Talak dalam keadaan bingung dan marah

Assalamu’alaikum

saya mentalak istri saya lewat tantenya karena saya terprovokasi oleh cerita dr istri (yg kemudian diketahui kl istri sy telah melakukan KESALAHAN KETIK krn emosi/ kalut yg arti nya tidak sesuai dengan faktanya)

saya sgt sayang sm istri saya. saya akan mencari celah sekecil apapun agar tidak terjadi perceraian – saya jg sdh bbrp kali shalat istikharah

ceritanya begini:
saya minta perhatian, sayang dan penghargaan yg lebih kepada istri saya dengan ancaman akan menceraikan dia kl dia tidak mau – awalnya istri tdk menghiraukannya krn dia merasa sudah sgt memperhatikan sy ( pd saat itu istri sy sedang di rumah orang tuanya) – krn saya terus memaksa , terjadilah pertengkaran melalui WHATSAPP (WA), dan akhirnya istri sy malah seolah2 spt nantangin , sy tlp dia utk konfirmasi apakah dia yakin bener2 udah mo cerai, tp istri sy gag mau angkat tlp saya, krn takut akan langsung di talak – tp dia ttp memprovokasi saya lewat WA (istri sy berkeyakinan sy tdk akan mentalak lewat WA/ SMS krn saya pernah bilang gag etis kl cerai lewat sms/ WA), stiap saya tlp dia gag mau ngangkat – sy tlp berkali2 ttp gag mau ngangkat.

Sampai akhirnya di wa istri sy bilang spt ini: “saya (sudah) cerita (tlp) ke kakak (sepupu) kamu kalau rumah tangga kita sudah berakhir” (rumah kakak sepupu sy tetanggaan dgn kami) , dan mengancam akan menceritakan juga kepada adik saya dan mertua adik saya bahwa rumah tangga kita sudah selesai

– disitu saya panik ( sy tinggal dgn ibu sy yg sudah sepuh ) : sy takut kaka sepupu sy kerumah dan cerita kpd ibu sy, sy takut knp2 dgn ibu sy yg sudah sepuh dan sakit2an, dlm fikiran sy wkt itu saya yg harus duluan memberitahu ibu sy dengan hati2 sebelum kakak sepupu saya datang ke rumah dan cerita kpd ibu sy –

Tp apa yg mau sy ceritakan kpd ibu saya. Saya bingung dgn status pernikahannya krn sy belum mentalak istri saya, sementara dilain fihak saya takut kakak sepupu saya duluan menceritakan kpd ibu kl kita sudah bercerai

sy tlp istri sy tp semua no HP nya di matiin, sy tlp org tuanya jg dimatiin – sy semakin kalut takut kaka sepupu sy duluan ke rumah – akhirnya saya telepon tantenya dan saya katakan saya mentalak keponakannya – setelah itu saya mencoba berbicara baik2 dgn ibu sy , Alhamdulillah beliau tdk apa2 – itu jg saya tidak menceritakan secara gamblang kalo kita sudah pisah, sy hanya mengatakan bagaimana kl kita pisah

setelah 1 atau 2 jam berlalu istri sy menghubungi via WA , sy bilang krn semua hp nya mati km terpaksa sy talak lewat tantenya (DIA HISTERIS & gag mau terima & memberitahu sy kl tlp dimatiin krn dia takut di cerai , dan dia bersumpah tdk pernah cerita apa2 kpd kakak sepupu saya (

Dan kenyataannya memang kakak sepupu saya tidak tahu apa-apa), smua itu cm gertak aja, begitu katanya – karena emosi/ kalut dia salah ketik di wa –

talaq yg spt itu sah gag ustadz soalnya sy terpaksa, tdk py pilihan lain
soalnya sy gag akan mengeluarkan talak kl tidak ada cerita bahwa istri saya sudah menceritakan kpd kakak sepupu sy kl hubungan kami sdh berakhir – sy takut kakak saya kerumah dan menceritakannya kpd ibu saya yg sudah sepuh dan sakit2an. sy takut ibu sy shock dan knp2 – makanya yg kepikiran waktu itu saya yg harus bicara dgn ibu saya baik2 sebelum kakak sepupu sy.- sblm bicara dgn ibu, tdk ada pilihan lain kecuali sy harus memastikan kl memang hubungan kita sudah selesai, makanya sy terpaksa sampai hrs tlp tantenya dan mengatakan bahwa keponakan sudah sy talak…..

selain tlh menceritakan hub kita berakhir kpd kakak sy (yg kemudian diketahui kl itu hanya SALAH KETIK), istri sy jg MENGANCAM akan menceritakan jg kpd adik sy dan kpd mertua adik saya – itu yg membuat saya panik & kalut dan terpaksa mengambil keputusan cerai sesegera mungkin

begitu konstruksi berfikir sy pd waktu itu kurang lebihnya

Apakah talaq spt ini sah…???
Krn ada kesalahan ketik yang mengakibatkan saya tidak punya pilihan lain selain terpaksa mentalak istri

wallahu a’lam

Mohon jawabannya dan penjelasannya Ustadz
jazakallah

JAWABAN

Talak yang anda ucapkan sebagai suami hukumnya sah. Dan telah jatuh talak 1. Namun tidak perlu panik, karena anda bisa segera rujuk lagi dengan cukup mengatakan “Aku rujuk” pada istri, maka hubungan suami istri kembali sah selagi ucapan rujuk itu masih dalam masa iddah. Baca detail: Masa Iddah Istri yang Dicerai

URAIAN

Walaupun ada latar belakang keterpaksaan psikologis di balik keputusan tersebut, namun latarbelakang tersebut tidak masuk ke dalam kategori terpaksa yang dibenarkan oleh syariah. Memang ada kondisi talak dalam keadaan terpaksa yang membuat talak tidak sah.

Nabi bersabda dalam hadits sahih riwayat Abu Dawud dalam Kitab Talak, hadits no. 2193 dan riwayat Hakim sbb:

لا طلاق ولا عتاق في إغلاق

Artinya: Talak tidak terjadi dalam keadaan terpaksa.

Namun kondisi yang diakui syariah adalah apabila keterpaksaan itu timbul dari ketidakberdayaan suami dari tekanan yang nyata yang berasal dari pihak lain yang memiliki posisi kuat untuk menekan untuk menceraikan istri seperti orang tua, mertua, istri, dll yang kalau tidak dilakukan akan membahayakan suami atau istri atau keduanya.

Khatib Syarbini dalam Mughnil Muhtaj, hlm. 3/271, menjelaskan beberapa bentuk dan cara pemaksaan yang diakui syariah sebagai berikut:

وقوله ” ونحوها ” من زيادته أي مما يؤثر العاقل لأجله الإقدام على ما أكره عليه ويختلف الإكراه باختلاف الأشخاص والأسباب المكره عليها فقد يكون الشيء إكراها في شخص دون آخر وفي سبب دون آخر فالإكراه بإتلاف مال يضيق على المكره بفتح الراء كخمسة دراهم في حق الموسر ليس بإكراه على الطلاق لأن الإنسان يتحمله ولا يطلق بخلاف المال الذي يضيق عليه والحبس في الوجيه إكراه وإن قل كما قاله الأذرعي والضرب اليسير في أهل المروءات إكراه والتهديد بقتل أصله وإن علا أو فرعه وإن سفل إكراه بخلاف ابن العم ونحوه بل يختلف ذلك باختلاف الناس كما مر

Artinya: (bentuk pemaksaan) dapat berupa apa saja yang dapat mempengaruhi orang yang berakal sehat (yakni, suami) melakukan perbuatan yang dipaksakan. Pemaksaan itu berbeda sesuai perbedaan individu dan sebab yang dipaksakan. Terkadang suatu hal bersifat memaksa pada seseorang tapi tidak bagi yang lain, begitu juga alat pemaksaan bisa berlaku bagi satu orang tapi tidak bagi yang lain. (Misalnya,) Penekanan dengan merusak harta benda dapat menekan psikis yang ditekan (tapi) seperti uang 5 dirham (nilainya kecil) tidak bersifat menekan bagi orang kaya untuk menceraikan istrinya karena ia dapat menahannya dan tidak menceraikannya. Berbeda halnya dengan (ancaman perampasan) harta yang berjumlah besar yang dapat menekan si suami. Penahanan atau penyanderaan termasuk bentuk penekanan walaupun sedikit sebagaimana yang dikatakan Al-Adzra’i. Pemukulan sedikit (termasuk bentuk penekanan) bagi ahli muruah (orang terhormat). Ancaman pembunuhan terhadap orang tua ke atas atau anak cucu termasuk bentuk penekanan. Berbeda halnya ancaman pembunuhan pada sepupu dan lainnya. Jadi, bentuk tekanan bisa berbeda-beda sesuai dengan perbedaan setiap individu.

Jadi, terpaksa yang dimaksud disebabkan oleh pihak luar (pihak ketiga). Sedangkan dalam kasus anda, keterpaksaan itu sifatnya karena situasi yang dibuat sendiri oleh anda. Sebagai contoh, apa urgensi anda mentalak istri sampai diucapkan lewat bibinya? Siapa yang memaksa anda? Apakah kalau anda tidak menceraikan istri lalu akan terjadi sesuatu pada diri anda atau istri? Jawabnya adalah negatif. Namun sekali lagi, walaupun talak terjadi, namun karena baru talak satu, maka anda dengan mudah dapat rujuk kembali saat ini juga. Baca detail: Cerai dalam Islam

Sebagai tambahan, ada beberapa ucapan talak yang tidak berakibat talak. Lihat detail: Tidak semua talak sharih berakibat cerai

Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

You may also like
Latest Posts from Islamiy.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *