Maksud hadis akhir zaman

Maksud Hadis Akhir Zaman

Assalamu’alaikum wr wb,

Saya mau tanya perihal hadits ini: “Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga umatku ini mengikuti jejak umat (generasi) sebelum mereka sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Maka, ditanyakanlah kepada beliau, “Ya, Rasulullah, apakah mereka itu seperti bangsa Persi dan Rumawi?” Beliau menjawab, “Ya, siapa lagi manusia itu (kalau bukan mereka).”

– Apakah itu hadits shahih, hasan, dhaif atau maudhu?
– Apakah berarti kita tidak boleh mengikuti adat sesuai dengan akar budaya kita? Karena selama ini saya dengar ‘urf adalah sumber hukum Islam.

JAWABAN

Status hadis akhir zaman

1. Hadis itu sahih karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahih Bukhari, hadis no. 7319.

Hadis dengan makna yang hampir identik ada dua versi yaitu riwayat Bukhari dan riwayat Muslim.

Teks hadis riwayat Bukhari

Hadits riwayat Imam Bukhari yang terjemahannya seperti yang anda kutip teks asalnya sbb:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Nabi menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319)

Teks hadis riwayat Muslim

Hadits riwayat Imam Muslim memiliki sedikit perbedaan yaitu bahwa yang disebut ‘umat lain’ adalah Yahudi dan Nasrani.

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Nabi menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Maksud Hadis Akhir Zaman menurut Imam Nawawi

An-Nawawi dalam Syarah Muslim, hlm. 16/219, menjelaskan:

والمراد بالشبر والذراع وجحر الضب التمثيل بشدة الموافقة لهم, والمراد الموافقة في المعاصي والمخالفات, لا في الكفر و في هذا معجزة ظاهرة لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقد وقع ما أخبر به صلى الله عليه وسلم

Artinya: Yang dimaksud dengan kata “syibr” dan “dzira” dst adalah kesamaan yang ekstrim dengan mereka (non muslim). Yang dimaksud adalah sama dalam maksiat dan penentangan bukan dalam kekufuran. Ini merupakan mukjizat yang jelas bagi Rasulullah. Yang diceritakan Nabi betul-betul terjadi.

2. Pada prinsipnya, secara umum tidak ada larangan untuk mengikuti adat istiadat dan tradisi budaya kita maupun budaya lain. Baik budaya Timur maupun budaya Barat. Dengan syarat, budaya tersebut tidak bertentangan dengan syariah Islam yang disepakati. Contoh, pakaian koteka ala suku di Papua tentunya tidak bisa digunakan muslim Papua atau muslim manapun karena tidak menutup aurat, dst. Baca detail: Halal Haram Serupa Orang Kafir

Baca juga: Hukum Mengagumi / Idola Tokoh Non Muslim

Artikel khusus tentang bid’ah

Baca detail:

Hukum Bid’ah 1 
Hukum Bid’ah 2
Hukum Bid’ah 3

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *