Kegiatan harian Nabi Muhammad Rasulullah

1. Mohon sekiranya ustadz berkenan berbagi informasi tentang bagaimana aktivitas baginda nabi Muhammad SAW, dari bangun tidur sampai tidur lagi.
2. Bagaimana cara bersiwak, makan dan minum, dan tidur Nabi Muhammad SAW?
3. Bagaimana mandi junub yang mudah dan benar sesuai syariat Islam? bolehkah habis mandi junub badan yang masih basah diseka dengan handuk?
4. Jika saya sholat subuh jam 05.08 sedangkan matahari terbit menurut perhitungan kalender jam 05.12, saya selesai sholat jam 05.14. apakah saya wajib mengqodho sholat tersebut?

JAWABAN

1. Kegiatan Nabi itu ada yang bisa ditiru ada juga yang sifatnya khusus untuk Nabi saja. Misalnya, Menikahi 9 istri itu hanya khusus untuk Rasulullah, bukan untuk umatnya. Umatnya hanya dibatasi menikah dengan 4 istri. Itupun (hukum poligami) itu bukan sunnah, tapi boleh dan bahkan menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmuk (16/144) dan ulama lain dihukumi makruh karena dikuatirkan tidak adil. Kecuali kalau sangat dibutuhkan (untuk poligami). Baca detail: http://www.konsultasisyariah.in/2018/01/hukum-poligami-dalam-islam.html

Oleh karena itu, yang perlu anda lakukan bukan mengetahui aktivitas Nabi sehari-hari tapi bagaimana mengetahui hukum syariah tentang (a) ibadah yang wajib; (b) ibadah yang sunnah muakad; (c) ibadah yang sunnah saja; (d) perbuatan yang sangat haram dan yang haram saja; (e) perbuatan yang makruh; (f) perbuatan yang mubah atau boleh. Pengetahuan itu diperlukan untuk memandu kegiatan anda sehari-hari agar sesuai dengan syariah Islam. Untuk itu, mulailah dari belajar fikih dasar yang dapat di sanda baca di link berikut: Dasar ajaran Islam

2. Lihat: di sini.

3. Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Junub

4. Tidak. Anda sudah shalat pada waktunya. Tampaknya anda belum faham qadha itu apa. Shalat yang dilakukan tepat pada waktunya disebut shalat ada’, sedangkan apabila dilakukan keluar waktu disebut qadha. Baca detail: Shalat Qadha

MENIKAH ATAU MEMBANTU ORANG TUA DULU

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Sebelumnya saya perkenalkan diri saya, saya lelaki usia 23 tahun.
Ustadz, saya ingin menikahi dia tapi saya tidak punya apa-apa. Saya baru bekerja 3 bulan, sepertiga upah saya, saya berikan kepada orang tua saya. Adik saya 2 perempuan, yg pertama sudah bekerja dan yg 1 masih SD kelas 4. Saya beruntung 2 adik semasa masih sekolah tidak bergantung pada saya. Saya masih memiliki orang tua. Keluarga saya mampu, ayah berdagang ibu saya membantu ayah.
Ustadz, saya ingin menikahi nya. Keluarga dia tidak punya. Ayahnya nelayan, ibunya menjaga adik adiknya.

Dia bekerja di resto hampir 5 tahun, untuk membantu adik adiknya. Saya merasa harus mendukung nya.

Ustadz, saya ingin menikahi nya. Tapi orang tua saya terutama ibu, belum setuju untuk saya menikah sekarang.

saya sudah bilang ke ibu, walaupun tidak punya rumah saya mau ngontrak. Yang ibu saya takutkan, saya tidak mampu untuk memberikan sepertiga upah saya ke orang tua saya.

Mana yang harus saya dahulu kan ustadz ??
Terimakasih,

Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

JAWABAN

Kalau orang tua anda mampu, maka bukan kewajiban anda untuk membiayai adik-adik anda. Kewajiban ada di pundak ayah anda untuk menafkahi anak-anaknya. Baca detail: Ayah Wajib Menafkahi Anak

Tidak ada larangan bagi anda untuk menikahinya segera. Terutama apabila anda kuatir terjadi perzinahan apabila tidak segera menikah secara sah. Dalam situasi ini, menikah hukumnya menjadi wajib. Baca detail: Pernikahan Islam

INGIN MENYADARKAN CALON YANG SALAH PILIH TUNANGAN

Assalamualaikum pak ustadz saya laki laki Muslim saya mau bertanya,,

saya punya mantan kekasih dia sdh menjalani hidup yg baru yg jadi masalah nya laki laki nya ini punya masa lalu yg kelam seperti mabuk dan obat obat terlarang walaupun cuma masa lalu saya takut bila si cewe kenapa kenapa,,,yg saya kurang yakin karna pergaulan si laki laki ini pak tempat nya sangat tidak meyakinkan karna teman nya nakal nakal,,,

pertanyaan saya pak ustadz bagai mana cara menyadarkan si wanita ini pak bila pilihan nya tidak bagus dan harus di jauhi

JAWABAN

Tidak semua orang suka diberi peringatan. Apalagi kalau wanita itu sudah cinta mati sama dia. Tapi kalau anda dengan ikhlas ingin memberi peringatan agar dia tidak salah pilih, maka lebih baik beri dia peringatan secara tidak langsung saja. Misalnya, melalui SMS atau medsos. Selanjutnya terserah dia. Baca detail: Hukum Ghibah dan Gosip

PUASA NADZAR

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz

Saya mau bertanya tentang nadzar, dulu saya pernah kecelakaan dijari saya, saat dbawa krmh sakit, dokternya blg jari saya harus d amputasi, saya syok dan klrga saya jg, ujung”nya klrga saya tdk mau ikuti kata dokter, akhirnya tangan saya tdk jd dpotong dan skrg alhamdulilah sembuh, cuma ngilu” sdkt saja,

nah waktu itu saya pernh bernazar kalau jari saya sembuh n gak dpotong saya berjanji puasa nadzar sebulan, akhirnya gak dpotong, dan smpai skrg sy blm melaksanakan nadzar saya, apakah nadzar itu wajib saya kerjakan, sy jg lupa nazar itu sy ucapkan atau saya niatkan dlm hati saja, krn sy pernah baca” kalau nazar tdk d ucapkan tdk sah, dan jika seandainya sah apakah saya bisa membayar puasa nazar saya dengan tebusan, yg saya baca hrus memberi mkn fakir miskin 10 org, apakah 10 org sekali saja atau 10 org perhari selama sebulan setiap harinya? Mohon penjelesannya pak ustadz sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Wassalam

JAWABAN

Nadzar yang tidak diucapkan hukumnya tidak sah. Jadi tidak ada kewajiban bagi anda untuk melaksanakannya. Namun, tidak ada salahnya apabila anda bersedekah ke fakir miskin sebagai bentuk rasa syukur atas kesembuhan jari anda tersebut.
Baca detail:
Hukum Nadzar
Hukum Nadzar Perkara Wajib atau Haram
Hukum nazar dan rinciannya

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *