Meninggalkan Shalat Jumat Karena Sekolah Atau Kerja

Meninggalkan Shalat Jumat Karena Sekolah Atau Kerja

Assalamu’alaikum.saya ada rencana untuk sekolah seni kuliner di Bali. Dan jam pelajaran sekolah tersebut jam 09.00-15.00. Dari Senin-Jum’at sehingga kemungkinan besar saya akan tertinggal Sholat Jum’at. Sedangkan pihak kampus tidak memberi toleransi dan sepertinya kampus tersebut jauh dari Masjid.
1. Bagaimanakah solusi untuk permasalahan ini?
2. Bolehkah saya mengganti Sholat Jum’at dengan Sholat Dzuhur dalam permasalahan ini?

Terimakasih. Wassalamu’alaikum

JAWABAN

1. Sebisa mungkin, usahakan untuk shalat Jumat. Kalau tidak bisa dimasjid, baik karena tidak ada masjid terdekat atau karena waktunya bertepatan dengan jam kuliah, maka anda bisa mengajak teman-teman anda yang muslim untuk mengadakan shalat jumat sendiri di kampus. Asal ada minimal empat orang sudah bisa melakukan shalat Jumat sendiri dan bisa dilakukan di kampus. Ini pendapat mazhab Hanafi. Mengikuti pendapat mazhab Hanafi ini jauh lebih baik daripada tidak Jumatan sama sekali.

Ancaman bagi yang meninggalkan shalat Jumat tiga kali berturut-turut

Shalat Jumat menempati posisi penting dalam Islam. Ada ancaman berat bagi yang meninggalkannya. Nabi bersabda dalam sebuah hadis hasan:

من ترك الجمعةَ ثلاث مرات تهاونًا بها طبع الله على قلبه

Artinya: Sesiapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali karena menganggap enteng, maka Allah mengecap (menyetempel) hatinya. (HR. Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menyatakan ini hadis hasan).

Kalau tidak bisa shalat Jumat setiap minggu setidaknya sebulan sekali

Majlis Fatwa Eropa membolehkan tidak shalat Jumat karena waktunya berbenturan dengan waktu belajar. Dengan syarat harus berusaha shalat Jumat minimal sebulan sekali.

Berikut pandangan Majelis Fatwa Eropa dengan Fatwa no. 165

فالأصل أن تبحث وتجتهد غاية الاجتهاد في إيجاد حل يمكنك من صلاة الجمعة، في مسجد قريب من الجامعة، وقد وسعت بعض المذاهب الفقهية في أول وقت الجمعة وآخرها، وهو ما يساعدك على الصلاة دون إخلال بالدراسة، فإن لم تستطع فعليك أن تجتهد في أداء صلاة الجمعة مرة كل شهر على الأقل، أو أدائها مع مجموعة من زملائك ولو كنتم ثلاثة، وعليك أن تبذل جهدك مع إدارة الجامعة في تخصيص قاعة للصلاة بعد انتهاء المحاضرات، فإن لم تستطع على هذا ولا ذاك وكان الدرس الذي يقع في وقت الصلاة ضروريًّا لك ولعملك وحياتك فصلها ظهرًا؛ إذ لا يكلف الله نفسًا إلا وسعها، على أن يقيد ذلك بالجُمع التي يتعين عليك فيها عدم التغيّب عن الدراسة، فإن الوعيد على ترك الجمعة مقيد بتركها تهاونًا أي: مع القدرة عليها.

Artinya: “Hendaknya anda mencari dan berusaha keras untuk mencari solusi yang memungkinkan anda bisa melaksanakan shalat Jumat di masjid yang dekat dari kampus. Sebagian mazhab fikih bersikap luwes soal awal dan akhir waktu Jumat sehingga hal ini dapat membantu anda untuk bisa shalat Jumat tanpa mengganggu belajar. Apabila tidak bisa, maka wajib bagi anda untuk berusaha melaksanakan shalat minimal satu kali setiap bulan.

Atau, melaksanakan shalat Jumat bersama sekelompok teman-teman anda walaupun hanya bertiga. Sebisa mungkin anda berusaha keras untuk melobi manajemen kampus untuk menyediakan tempat shalat setelah selesainya kuliah. Apabila semua usaha tidak bisa, sedangkan materi kuliah yang bertepatan dengan waktu shalat itu penting sekali bagi anda, pekerjaan anda dan hidup anda, maka anda boleh menggantinya dengan shalat zhuhur. Karena, Allah tidak membebani seseorang kecuali menurut kemampuannya. Hal ini terkait dengan jumat yang membuat anda tidak ketinggalan belajar. Ancaman dalam hadis di atas kaitannya dengan orang yang meninggalkan Jumat karena menganggap enteng padahal mampu melakukannya.”

Jadi, usahakan sebisa mungkin shalat Jumat walaupun hanya bertiga saja dengan teman-teman anda. Tidak harus di masjid Jamik. Juga waktunya tidak harus di awal waktu. Bisa agak di akhir waktu tapi masih dalam waktu zhuhur. Shalat Jumat bertiga dibolehkan dalam mazhab Hanafi. Baca detail: Shalat Jumat di sekolah, sah atau tidak?

Pandangan empat mazhab tentang shalat Jumat kurang 40 orang

Dalam kitab Al-Fiqh ala’l Madzahib al-Arba’ah oleh Al-Jaziri hlm. 1/604 dijelaskan:

اتفق الأئمة على أن الجمعة لا تصح إلا بجماعة، ولكنهم اختلفوا في عدد الجماعة التي لا تصح الجمعة إلا بهم، كما اختلفوا في شروط هذه الجماعة، وقد ذكرنا آراء المذاهب تحت الخط (المالكية قالوا: أقل الجماعة التي تنعقد بها الجمعة اثنا عشر رجلاً غير الإمام، ويشترط فيهم شروط:

أحدها: أن يكونوا ممن تجب عليهم الجمعة، فلا يصح أن يكون منهم عبد أو صبي أو امرأة، الثاني: أن يكونوا متوطنين، فلا يصح أن يكون منهم مقيم ببلد الجمعة لتجارة مثلاً أو مسافر نوى الإقامة أربعة أيام، الثالث: أن يحضروا من أول الخطبتين إلى تمام الصلاة، فلو بطلت صلاة واحد منهم، ولو بعد سلام الإمام، وقبل سلامه هو، فسدت الجمعة على الجميع؛ الرابع أن يكونوا مالكيين أو حنفيين، فإن كانوا من الشافعية أو الحنابلة الذين يشترطون أن يكون عدد الجماعة أربعين، فلا تنعقد الجمعة بهم إلا إذا قلدوا مالكاً أو أبا حنيفة، ولا يلزم عند إقامة أول جمعة في قرية حضور أهل القرية كلهم، بل يكفي حضور الاثني عشر على الراجح؛ ويشترط في الإمام أن يكون ممن تجب عليه الجمعة ولو كان مسافراً نوى الإقامة أربعة أيام، لكن بشرط أن تكون الإقامة بغير قصد الخطبة، فإن أقام بقصد الخطبة فلا يصح أن يكون إماماً.

الحنفية قالوا: يشترط في الجماعة التي تصح بها الجمعة أن تكون بثلاثة غير الإمام، وإن لم يحضروا الخطبة، فلو خطب بحضور واحد، ثم انصرف قبل الصلاة وحضر ثلاثة رجال بعد ذلك وصلى بهم صحت من غير أن يعيد عليهم الخطبة، ويشترط فيها أن يكونوا رجالاً ولو كانوا عبيداً أو مرضى أو مسافرين أو أميين أو بهم صمم، لأنهم يصلحون للإمامة في الجمعة

Artinya: “Para Imam madzhab sepakat bahwa (shalat) Jum’at tidak sah kecuali dengan berjamaah. Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam soal jumlah minimal jamamah yang dipersyaratkan. Sebagaimana mereka berbeda pendapat soal persyaratannya. Dengan rincian sebagai berikut:

Madzhab Maliki mengatakan: Paling sedikitnya jamaah yang menjadi sahnya shalat Jumat adalah 12 orang laki-laki selain imam dengan syarat-syarat sebagai berikut: Pertama, anggota jamaah harus yang diwajibkan shalat Jumat. Maka tidak sah apabila sebagian dari mereka terdiri dari budak, anak kecil atau perempuan. Kedua, anggota jamaah harus penduduk asli (mutawattin). Maka tidak sah apabila ada yang mukim di tempat Jumat untuk dagang, misalnya, atau musafir yang berniat mukim selama empat hari. Ketiga, semua anggota jamaah (yang 12 orang) harus hadir sejak awal khutbah dua sampai sempurnanya shalat. Apabila batal shalat salah satunya walaupun setelah salamnya imam dan sebelum salam (salah satu) makmum itu maka batallah Jumat semuanya. Keempat, semua anggota jamaah yang 12 harus bermadzhab Maliki atau Hanafi. Apabila ada yang bermadzhab Syafi’i atau Hanbali yang mensyaratkan 40 orang anggota jamaah Jumat, maka Jumat tidak sah kecuali apabila mereka bertaqlid pada madzhab Maliki dan Hanafi.

Dan tidak wajib hadirnya semua penduduk desa saat mendirikan Jumat pertama kali. Cukup kehadiran dari 12 orang menurut pendapat yang rajih. Disyaratkan bagi imam adalah orang yang wajib Jumat walaupun musafir yang berniat iqamah (mukim) selama empat hari. Akan tetapi dengan syarat mukimnya itu tanpa bermaksud untuk khutbah. Apabila mukimnya dengan maksud khutbah maka tidak sah menjadi imam.

Madzhab Hanafi berpendapat: Disyaratkan dalam jamaah yang menjadi syarat sahnya Jumat terdiri dari tiga orang selain imam. Walaupun mereka tidak menghadiri khutbah. Apabila imam berkhutbah dihadiri oleh satu orang lalu keluar sebelum shalat dan disusul dengan kehadiran tiga orang setelah itu lalu imam shalat dengan mereka maka sah shalatnya tanpa harus mengulangi khutbahnya. Dan disyaratkan dalam jamaah orang-orang laki-laki walaupun budak atau orang sakit atau musafir atau orang buta huruf atau tuli karena mereka sah menjadi imam dalam madzhab Hanafi.”

Kedua, syarat Jumat berempat tetap seperti biasa yakni harus ada khatib yang membaca khutbah dan imam shalat. Karena, shalat jumat harus dilakukan secara berjamaah.

2. Boleh apabila anda sudah berusaha maksimal tapi kesulitan melakukannya sebagaimana dijelaskan dalam Fatwa di atas. Baca detail: Shalat Jumat

Baca juga: Cara bertanya

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *