Suami 4 bulan tak beri nafkah

assalammualaikum ustadz,

untuk ustadz yang selalu dirahmati allah swt, sy mau bertanya tentan masalah pribadi yg sekaran sedang sy alami.

ustadz sy adalah seorang ibu yg telah ditalak suami sy dan telah disetujui oleh pengadilan agama tempat sy tinggal, yg ingn sy tnyakan :

1. apakah sy seorang istri nusyuz jk dia menolak utk menemui mertuany sdngkan sy saat itu memberikan alasan yg tepat bahwa saat itu sy tidak bisa kesana karna sy tidak membawa kendaraan pribadi (motor) sdangkn sy pulang kerja sy menumpang dg teman, kemudian kondisinya saat itu sy mempunyai mmpunyai anak yg masih bayi yg hrus sy asuh scpatny jka pulang kerja. kondisi mertua sy adalah dia tinggal serumah dg kakak ipar perempuan sy yg sudah bekeluarga (ada suami dan 2 anaknya), dan disana jg tinggal kakak ipar laki-laki yg sudah berstatus duda.

menurut pandangan islam bagaimana sy menjenguk mertua sy jk sy sndiri dan sering2 ksna krna tuntutan suami sy saat itu sy harus mengunjungi mertuanya 2x dalam satu minggu sedangkan suami sy bekerja jauh dluar kota yg pulangnya 1 bulan sekali karna kami terpisah rumah dengan alasan pekerjaan dan sy tinggal disni drmh orang tua sy sendiri, pada saat itu sy meminta keringan pd suami sy utk jdwal berkunjung sya adalah 1 bulan 2 x yaitu 1 x sy pergi sendiri dan 1 x sy pergi bersama suami dan anak kami yg masih bayi.

suami jg mengajukan gugatan cerai dg alasan sy tidak menemui bapak mertua sy yg terpisah rumah dengan ibu mertua sy (tidak cerai tapi terpisah rumah sja tetapi ibu mertua tidak pernah datang mengunjunginya) dan bapak mertua sy tinggal sendiri dirumah tersebut, bagaimana pndangan islam jika sy mengunjungi mertua laki-laki sy sendirian.

2. jika sy rujuk dg mantan suami maka stelah masa iddah selesai sy harus dinikahkan lg, tp menurut mantan suami sy jika demi kebaikan sy boleh lgsung pergi tanpa izin dr orang tua sy untuk menemui dia dan kami bisa menikah tanpa ayah sy yg mejadi wali karna wali itu bisa dialihkan ke wali hakim yg ditunjuk seperti tokoh agam dsbg.

3. sy mau bertanya siapa yg lebih berdosa apakah sy yg nusyuz atau suami karna dia selama 4 bln tidak memberikan nafkah lahir batin terutama untuk anak sy. karna menurut suami sy telah berdosa besar dan telah dilaknat olh allah swt

terima kasih ustadz untuk jawabannya, semoga allah swt selalu melindungi dan merahmati ustadz dan keluarga, amin.

JAWABAN

1. Perintah suami harus ditaati selagi tidak terkait masalah maksiat atau dosa. Tentu saja perintah itu harus dilakukan menurut kemampuan istri. Kalau istri merasa tidak mampu melaksanakannya, karena faktor keterbatasan fisik atau mental, maka taati menurut kemampuan. Bahkan istri boleh menolak diajak hubungan intim apabila sedang dalam keadaan sangat lelah, dll. Baca detail: Batasan Taat Istri pada Suami

2. Akad nikah ulang harus dilakukan dengan wali utama yakni ayah. Namun kalau ayah menolak menikahkan, maka baru bisa meminta wali hakim untuk menikahkan. Jadi, harus meminta wali utama dulu. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

3. Sama-sama dosa karena tidak melakukan kewajibannya masing-masing dan lebih mementingkan haknya. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

SUAMI MENIKAHI ISTRI KARENA TERPAKSA KARENA HAMIL

Assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh.
Pak yai sebelumnya maaf saya ingin mendapat solusi krumahtanggaan saya

Saya menikah usia 19th dan suami 24th, kami mnikah karena tuntutan umum dan kluarga saya karena saya sudah mlakukan zinah dan menggugurkan kandungan (itu yg mnyuruh suami saya karena dia masih kuliyah dan berjanji mnikahi saya) saat stelah itu dia sudah tidak menghubungi saya slama 8bulan.

Sampai akhirnya dia dpaksa mnikahi saya oleh orangtua saya, sejak hari pertama ijab qobul, suami dan kluarganya tidak mnyukai saya yai, bahkan suami saya tidak mau saya sentuh walau hanya sekedar salaman, tidak mau tidur seranjang, jarang sekali memakan masakan saya kalau tidak benar2 kepepet,dia selalu memaki maki saya stiap yg saya perbuat apa yg saya lakukan selalu salah dimata suami saya, saat saya sakit pun saya dimarahi dan tidak dperdulikan, saya tidak diizinkan buat berdampingan dengannya, suami saya selalu acuh saat saya ajak ngobrol.

Dan saat itu saya selalu mendapati suami saya telphon dengan wanita dengan berkata sayang, selalu mngirim paketan pos, saya sendiri tidak pernah dbelikan apapun, saat saya dengan sengaja membuka ponsel suami, tertulis dsitu suami saya tidak pernah mencintai saya dan membenci saya, padahal saya selalu brusaha jadi istri terbaik buatnya yai,

saya kuliyah dan kperluan saya pribadi juga hasil kerja saya, suami saya sbulan hanya mngasih 20rb kadang tidak dkasih dan itu saya simpan, karena dia selalu berkata saya ga berhak mnerima apapun darinya,

stelah itu suami saya ntah urusan apa dluar kota selama hampir stahun tidak pulang dan ga ada kabar yai, saya brusaha mnghbungi dan tanya kluarganya ga ada yg mau jawab,

saat lebaran saya krumah mertua saya, dsitu saya mlihat suami saya sudah beristri lagi dan sedang mngandung, saya slalu drendahkan kluarganya dan istrinya itu, sampai suami saya pindah krumah dengan istri anaknya, saya harus mmbuat bangunan kecil sendiri didekat rumah, suami saya selalu membedakan saya dengan istrinya, dan dia bilang jika punya anak dariku pastilah anak saya akan lebih rendah dari saya, selalu saya berbohong kpada orangtua tentang rumahtangga saya, tetapi saya amat mencintai suami saya dan slalu berdoa agar suami saya bisa sdikit menerima saya walau suami selalu mnyuruh saya mlupakan dan membencinya,

saya slama 4th ini cuma diam yai, dan suami ingin menceraikan saya, saya harus bagaimana? Sdangkan saya masih ingin menjadi istrinya walau saya tidak pernah dianggap.
Wassalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh.

JAWABAN

Empat tahun anda diperlakukan tidak baik oleh suami adalah waktu yang cukup lama. Ini menunjukkan bahwa anda memiliki karakter yang baik. Terutama sabar dalam menghadapi kezaliman suami. Sayangnya kebaikan anda tidak mendapatkan balasan yang sepantasnya dari suami. Kalau mau diungkit dari awal, maka bencana ini bermula dari perilaku dosa anda yang bersedia berzina dengannya. Umum diketahui, bahwa pria yang menzinahi seorang wanita tidak otomatis mencintai wanita itu.

Tidak sedikit pria yang melakukan hal itu hanya untuk coba-coba dan memperbanyak daftar wanita yang pernah dizinahinya. Sementara, banyak wanita yang menyerahkan kegadisannya karena cinta. Anda termasuk salah satu wanita tersebut.

Oleh karena itu, ketika anda mengharap mendapat cinta darinya, maka anda sulit mendapatkan itu. Karena, dia memang sejak awal hanya ingin coba-coba saja.

Apa yang harus dilakukan sekarang adalah seperti pesan Rasulullah pada saat ada Sahabat pria yang mengeluhkan istrinya yang nakal: Ceraikan dia. Bercerai dengan dia adalah jalan terbaik. Biarkan kebaikan serta kesabaran anda mendapat tempat yang semestinya pada suami yang memiliki karakter serupa. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Namun, kalau anda masih tetap ingin bersamanya, maka itu juga pilihan yang dibolehkan walaupun tidak kami anjurkan. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *