu menjadi haram. Menikah menjadi wajib konteks ini. Baca detail: Hukum Onani

Uraian hukum nikah

Ad-Dardir dalam As-Syarhul Kabir, hlm. 2/214, menjelaskan:

وتعتريه الأحكام الخمسة لأن الشخص إما أن يكون له فيه رغبة أو لا، فالراغب إن خشي على نفسه الزنا وجب عليه .. وإن لم يخشه ندب له إلا أن يؤدي إلى حرام فيحرم، وغير الراغب إن أداه إلى قطع مندوب كره، وإلا أبيح. إلا أن يرجو نسلا أو ينوي خيرا من نفقة على فقيرة أو صون لها فيندب ما لم يؤد إلى محرم وإلا حرم والأصل فيه الندب

Artinya: “Hukum nikah ada lima karena seseorang terkadang ada keinginan atau tidak. Orang yang ingin menikah apabila dia takut berzina, maka nikah itu wajib baginya. Apabila tidak takut zina maka nikah itu sunnah. Kecuali kalau tidak nikahnya itu menyebabkan dia melakukan perkara haram, maka tidaknikahnya menjadi haram. Sedangkan orang yang tidak ingin menikah, apabila hal itu mengakibatkan dia terputus dari perkara sunnah, maka hukumnya makruh; apabila tidak, maka mubah. Kecuali kalau dia (pria) mengharapkan keturunan atau berniat berbuat baik dengan cara menafkahi wanita miskin atau membantunya, maka hukumnya sunnah selagi tidak berakibat pada perbuatan haram; apabila berakibat pada perbuatan haram maka haram. Adapun hukum asalnya adalah sunnah.”

Pernikahan Hamil Zina

Assalamualaikum wr wb
Pak ustadz sya ingin bertanya tentang hukum pernikahan yg sampai saat ini sya jalani…sya menikah pada saat kondisi sya sedang hamil 7 bulan dngan laki2 yg menghamili sya…dan pda saat menikah sya di nikahkan oleh ayah kandung sya sndiri,,tetapi sya baru tahu kalau org tua sya dahulu juga menikah pda saat usia kandungan ibu sya 5 bulan..

yg mau sya tanyakan

1. Apakah pernikahan saya sah secara islam pda saat ayah sya menikahkan sya? Pdhal dlu org tua sya menikah dlam kondisi ibu sya hamil 5 bulan..apa status sya juga anak zina pa ustadz?

2. Apakah sya harus mengulang pernikahan sya kembali atau tidak pa ustadz..?? Krna anak sya skrg sudah berumur 6 thn

3. Apa ayah kandung anak sya tdk bisa menjadi wali saat anak sya menikah nanti?

4. Lalu apa status anak sya yg ke 2 atau ke 3 apakah sah secara agama pa ustadz?
Sebelum nya terima kasih pa ustadz…
Wassalamualaikum wr. wb

JAWABAN

1. Nikah anda sah secara Islam. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

Begitu juga pernikahan ayah anda juga sah dan dia berhak menjadi wali nikah. Baca detail: Status Anak Dari Pernikahan Hamil Zina

2. Tidak perlu mengulang karena sudah sah.

3. Suami anda bisa menjadi wali dari anak anda kalau dia perempuan.

4. Ya, sah secara agama. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

Calon Suami Pendidikan Lebih Rendah, Apa Masalah?

Assalamualaikum pak ustadz… Saya ingin bertanya pak…saya sedang bimbang dalam menentukan jodoh.. Sebelumnya saya sudah pernah membaca artikel tentang pendidikan suami lebih rendah dibanding istri.. Pak ustadz saya sudah menemukan laki laki yg mau menseriusi saya, tapi saya masih ragu pak, krn faktor pendidikan lki laki lbh Rendah dibanding saya.. Saya lulusan kebidanan sedangkan dy lulusan SMA..

Tapi yang saya banggakan dr dy, dy percaya diri untuk menikahi saya, sedangkan dy belum mapan, masih tahap berjuang.. Dy selalu berprinsip jika kita mau berusaha dan berdoa semua akan indah. Dan dy sangat sopan terhadap keluarga saya..

Keluarga saya kurang setuju dgn hubungan kami pak, krn faktor pendidikan.. Saya jg merasa ketika kita bertukar pendapat, kita tidak bisa sepadan.. Kebanyakan saya yg hrus menjelaskan …dy jg ketika sudah berkeluarga, dy ingin saya tidak bekerja di RS..berbeda dgn prinsip saya..

Saya bingung untuk menjelaskan hubungan ini pada pasangan saya pak, agar saya dan pasangan tidak menyesal sebelum kami memutuskan untuk menikah, mohon sarannya pak. Trms

JAWABAN

Kalau memang merasa kurang sepadan dan kurang pas dalam berdiskusi dan berbeda dalam aspirasi maka sebaiknya anda mencari pasangan lain. Apalagi orang tua juga kurang mendukung. Namun demikian, tetaplah mencari calon yang baik karakternya dan baik agamanya. Dalam arti minimal taat ibadah shalat 5 waktu. Baca juga: Hukum Percaya Ramalan

Jodoh: Cara wanita mendekati pria yang ingin dinikah

Assalamu’alaikum
Saya mau konsultasi, saya pernah menjalin hubungan serius dengan laki-laki (masih satu desa), karena saya tidak mau pacaran, akhirnya saya meminta si dia untuk langsung datang ke rumah dan bertemu orang tua. lebaran kemarin dia benar-benar datang ke rumah.

Tetapi bulan september dia minta putus, hubungan ini gk bisa dilanjut karena ada tembok yg menghalangi hubungan ini kata dia seperti itu. Akhirnya kamipun bubar, tetapi orang tua sangat tidak terima dengan perlakuan itu.

Dan ortu saya ingin tau, sebenarnya siapa jodoh saya, biar saya tidak salah pilih. Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan kakak tingkat saya di wisudaan teman, namanya Z, kita tak sengaja bertemu, setelah itu hati saya jadi deg-deg an, dan saya kefikiran dia terus, Akhirnya saya sholat Istikharah dan melakukan istikharah qur’an.

Sebelum melakukannya saya membuat lintingan nama yg dekat dengan saya di kertas (ada 4 nama) yaitu Z, M, A, dan Lainnya. Kemudian saya kocok, dan yg keluar pertama adalah nama Z, stelah itu saya baru melakukan istikharah qur’an.

Saya mendapat jawaban di Surat yusuf ayat 100. Dan jawabannya sangat bagus, karena saya tidak percaya, kemudian saya mengulang-ngulang lagi sampai 4 kali, jawabannya tetap bagus, meskipun beda surat.

Saya harus bagaimana? Sedangkan dia tidak ada tanda-tanda suka sama saya, tetapi dia sering bantuin saya, membantu mensukseskan mimpi saya. dia seorang duda beranak satu, tapi dia beda satu tahun dengan saya, saya 96 dia 95, dia dulu nikah muda. untuk nama-nama selain itu jawabannya ada baik, ada yang buruk, namun, yang paling baik adalah Z.

Kemudian apa yg harus saya lakukan?

JAWABAN

Kalau anda merasa sreg dengan Z, maka hendaknya dipelajari dulu trackrecordnya. Lakukan investigasi tentang dia dan keluarganya. Setelah hati terasa mantap, maka coba ungkapkan perasaan anda padanya. Kalau tidak berani, minta tolong orang lain untuk menyampaikan. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Cara bertanya

 

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *