Islamiy.com

Situs konsultasi Islam online.

Surat Kyai Imaduddin kepada Habib Taufik Segaf (Ketua RA)

Mengapa Asumsi Walisongo Keturunan Baalwi itu Tidak Benar?

Ini Surat Dan Pertanyaan Kiai Imaduddin Kepada RA Dan Ustadz Taufik Segaf

Surat ini tertanggal 23 November 2023. Menurut pengakuan Kiai Imaduddin, sampai saat ini surat itu tidak mendapat jawaban dari pihak Rabithah Alawiyah maupun dari Taufik Segaf. Tidak jelas apa sebab dari ketiadaan jawaban tersebut. Namun menurut Kyai Imad, hal itu disebabkan “tidak ada jawaban yang bisa mematahkan data saya” dan karena “tidak ada kitab sezaman yang bisa ditunjukkan”.

Surat ini direpost di situs RMI NU Banten 4 Juni 2024 (hari ini) untuk diketahui publik. Mungkin karena tidak ada respons sama sekali dari pihak Taufiq Segaf maupun Rabithah Alawiyah, sehingga surat yang mungkin hendak dirahasiakan ini dijadikan konsumsi publik.

Baca juga

  1. Respons Kyai Imad pada Gus Najih Maimun
  2. Ini Makalah Kyai Imad yang Sedianya dipresentasikan di Studium Generale UIN Jakarta

Berikut isi surat dan lampirannya:

Kepada yang terhormat:
Ketua Rabitah Alawiyah (RA)

Al-Ustaz M. Taufik al-Saqqaf

di-
Jakarta

Assalamualiakum Warahmatullahi wabarakatuh

Bersama dengan ini saya sampaikan keberatan saya tentang para oknum habib Ba Alawi yang tergabung dalam wadah Yayasan Rabitah Alawiyah yang diketuai oleh saudara yang masih mengaku di hadapan public sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw.

Keberatan itu, berlandaskan kajian saya bahwa Klan Ba Alawi tidak terbukti sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw. Hal demikian itu, dikarenakan tidak adanya catatan para ulama sezaman, baik ulama nasab maupun ulama tarikh, bahwa leluhur Ba Alawi yang bernama Ubaidillah adalah anak dari Sayyid Ahmad bin Isa.

Selain dari pada itu, nama-nama lainnya dari Klan Ba Alawi. juga tidak tercatat dalam kitab nasab dan kitab tarikh, seperti : Alwi, Muhammad, Alwi, Ali (Khali’ Qosam) dan Muhammad (Sohib Mirbat). Hasil uji DNA para Klan Ba Alawi pun menunjukan bahwa mereka bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw.

Kendati demikian, jika pihak Rabitah Alawiyah merasa kajian saya tidak tepat, dan merasa adanya dalil-dalil tentang ketersambungan itu, maka saya mengundang RA untuk mengutus seorang utusan untuk mendiskusikannya dengan saya (Gus Rumail Abbas bisa menjadi utusan RA dengan surat resmi, karena beliau mengklaim telah menemukan manuskrip bukti ketersambungan nasab Ba Alawi).

Hal itu, setelah sebelumnya utusan itu menjawab secara tertulis hal-hal yang berkaitan dengan point-point yang akan saya pertanyakan dalam lampiran. Setelah point-point itu dijawab dengan tulisan dengan dilampiri dalil-dalil berupa kitab dan atau manuskrip, lalu tulisan tersebut dikirimkan kepada saya. Kemudian diadakan diskusi untuk menguji dalil-dalil tersebut. Diskusi tidak dihadiri audiens dan dilaksanakan dengan tertutup di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Cempaka Kresek Tangerang Banten pada Hari Ahad 26 November 2023 (atau waktu yang disepakati bersama).

Kenapa diskusi diadakan secara tertutup? Karena diskusi kevalidan sumber serta orisinalitasnya membutuhkan waktu yang panjang dan tidak menarik bagi penonton.
Demikian surat saya sampaikan, semoga saudara ketua RA dapat menjawab surat ini sesegera mungkin, mengenai kesiapan dan siapa yang akan diutus.
Cempaka Kresek Tangerang Banten, 3 November 2023

Imaduddin Utsman al-Bantani
(Pengasuh Ponpes Salafiyah NU Cempaka Kresek Banten/Ketua Komisi Fatwa MUI Banten/Pengurus LBM PBNU)

***

Lampiran satu surat Imaduddin Utsman al-Bantani untuk Ketua Rabitah Alawiyah…

POINT-POINT YANG HARUS DIJAWAB UNTUK BUKTI KETERSAMBUNGAN NASAB KLAN BA ALAWI

  1.     Leluhur Ba Alawi yang bernama Ubaidillah (w. 383) tidak tercatat dalam kitab-kitab sezaman atau yang mendekatinya sebagai anak Sayyid Ahmad bin Isa bin Muhammad al-Naqib. Kitab-kitab nasab dan sejarah telah banyak ditulis pada abad ke 4-9 Hijriyah, namun satu pun tidak ada yang menyebutkan bahwa Ahmad bin Isa mempunyai anak bernama Ubaidillah.
  2.     Tidak ada satu kitab pun yang ditulis mulai abad 4-9 H. yang menyebut Ahmad bin Isa pindah ke Yaman, dan bergelar al-Muhajir.
  3.     Tidak ada satu kitab pun yang ditulis mulai abad 4-9 H. yang menyebut Ahmad bin Isa di makamkan di Husaisah.
  4.     Tidak ada satu kitab nasab pun di abad 4-9 H. yang menyebut nama-nama keluarga Ba Alawi sebagai keturunan Rasulullah Saw. nama-nama itu adalah: : Ubaidillah, Alwi, Muhammad, Alwi II, Ali (khali’ Qosam), Muhammad (Sahib Mirbat), Ali (Walidul Faqih), Muhammad (Faqih Muqoddam), Alwi (al-Gayyur), Ali (Sahibuddark), Muhammad (Maula Dawilah), Abdurrahman, Abu Bakar al-Sakran dan Ali bin Abu Bakar al-Sakran. Nama-nama tersebut tidak disebut sama sekali dalam kitab nasab sezaman sebagai keturunan Rasulullah. Yang menyebut mereka pertama kali 14 nama tersebut sebagai keturunan Rasulullah adalah kitab Ba Alawi sendiri yaitu kitab al-Burqah al-Musyiqoh karya Abu Bakar al-Sakran akhir abad 9 H.
  5.     Muhammad bin Ali Khali Qosam “Sahib Mirbat” tidak bergelar “Sahib Mirbat”, karena yang bergelar “Sahib Mirbat” adalah Raja Mirbat dari dinasti al-Manjawi yaitu Muhammad bin Ahmad al-Ak’hal al-Manjawi. Yang demikian itu sebagaimana disebutkan dalam kitab sezaman dengan Muhammad bin Ali Khali Qosam yaitu kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibnul Atsir (w. 630 H).
  6.     Tidak ada kitab sezaman dengan Muhammad bin Ali Kahli Qosam “Sohib Mirbat” (w. 556 H.) yang menyebut keberadaannya di Mirbat; tidak pula ada yang menyebutnya sebagai ulama besar.
  7.     Tidak ada kitab sezaman yang menyebut Abdullah bin Muhammad bin Ali Khali Qosam (Sohib Mirbat) mendapat ijajah dari Imam al-Qola’I di Mirbat.
  8.     Tidak ada kitab sezaman yang menyebut Muhammad bin Ali “al- Faqih al-Muqoddam” (w. 653 H.) sebagai keturunan Rasulullah Saw dan sebagai ulama besar. Tidak pula ada yang menyebutnya mempunyai gelar al-Faqih al-Muqoddam.
  9.     Tidak ada kitab sezaman (abad 5 -8 H.) yang menyebutkan bahwa Jadid adalah saudara dari Alwi bin Ubaidillah.
  10.     Tidak ada kitab sezaman (abad 5-8 H.) yang menyebutkan Bashri adalah saudara dari Alwi bin Ubaidillah.
  11.     Kitab-kitab yang hari ini menyebutkan Klan Ba Alawi sebagai keturunan Rasul tidak mempunyai referensi kecuali hanya sampai abad ke Sembilan hijriah.
  12.     Hasil uji test DNA Klan Ba Alawi di dunia menyebutkan bahwa Klan Ba Alawi berhaplogroup G yang menunjukan ia bukan keturunan Nabi Muhammad Saw dan bukan keturunan Nabi Ismail, karena keturunan Nabi Muhammad Saw terdeteksi menurut keterangan para pakar sebagai berhaplogroup J1.

Demikian point-point terputusnya nasab klan Ba Alawi yang mesti mendapatkan jawaban dari Rabitah Alawiyah.

Keterangan penting:

Untuk point ke 12 tentang hasil test DNA, Rabitah Alawiyah (RA), jika anggotanya telah ada yang melaksanakan test DNA dan hasilnya positif, maka perlu dilampirkan hasilnya, jika menyetujui kesimpulan para pakar tersebut. Jika tidak menyetujui kesimpulan para pakar, maka pihak RA perlu mendatangkan pakar yang berkesimpulan sebaliknya.

Cempaka Kresek Tangerang Banten, 3 November 2023

Imaduddin Utsman al-Bantani

Sumber: RMI NU Banten

Surat Kyai Imaduddin kepada Habib Taufik Segaf (Ketua RA)
Kembali ke Atas