Kapan Anak mulai disuruh Shalat

Kapan Anak mulai disuruh Shalat, puasa Ramadhan, dan dilarang melakukan perbuatan haram?

Daftar isi

  1. Orang mati yang punya tanggungan shalat, apa wajib diqadha-i?
  2. Usia anak mulai disuruh shalat
  3. Usia anak mulai disuruh puasa Ramadan
  4. Usia anak dilarang melakukan perkara haram
  5. Hukum memukul istri yang tidak melaksanakan shalat
  6. Wajib mendidik anak kecil tentang sejarah Rasulullah
  7. Kembali ke: Kitab Fathul Muin

تنبيه من مات وعليه صلاة فرض لم تقض ولم تفد عنه، وفي قول أنها تفعل عنه – أوصى بها أم لا ما حكاه العبادي عن الشافعي لخبر فيه، وفعل به السبكي عن بعض أقاربه.

ويؤمر) ذو صبا ذكر أو انثى (مميز) بأن صار يأكل ويشرب ويستنجي وحده. أي يجب على كل من أبويه وإن علا، ثم الوصي. وعلى مالك الرقيق أن يأمر (بها) أي الصلاة، ولو قضاء، وبجميع شروطها (لسبع) أي بعد سبع من السنين، أي عند تمامها، وإن ميز قبلها. وينبغي مع صيغة الامر التهديد. (ويضرب) ضربا غير مبرح – وجوبا – ممن ذكر (عليها) أي على تركها – ولو قضاء – أو ترك شرط من شروطها (لعشر) أي بعد استكمالها، للحديث الصحيح: مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين، وإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها. (كصوم أطاقه) فإنه يؤمر به لسبع ويضرب عليه لعشر كالصلاة. وحكمة ذلك التمرين على العبادة ليتعودها فلا يتركها.

وبحث الاذرعي في قن صغير كافر نطق بالشهادتين أنه يؤمر ندبا بالصلاة والصوم، يحث عليهما من غير ضرب ليألف الخير بعد بلوغه، وإن أبى القياس ذلك. انتهى. ويجب أيضا على من مر نهيه عن المحرمات وتعليمه الواجبات، ونحوها من سائر الشرائع الظاهرة، ولو سنة كسواك، وأمره بذلك. ولا ينتهي وجوب ما مر على من مر إلا ببلوغه رشيدا، وأجرة تعليمه ذلك – كالقرآن والآداب – في ماله ثم على أبيه ثم على أمه.

تنبيه ذكر السمعاني في زوجة صغيرة ذات أبوين أن وجوب ما مر عليهما فالزوج، وقضيته وجوب ضربها. وبه – ولو في الكبيرة – صرح جمال الاسلام البزري. قال شيخنا: وهو ظاهر إن لم يخش نشوزا. وأطلق الزركشي الندب.

(وأول واجب حتى على الامر بالصلاة كما قالوا (على الآباء) ثم على من مر (تعليمه) أي المميز (أن نبينا محمدا (ص) بعث بمكة) وولد بها (ودفن بالمدينة) ومات بها.

Orang mati yang punya tanggungan shalat, apa wajib diqadha-i?

Perhatian
Barang siapa meninggal dunia sedang ia masih memiliki tanggungan shalat fardhu maka shalatnya tidak diganti dan tidak dibayar fidyah sebagai ganti shalat yang ditinggalkannya. Sebagian pendapat mengatakan: Shalat tersebut dapat dikerjakan sebagai ganti shalat yang ditinggalkan, baik orang tersebut berwasiat ataupun tidak. Imām al-‘Ubādī menghikayatkan pendapat tersebut dari Imam Syafi‘i sebab adanya hadits tentang hal tersebut dan Imām Subkī dengan pendapat tersebut melakukannya sebagai ganti shalat yang ditinggal oleh sebagian kerabatnya.

Usia anak mulai disuruh shalat

(Dan diperintahkan) kepada anak kecil lelaki maupun perempuan (yang telah tamyiz) yakni telah dapat makan, minum dan istinja’ sendiri. Maksudnya wajib bagi setiap dari kedua orang tua – walaupun ketingkat seatasnya – , kemudian orang diwasiati dan orang yang memiliki budak untuk memerintahkannya (mengerjakan shalat) walaupun shalat tersebut adalah shalat qadha’ dan dengan seluruh persyaratan shalat (ketika anak tersebut telah mencapai umur setelah tujuh tahun) maksudnya setelah sempurna umur tujuh tahun walaupun anak tersebut telah tamyiz sebelum umur tersebut. Dan sebaiknya besertaan memerintah juga disertai dengan menakut-nakuti. Wajib bagi orang-orang yang telah disebutkan di atas (untuk memukul anak tersebut) dengan pukulan yang tidak menyakitkan ketika ia (meninggalkan shalat) walaupun qadha’ atau meninggalkan satu syarat dari syarat-syarat shalat (setelah sempurna mencapai umur sepuluh tahun) karena hadits yang shaḥīḥ: “Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat ketika berumur tujuh tahun dan ketika berumur sepuluh tahun, maka pukullah anak tersebut saat meninggalkannya”.

Usia anak mulai disuruh puasa Ramadan

(Seperti halnya kewajiban memerintahkan puasa bagi anak yang telah mampu melaksanakannya) maka anak tersebut diperintahkan untuk melaksanakannya ketika berumur tujuh tahun dan dipukul saat meninggalkannya ketika berumur 10 tahun – seperti halnya shalat – . Hikmah dari hal tersebut adalah melatih untuk melakukan ibadah agar anak terbiasa hingga tidak meninggalkannya. Imām al-Adzra‘ī pernah membahas permasalahan budak kecil yang mampu mengucapkan kalimat syahadat bahwa anak tersebut sunnah untuk diperintahkan untuk mengerjakan shalat dan puasa dengan motivasi tanpa pemukulan supaya anak tersebut terbiasa melakukan kebaikan setelah baligh, walaupun secara qiyas hukum sunnah tersebut ditolak.

Usia anak dilarang melakukan perkara haram

Wajib pula bagi seorang yang telah disebutkan untuk mencegah seorang anak dari melakukan perkara yang diharamkan, mengajarkan kewajiban-kewajiban dan sejenisnya yakni dari setiap syari‘at yang telah jelas walaupun itu sunnah seperti bersiwak. Hukum wajib memerintahkan anak tersebut adalah dengan melakukan syari‘at itu. Kewajiban yang telah lewat kepada orang-orang yang telah disebut tidak berakhir kecuali anak itu telah baligh dalam keadaan pandai. Sedangkan upah mengajarkan anak seperti mengajarkan al-Qur’ān dan etika itu dibebankan kepada harta sang anak, lalu ayahnya, lalu ibunya.

Hukum memukul istri yang tidak melaksanakan shalat

(Perhatian). Imām as-Sam‘ānī menyampaikan permasalahan seorang istri yang masih kecil yang masih memiliki kedua orang tua bahwa kewajiban yang telah lewat dibebankan kepada kedua orang tuanya, kemudian suaminya. Dampak hukum dari itu adalah kewajiban memukul istri tersebut. Imām Jamāl-ul-Islām al-Bazarī menjelaskan kewajiban memukul sang istri walaupun istri tersebut telah dewasa. Guru kita mengatakan: Hal itu jelas, namun jika tidak ditakutkan terjadinya nusyuz, sedangkan Imām Zarkasyī memutlakkan hukum sunnah.

Wajib mendidik anak kecil tentang sejarah Rasulullah

(Awal hal yang wajib) sampai pada kewajiban memerintahkan shalat seperti yang telah disampaikan oleh para ulama’ (kepada para ayah), kemudian kepada orang-orang yang telah disebutkan (adalah mengajarkan anak-anak) yang telah tamyiz (bahwa Nabi kita, Nabi Muḥammad s.a.w. diutus di kota Makkah), dilahirkan di kota tersebut, (dimakamkan di kota Madinah) dan wafat di kota Madinah pula.[islamiy.com]

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *