Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Kewajiban ayah biologis pada anak zinanya

Kewajiban ayah biologis pada anak zinanya

assalamualaikum wr.wb

saya hnya seorg hamba allah yg byk dosa..
saya punya seorang anak prempuan dari hubungan saya dengan pacar saya dulu.. tapi dia tidak mau mengakui kalo anak tsb adalah anaknya.. dari hamil sampai sekarang saya merawat dan membesarkannya sendiri..
yg mau saya tanya kan..
1. apakah anak saya masi ada hak & tanggung jawab di laki2 tsb?
2. apakah boleh saya menghilangkan laki2 tsb dalam hidup anak saya?
3. wali nikah anak saya nantinya agar pernikahannya nati benar2 sah
4. apakah tindakan saya benar untuk tidak mempertemukan mereka berdua menginggat laki2 tsb tidak perduli sama darah dagingnya sendiri..
5. bagaimana caranya sya melupakan semua msa lalu buruk tsb mengingat wajah anak sya yg sangat mirip sama ayah biologisnya

demikian.. saya tggu jwbannya.. terimaksih

wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Kalau anda sempat menikah dengan ayah biologisnya sebelum anak itu lahir, maka dia sah sebagai ayah secara agama. Dan wajib memberi nafkah pada anaknya. Baca detail: Pernikahan Wanita Hamil Zina dan Status Anak

2. Kalau anda tidak menikah dengannya saat hamil itu, maka dia bukan ayah anak tersebut secara agama. Secara nasab anak itu dinasabkan hanya pada ibunya. Apabila demikian, maka sikap anda benar untuk menghapus ayah biologisnya dari pikiran si anak.

3. Kalau anda tidak menikah dengannya saat hamil, maka wali nikahnya kelak adalah wali hakim. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

4. Lihat poin 2.

5. Bertaubat nasuha dan cari jodoh untuk menikah secara sah. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

IBU TIRI TAK MERESTUI

Assalaimualikum ustad. Saya wanita berusia 27 tahun. Saya sudah ingin menikah. Dan sudah ada calon yang mau melamar. Tetapi ibu saya belum mau merestui. Yang keberatan disini adalah ibu tiri saya. Kedua orang tua saya sudah meninggal. Saya tinggal dan dibesarkan bersama dari usia 10 tahun. Saya sudah menggap seperti ibu kandung saya. Ayah saya baru meninggal 3 tahun yang lalu. Ibu saya tidak setuju karena melihat fisik dari calon saya yang terlalu gendut. Beliau khawatir tentang kesehatannya. Saya mengerti sekali tentang kekhawatiran ibu saya. Tetapi calon saya ini mempunyai akhlah yang baik. Lelaki yang bertanggung jawab. Yang sayang keluarga dan lain sebagainya.

Setahu saya dia tidak mempunyai penyakit seperti yang ibu saya bayangkan. Ibu saya orangnya terlalu dominan dan otoriter. Tidak mau mendengar apa mau anaknya. Dari saudara-saudara kandung dan sahabat beliau pun mendukung pendapat beliau. Kalau dalam hal jodoh ini saya selalu disudutkan. Saya dianggap orang yang kurang pergaulan karena memilih calon yang kurang bagus fisiknya. Dan mereka menggap saya akan mengikuti jejak kakak perempuan saya. Karena dia juga dulunya waktu menikah ayah saya kurang setuju karena calonnya tidak shalat, duda yang cerai hidup dan kasar dll. Tetapi akhirnya mereka menikah juga setelah ayah saya meninggal.

Ibu saya pun sampai sekarang masi tidak mau dekat dengan keluarga kakak saya. Setiap membahas tentang pernikahan, ibu saya selalu memperingatkan saya agar tidak seperti kakak saya tersebut. Jikapun saya menikah dengan calon saya yang ini, ibu saya akan melakukan hal yang sama seperti kakak saya. Abang kandung saya menyerahkan keputusannya ke saya. Dengan tidak langsung dia setuju jika calon saya bisa menjaga saya dan menjalankan agama dengan baik. Abang saya bersedia menikahkan saya.

Apakah saya salah ustad mempertahankan calon saya ini. ??? Calon saya ini juga sudah disuruh terus sama orangtuanya meminang saya. Apakah sikap ibu saya ini sudah benar dengan tindakannya yang tidak mau tau tentang kakak saya lagi dan akan berbuat sama untuk saya nanti??

Apa yang harus saya lakukan. Adakah amalan yang bisa meluluhkan hati ibu saya agar lembut hatinya. Saya menunggu restu beliau agar calon saya dapat melamar kerumah.

Tolong bantu ya ustad. Saya binggung sekali. Saat ini hanya bisa berdoa agar ibu dapat merestui kami. Terima kasih sebelumnya ustad

JAWABAN

1. Ibu tiri anda berhak untuk berpendapat. Tapi dia tidak berhak untuk melarang anak tirinya menikah dengan calon pilihannya. Jadi, kalau anda memang sudah sangat cinta padanya, anda bisa memohon pada ibu tiri untuk memberi ijin dan merestui. Perlu waktu agar beliau merestui. Anda perlu sabar untuk terus menunggu lampu hijau beliau. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

2. Berikut doa agar disayang ibu tiri dan disetujui: Doa Agar Disayang

SUAMI SELINGKUH

suami saya selingkuh ketika saya hamil 3 bulanan, dr situ sampai usia kandungan saya 4 bulan lbh sikap suami saya berubah menjadi raja tega dr yg tdnya jujur, sabar, baik..

Suami saya seorang driver taksol… Krn kelakuannya saya curiga dan akhirnya benar dia selingkuh… Tp setelah ketauan selingkuh sikapnya tdk terlalalu menunjukan rasa bersalah ato berSikap mengambil kembali hati saya.. Dia menyalahkan saya jg atas tindakanny pdhl sblm dia Berselingkuh saya sedang mencoba berubah dan dia pun tw..Itu yg bwt saya tdk terima dia selingkuh…

Setelah itu kita memutuskan untuk ayo saling perbaiki kekurangan n keaalahan masing2 tp pd kenyataannya sampai saya skrng hampit mw melahirkan,, sikap dia makin dingin,, dan bbrp kali msh ketauan msh bekomunikasi dgn selingkuhannya, yg lbh jengkelin selingkuhannya kekeuh ganggu trus,, tp saya tdk bs berbuat apa2,,bbrp kali sikap n ucapan suami saya malah lbh kpada melindungi selingkuhannya drpd saya..

Saya minta suami saya ganti no hp pun suami saya blom melakukannya.. Waktu nya smakin sedikit untuk keluarga pergi pagi pulang tengah malam,dirumahpun saat bertemu jarang crita n ngobrol,saya hanya sebatas melayani kebutuhan dia saja sblm pergi kerja…

Sikapnya mkn sini mkn dingin n cuek, komunikasipun makin buruk krn dia seringkali tdk mw terbuka ketika diajak menyelesaikan masalah n ditanya mwnya apa.. Saya benar2 sudah habis kesabaran, stiap hari dlm kondisi mengandung tertekan dgn sikap dinginnya n tdk mw diajak kerjasama bwt bbnah, tp tdk mw jg untuk berpisah mngkn alasannya hanya karna anak dia menahan saya bkn krn saya.. Jd skrng saya harua gmn?

JAWABAN

Kalau memang hubungan tidak bisa lagi dipertahankan, maka pilihan terbaik adalah berpisah. Kalau suami tidak mau menceraikan, maka anda bisa melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Putusan hakim bisa menceraikan suami istri secara sah dan diakui syariah walaupun tanpa persetujuan suami. Namun, apabila anda masih ingin mencoba bertahan, maka itu juga dibolehkan oleh agama. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

 

Kewajiban ayah biologis pada anak zinanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas